Giginya bumi

Suatu sore ibu mengomel padaku karena aku tidak mencuci piring sebersih ibu, khususnya parut.

“kamu tuh ya! Nyuci piring masih kotor! Kalau nyuci parut mbok ya disikat!!!” begitu omelnya padaku sambil mencuci parit itu lagi. Aku sedang makan.

“memangnya gigi? Pake disikat?” balasku sambil bergurau. Ibu dengar tapi tetap tidak peduli dan melanjutkan mengomel.

Bapak keluar dari kandang lalu duduk di belakangku. “Jangankan parut. Jalan saja disikat.” Ujarnya menimpali jawabanku tadi.

“Lha? Jalan kan giginya bumi…” jawabku.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged . Bookmark the permalink.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s