Untung saja bajuku tebal …

Kemarin sore aku pergi ke rumah kakakku dan akan menginap di sana. Aku pergi naik bis. Karena bis, maka aku berdiri di depan kernetnya beberapa saat sebelum turun. Bis melaju dengan kencang dan kernet itu takut aku jatuh maka dia memegang bahuku. Sungguh aku sangat tidak rela. Aku sudah berusaha menolaknya tapi bapak itu semakin kuat memegangku. Mungkin dia pikir aku sangat buru-buru untuk turun, sehingga dia tidak akan membiarkan aku jatuh sampai bisnya bener-benar berhenti. Jadi aku memilih diam, tak lagi memberontak.

“huft” kataku lega. “Untung saja bajuku tebal dan masih ada kain kerudung yang menjulur menutupi bahuku.” aku masih senang.

Iya, aku benar-benar senang. Ternyata pakaian yang syar’i itu benar-benar melindungi. Lalu aku tersenyum getir mengingat sodara-sodara sesama muslim-ku yang masih belum mengerti tentang ini.

Mungkin maksud hati mereka mereka berpakaian “seperti itu” adalah sebagai rasa syukur karena dianugrahi tubuh yang mulus dan seksi -ntu nyang muluz n seksi. nyang kulitnya belang-belang n bodinya endut??- tapi aku curiga satu hal. Melompati rasa syukur itu, ada rasa untuk mencari perhatian dari lawan jenis atau ingin memamerkan model baru yang dimiliki.

Namun satu hal yang harus disadari. Di dunia ini tidak hanya dihuni lelaki muda dan tampan. Tapi lelaki mulai dari anak kecil sampai kakek mau tutup umurjuga ada. Dan tidak semua lelaki tua itu baik. Yang tua bernafsu juga banyak.

Mungkin dengan berpakaian “seperti itu” ada harapan untuk diperhatikan lelaki muda dan tampan. Akan tetapi, yang menikmati diri yang dibalut pakaian “seperti itu” tentu saja semua lelaki. Karena pada dasarnya semua lelaki itu sama. Mereka terbuai oleh pandangan. Jadi,lelaki yang tak mampu mengendalikan diri, jangan disalahkan sepenuhnya.

Jadi kalau ada muslimah yang kita sayangi berpakaian “seperti itu” katakan saja padanya, “di dunia ini kan tak cuma lelaki muda dan tampan saja yang hidup.. tapi bapak tua yang hidung belang juga banyak.. makanya kalau pakai baju yang bener…”

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Untung saja bajuku tebal …

  1. Gamis Baru says:

    alhamdulillah,
    pakaian muslimah meneduhkan dan menjaga pemakainya juga,🙂

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s