Anak kecil di bis

Jika orang-orang yang mengenalku kubagi dalam kelompok-kelompok maka akan banyak kelompok yang terbentuk. Dan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya bisa menjadi sebuah kontradiksi dalam mengenalku.

Bapak dan ibu ku bilang, aku ini anak yang paling susah dipelihara. Kakak-kakakku menguatkan argument itu. Tapi semua keponakanku mengakui kalau aku ini adalah bulik (bibi) kesayangannya di antara semua buliknya.

Ada yang bilang aku adalah gadis jahat, serius, dan mengerikan.

Ada yang bilang aku pendiam (meski yang ini sedikit) dan tak bisa tersenyum.

Dan masih banyak lagi… tapi jangan lupa, ada kelompok yang KONTRADIKSI…

Jika aku naik bus bersama teman atau sendiri lalu kebetulan bertemu dengan balita yang lucu, maka aku bersikap sangat dingin dan tidak peduli. Berbeda dengan temanku yang gemes dan menggoda anak kecil itu. Kalau pergi ke rumah orang juga yang kebetulan punya bayi atau balita aku bersikap seperti itu. Tentu saja itu menguatkan kesan bahwa aku adalah gadis jahat, serius, dan mengerikan.

Termasuk saat aku dari kota kemarin ada balita lucu yang dia justru tertarik padaku. Dia tersenyum-senyum padaku. Tangannya ingin membelai wajahku (atau entah ingin mencakarku ya?). tapi aku cuek saja dan sedikit tersenyum pada bayi kecil itu. Kulihat ibu-ibu dan bapak-bapak di sebelahku. Sepertinya dia gemes padaku. Mungkin dalam hatinya berkata,”jahat sekali gadis ini. Teganya .” dan itu akan menguatkan pendapat orang bahwa aku adalah gadis jahat, serius, dan mengerikan

Tapi biarlah. Memang begitulah aku. Aku tidak menyukai anak kecil dan memenuhi hasratku saja. Tapi aku menyayangi mereka dengan caraku. Karena di tangan mereka tergenggam janji kehidupan lebih baik, begitu kata abang Tere liye.

Pun demikian, aku juga bisa menjadi pengasuh yang handal. Semua keponakanku sejak berumur satu hari sudah kugendong. Sebelum mereka bisa mengangkat kepala sendiri aku sudah berpenglaman mengasuhnya kalau ditinggal ibunya beraktivitas atau pergi yang tidak hanya memamakan waktu 2 jam. Tapi lebih. Dan sempat ada tetangga kakakku yang benar-benar tidak percaya kalau aku bisa mengasuh ponakanku yang baru berumur tiga hari melihat diriku yang sangat pethakilan ini.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Others and tagged . Bookmark the permalink.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s