cerita dari Pulau Bawean


Tanggal 19 November yang lalu saya berangkat ke pulau Bawean. Pulau Bawean itu terletak di antara pulau Jawa dan Kalimantan. Secara administrasi, dua kecamatan yang ada di Pulau Bawean masuk dalam wilayah kabupaten Gresik.

Saya ke Pulau Bawean ditemani seorang kakak kelas. namanya Mbak Hidayah. saya dan mbak Hidayah berjanji ketemu di Manyar jam 5.30 atau maksimal jam 6.00 karena kata Pak Pancono, jam 7.00 kami harus di pelabuhan. padahal kapal berangkat jam 9.00 takutnya tidak dapat tempat duduk karena kami kebagian tiket kelas ekonomi.

jam 6.00 mbak Hidayah baru keluar Paciran. MasyaAllah padahal itu belum sepertiga perjalanan. akhirnya aku menjemput mbak Hidayah di Sidayu. Tengah2 dari masuk wilayah Panceng dan Manyar.

Akhirnya saya bertemu Mbak Hid jam 6.45 di koramil sidayu, gara-gara saya kelewat jauh. Lalu saya ngebut sambil memboncengkan mbak Hid. Kebetulan pakai motor Revofit, jadi kecepatan maksimal cuma 80 km/jam (padahal kalau pakai Supra X 125 saya bisa ngebut sampai 90 km/jam). Dan pada akhirnya bis lebih dulu sampai di Manyar daripada saya dan Mbak Hid.

Dan jam 8.00 kami sampai di pelabuhan. belum sempat sarapan. kami kelaparan. mau keluar lagi tidak boleh. dan solusinya adalah kami memakan bekal yang untuk di pulau bawean. (sebab menurut info, tidak mudah menemukan toko di pulau bawean). akhirnya 3/4 bekal sudah habis.

lalu di kapal, saya takjub melihat laut yang luas. benar-benar luas tak berujung. selama dua jam lebih, pemandangannya sama. hanya awan yang berubah. dan awanpun tak bisa jadi penanda.

akhirnya saya sampai di pulau Bawean. Saya dan Mbak Hid tinggal di rumah Pak Anas dan Bu Dian. Sore hari saya dan bu Dian pergi ke rumah petugas. Subhanallah, pemandangannya itu benar-benar luar biasa. sampai lupa memfoto, saking takjubnya.

lalu hari Minggu saya berkeliling lagi. kebetulan saya ke Desa Balikterus, di mana di desa tersebut terdapat Danau Kastoba


Subhanallah, lagi-lagi saya katakan, pemandangannya sangat-sangat bagus. di lihat dari sisi yang berbeda pemandangannya nampak berbeda-beda. namun sangat sayang, pulau Bawean termasuk daerah sulit. butuh banyak perbaikan infrastuktur. terutama jalannya. jalan yang menghubungkan satu dusun dengan dusun lain. jarak satu dusun dengan dusun lain itu sangat-sangat jauh. dan kalau malam pasti sangat gelap, karena tidak ada listrik di sepanjang jalannya.

kembali ke perjalanan menuju danau Kastoba.
jalan di Desa Balikterus ini memang sangat parah. Jalannya sempit, rusak, banyak lubang, banyak batu besar ang licin, naik turun dengan sudut kemiringan yang besar terhadap arah horizontal (lebih dari 50 derajat), dan? kiri-kanan adalah jurang! saya dan mbak Hid sampai keringetan. saya minta mbak HId untuk moto pemandangan, tapi dia tidak mau. “Konsentrasi!” katanya

lalu, dari rumah terakhir sebelum ke danau, kami harus berjalan sekitar 1,5 kilo melewati 2 bukit kecil. ada yang menirik untuk diceritakan di perjalanan yang ini. ini tentang Pak Anas dan Bu Dian. Awalnya kami berlima, (pak Dullah-petugas dari desa BAlikterus-,saya, mbak Hid,pak Anas, Bu Dian) berjalan dengan urutan Pak Dullah, Pak Anas, mbak Hid, saya, lalu Bu Dian jauh tertinggal di belakang. tak lama kemudian, Pak Anas tak tega dengan bu Dian yang jauh tertinggal. Akhirnya Pak Anas tukar posisi di belakang saya. sehingga posisi menjadi = Pak Dullah, mbak Hid, saya,Pak Anas, lalu Bu Dian.

beberapa waktu kemudian saya menengok ke belakang. ternyata posisi sudah berubah. pak Anas jadi di belakang bu Dian. dari jauh, mereka nampak mesra (jadi mupeng deh, haha). lalu beberapa waktu kemudian saya nengok lagi ke belakang, ternyata ada yang berubah lagi. Sekarang pak Anas yang memakai tas perempuannya bu Dian. hahaha, saya tertawa dengan mbak Hid (mbak Hid sibuk berbincang2 dengan pak Dullah).

lalu beberapa waktu kemudian, saya tertarik untuk menengok ke belakang lagi. dalam hati saya menduga, jangan2 ada yang berubah lagi? jangan2 mereka tukar sandal? eh benar. bu Dian melepas sandalnya tapi di bawa sendiri. dan nanti pada perjalanan pulang, pak Anas yang menenteng sandalnya bu Dian.
Subhanallah, mesranyaaaa, bikin ngiri, hahaha.

lalu malam hari, pak Anas menawari saya dan mbak Hid berendam di sumber air panas dekat rumahnya. awalnya kami berfikir nanti kami berendam sambil ngobrol di sebuah danau kecil yang berair hangat. dengan senang hati kami berangkat. waktu itu sekitar jam 19.30 dan keadaan benar2 gelap gulita.

ternyata? ketika sampai di tempat yang dimaksud banyak orang laki2 yang antri mandi. gilla! kami brdua akhwat di antara pria2 yang mau mandi? kami ngakak saja. lalu pak Anas meminta mereka mandi nanti saja. biar kami dulu. haha

dan ternyata lagi? tida ada danau kecil seperti yang kami bayangkan. hanya ada sumur kecil yang airnya sangat panas dan ditutup pada bagian atasnya. dan kami pun jongkok di atas tutup tersebut dengan kaki menjulur ke aliran air yang panas. sekitar setengah jam kami kumkum kaki sambil ngobrol. orang2 yang ngantri sepertinya gondok, apalagi kami tidak mandi, cuma kumkum kaki, haha

lalu besoknya, hari Senin, kami mampir ke pulau Selayar dan pantai kuburan panjang. lagi-lagi, jalannya sangat sulit. jadi, meski pemandangannya bagus tetap tidak bisa moto.

yah, itu sepetik cerita di pulau Bawean. masih ada beberapa cerita yang lain. mungkin lain waktu bisa ditulis.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in My Journey and tagged , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to cerita dari Pulau Bawean

  1. skyunhas says:

    saya juga mau ke pulau ini …tp blm ada uang dan kesempatan😀

  2. onezonemine says:

    skyunhas said: saya juga mau ke pulau ini …tp blm ada uang dan kesempatan😀

    haha, nabung dulu. pulau yang asik buat petualangan.

  3. Edy Setyawan says:

    Wah…pengin juga maen ke Bawean…
    paciran itu di lamongan ya mba?

  4. fotonya ga keliatan, mbak….

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s