Jilbabku

Sebenarnya sudah lama punya niat menceritakan soal ini, tapi tidak sempat menulis. Mumpung ada kesempatan. Bismillah,

 

Pastinya sudah banyak tulisan baik artikel maupun buku yang membahas tentang jilbab. Tentang dasar hukumnya, manfaatnya, tata caranya, bahkan sampai model-modelnya. Sekedar ingin share atau berbagi dengan teman-teman. Ini adalah kisah singkat saya hingga saya berjilbab seperti saat ini.

 

Semasa SD-SMP saya tampil agak metal ditambah sifat dasar saya yang tomboi. Saya tidak pernah memakai rok kecuali sekolah. Sampai SMA kelas II saya belum berjilbab. Bahkan rok sekolah saya satu jari di atas lutut. Parah ya? Astagfirullah…

 

Saat SMA, saya punya kakak kelas yang dekat dengan saya. Dia selalu memotivasi saya untuk berjilbab. Tapi bagi saya waktu itu terasa sangat berat. Membayangkan betapa panasnya nanti jika berjilbab dan belum lagi akan memakan banyak waktu kalau harus pakai jilbab. Lalu pada saat Ramadhan ketika saya kelas II, baru ada niatan untuk memakai jilbab. Dan itu baru sebatas niat. Saya butuh waktu mengumpulkan keberanian untuk melakukannya.

 

Barulah kelas III niat itu terlaksana. Kebetulan Mbak yang baik itu baru saja ganti seragam saat hampir lulus, jadi seragamnya langsung diwariskan pada saya. Haha. Ketika itu baru berjilbab jika ke sekolah saja. Bahkan saat olahraga juga saya lepas. Yeah namanya juga proses (hallah berapologi ).

 

Sampai pada saat kuliah saya memakai jilbab itu hanya saat ke kampus saja. Kalau ke luar ke warung atau membeli makan saya masih jarang berjilbab. Itu berlangsung sampai saya semester II. Saat itu saya memakai jilbab yang bagian depannya tidak panjang atau menutup dada. Lalu semester III sampai semester V saya belajar memakai jilbab yang menutupi dada dan saya juga belajar memakai rok. Barulah semester VI Alhamdulillah saya sudah pakai jilbab seperti sekarang.

 

Dulu memang saya sangat enggan memakai jilbab karena alasan ribet dan panas serta ‘tuntutan’ berjilbab. Tapi setelah saya pakai jilbab, apa yang saya kira dulu ternyata tidak terbukti. Justru, dengan berjilbab membuat saya lebih PD dan nyaman. Berjilbab pun, tidak akan merubah seseorang. Jilbab akan tetap membiarkan seseorang perempuan ‘be her self’. Saya dan teman-teman saya yang aslinya pethakilan, ya tetap saja pethakilan, hehehe. Berjilbab hanya akan membantu memotivasi untuk berusaha lebih baik. “Berjilbab itu untuk mengingatkan Mbak. Mengingatkan diri sendiri dan yang ada di sekitarnya.” Begitu kata seorang adik kelas saya waktu kuliah dulu.

 

Tidak ada kata terlambat untuk memakai jilbab. Kakak tertua saya baru berjilbab saat usianya hampir 35 tahun. Waktu itu dengan polos anaknya mengatakan, “Ibu kalau ke sekolahku tolong pakai jilbab dong? Akau kan malu. Semua temanku, ibunya berjilbab. Hanya ibu saja yang tidak.”

 

Pastinya ada banyak kisah tentang jilbab dari sekian banyak perempuan di dunia ini. Yang namanya perempuan itu kodratnya memang suka berdandan, setomboi apa pun dia. Dan jilbab juga bisa menjadi salah satu media berdandan itu

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Jilbabku

  1. elywidya says:

    semoga tetep istiqomah Aamiin

  2. afhien says:

    Keep istiqomah dan jangan jadi yang aku takutin itu ya Na…🙂

  3. nengconny says:

    siiip sista..terus istiqomah ya

  4. onezonemine says:

    @ Mbak El, Afin, Ukh Conny : Amiiiin, doakan ya🙂

  5. nengconny says:

    huuh ukhty….eh ntar malem temenin sms’an ya..he he he he

  6. onezonemine says:

    nengconny said: huuh ukhty….eh ntar malem temenin sms’an ya..he he he he

    wani piro?kmrn sms ku ae gak dibales? -.-!yo anti sing sms disith, ngko tak itung, per smse ono tarife

  7. nengconny says:

    nengconny said: huuh ukhty….eh ntar malem temenin sms’an ya..he he he he

    lali ukh…wes tekdung soalne..he he

  8. Pingback: Tak Perlu Alasan | Dyah Sujiati's Blog

  9. Pingback: Jilbab Itu Bukan Jaminan dan Bukan Ukuran | Dyah Sujiati's Blog

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s