Berenang dan menjadi sebuah anomali

Setelah sekian lama aku ingin belajar renang, akhirnya sore ini terwujud.

Ternyata tak semudah yang kubayangkan. Apalagi aku belum benar-benar siap untuk belajar hari ini, lantaran aku belum mempersiapkan pakaian dengan benar. Jadi ya masih setengah-setengah.

Aku pun menjadi sebuah anomali di kolam renang anak. Aku yang sebesar ini berada di tengah anak-anak kelas satu SD yang imut-imut dan berpakaian serba pink, aku geli melihat mereka. dan lebih geli melihat bagaimana orang-orang disekeliling mempelihatku. _kok jadi melihat dalam melihat ya?_

Yea meskipun aku yang paling besar dengan usiaku yang juga besar , aku baru mulai belajar renang maka aku pun merasa agak sedikit malu, tapi tak masalah lah ya? kalau tidak belajar sekarang, kapan lagi?

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo. Bookmark the permalink.

4 Responses to Berenang dan menjadi sebuah anomali

  1. desthaonly says:

    selamat belajar. Ane belon dapet kesempatan ni,..

  2. onezonemine says:

    pagi tadi kagak lanjut mbak, cz badanku pada sakit semua. efeknya kemarin. hahaha parah ni,,

  3. hahahahajadi inget klo renang di Al Hikmah Centerkalah sama anak2 kecil :))

  4. onezonemine says:

    wah mbak’e ngece ni? :(aku sdh 5 latian masing2 sekitar sejam, dan sudah lumayan bisa, hahaha

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s