Kompensasi Sebuah Keterlambatan

Rabu, 26 Oktober 2011 pukul 08:00. Begitulah kesepakatan waktu acara Briefing Pencacahan Prevalensi Gizi di kantor propinsi. Akan tetapi, kata salah seorang teman yang telah mengikuti acara ini pada hari sebelumnya bahwa acara dimulai jam 9.(Biasa orang Indonesia masih suka molor!). Karena itu, saya memutuskan untuk sampai di kantor propinsi jam 8:30 (Nah ini juga sama saja, menterlambatkan diri?).

Perjalanan Gresik sampai kantor propinsi adalah sekitar 1 jam 5 menit jika kendaraan lancar tanpa ngetem dan macet dengan kecepatan standar-maksudnya kalau bus di tol ya pasti kencang, kalau angkutan H-4 ya tidak terlalu pelan atau musti nunggu penumpang di ujung jalan yang belum tentu naik-, maka saya berangkat jam 7:15. Dengan kata lain, saya menyediakan 10 menit untuk mengantisipasi hal-hal seperti di atas.

Tepat saya keluar gerbang ada bus jurusan Bungurasih. Tapi? penuh sesak sampai penumpang mepet di pintu. terpaksa saya tidak naik. lalu saya berjalan menuu POM bensin, menunggu bus berikutnya datang. saya duduk di bawah tiang listrik sambil terus melihat jam tangan saya. 7:20 lalu 7:23 lalu lalu sampai 7:53 tak ada satu pun bus jurusan Bungurasih melintas.

Saya pun mulai tidak tenang. Kalau acara dimulai jam 9, saya datang terlalu mepet. Lha kalau acara benar dimulai jam 8? ya saya datang sudah mau bubar -briefingnya sekitar 1,5 jam-. Akhirnya saya memutuskan naik bus jurusan Wilangun. Dari Wilangun ini saya naik taksi sampai kantor propinsi. Saya melihat sekilas dompet saya. ada uang sekitar 85 ribu rupiah.

Saya turun di pangkalan taksi di Romokalisari. Seorang supir taksi langsung mendekat.

“Pak, kalau ke daerah Jemursari kira-kira habis berapa?” tanya saya pada Pak Sopir.

Dia lalu turun lagi dari taksinya dan bertanya pada temannya.

“Sekitar 80 ribu Mbak. Tidak sampai 100.”

“Pak, kalau misalnya nanti lebih dari 80 ribu, saya bayar 80 riba saja ya Pak?” kataku. mungkin wajahku waktu itu sangat memelas kali ya. bapaknya terlihat kasihan pada ku. hahaha tapi dia juga sedikit kaget.

“Ya sudah Mbak.”

Akhirnya aku naik taksi. Di dalam taksi aku mengumpulkan seluruh uangku dan terkumpul tepat 100 ribu. Dan aku pun menyampaikannya pada Pak Supir bahwa uangku terkumpul segitu. Jika nanti ongkosnya lebih dari 100 ribu, pak Sopir akan merelakannya, katanya sebagai sedekah.

Jika aku naik bus seperti biasa, bukan taksi, maka jumlah uang yang harus kukeluarkan untuk sampai di kantor propinsi adalah 9 ribu rupiah. tapi kalau misalnya nanti habis 85 ribu untuk membayar taksi, berarti pagi itu saya mengeluarkan 85 ribu ditambah 3 ribu (untuk naik bus Wilangun dari Gresik tadi) rupiah sama dengan 88 ribu. 10 kali lipat dari yang biasa!

jam 9:00 tepat saya sampai di depan kantor propinsi. dan tarif di argo tertulis angka 84950 ! Pas sekali dengan perkiraan, 85 ribu! benar-benar 10 kali lipat!

Lalu saya menuju tempat briefing. sepertinya semua peserta sudah datang. tinggal saya seorang. akan tetapi acara belum dimulai. karena di luar dugaan, Pak Kepala ingin hadir untuk membuka, sedangkan beliau masih ada rapat yang lain.

9:53 acara dimulai!

Hiyaaaaaah, coba kalau tadi saya tidak usah naik taksi? kan tetap tidak terlambat. “85 ribu kan bisa untuk beli baju, atau beli sepatuuu. hahaha” kata si Dina teman saya.

Yah yah yah, itulah kompensasi sebuah keterlambatan yang sengaja saya ciptakan. coba kalau dari awal saya berniat datang tepat waktu jam 8, bukannya jam 9? mungkin akan lain ceritanya. tapi ya ada hikmahnya juga, saya jadi merasakan naik taksi sampai habis uang banyak, hehehe. -biasanya kalau gak ada yang bayarin, mana mau saya naik taksi bayar sendiri?

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged . Bookmark the permalink.

6 Responses to Kompensasi Sebuah Keterlambatan

  1. skyunhas says:

    we called that as kodong….

  2. skyunhas says:

    semoga Tuhan membalas uang yang anda keluarkan…

  3. onezonemine says:

    skyunhas said: we called that as kodong….

    what is ‘kodong’ ?hehe belom ngerti nih

  4. onezonemine says:

    skyunhas said: semoga Tuhan membalas uang yang anda keluarkan…

    uangnya jangan dibalas, tapi saya aja yang fdapat ganti, hehehe, perhitungan banged yaks? :p

  5. afhien says:

    skyunhas said: semoga Tuhan membalas uang yang anda keluarkan…

    Rejeki buat sopir taksinya….🙂 bakal diganti kok mba sama yang ngasih rejeki,…🙂

  6. onezonemine says:

    skyunhas said: semoga Tuhan membalas uang yang anda keluarkan…

    yo i, percaya banged! rizki udah diatur

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s