Tanpa Pilihan

Sering kali di jalan, di pasar, di kereta, atau di mana saja, tiba-tiba ada seorang yang meminta (baca=pengemis, maaf). Orang itu masih muda, dalam kisaran usia produktif, sehat, dan tidak cacat. Rasanya kok gimana gitu ya?

Kalau saya naik kereta Logawa, selalu ada orang yang meminta-minta. Sehari bisa lebih dari 10 oranng. Dari dulu awal naik kereta sampai kemarin yang terakhir, orangnya kebanyakan ya itu-itu saja. Ada seorang bapak yang berpu-pura buta pakai kacamata hitam dituntun seorang anak muda (karena saya pernah melihat bapak itu duduk di bawah pohon di sebuah stasiun tanpa kacamata dan ternyata bapak itu tidak buta), ada seorang bapak yang berpura-pura jalan pincang, ada seorang ibu yang menggendong bayi –yang dari dulu bayinya segitu terus-, ada seorang bapak dan seorang ibu yang beliau benar-benar tidak bisa melihat. Dan di pasar Babat juga ada dua orang nenek peminta-minta yang kebetulan tetangga teman ibu saya. Mereka sebenarnya orang yang kaya. Pekerjaannya dari muda memang seperti itu.

Tidak bisda berfikir dan speechless kalau usai bertemu dengan yang seperti itu. Tak habis pikir. Entahlah. Bagi mereka yang sehat, apakah benar-benar tak punya pilihan? Malah kadang (bahkan sering) kalau tidak dikasih malah mengomel.

Pertengahan November kemarin saya melakukan verifikasi data PPLS di Kecamatan Gresik. Saya mendatangi setiap rumah yang menjadi sampel. Sebagian besar yang saya datangi adalah para lansia. Rumahnya sangat-sangat tidak layak huni. Banyak di antara mereka yang sudah tidak punya keluarga dan sebagian yang lain justru tinggal bersama cucunya. Dengan kata lain, menghidupi dirinya sendiri dan cucunya itu. Saya berusaha keras menahan air mata agar tidak menetes. Karena saya pun tak bisa berbuat apa-apa untuk mereka. Malah menyita waktunya untuk meminta keterangan.

Sebagian besar lansia itu bertahan hidup dengan meminta-minta. Dulunya mereka ada yang bekerja sebagai tukang cuci atau pembantu rumah tangga atau pemulung atau yang lainnya. Bahkan ada seorang nenek yang sudah tak lagi mampu berjalan, beliau mengesot untuk sampai pasar. Padahal jalan menuju rumahnya, MasyaAllah kotor dan becek.

Perasaan saya campur aduk setelah melihat semua itu. Mereka sangat berbeda dengan pemi nta-minta yang saya lihat selama ini. Selama ini saya sering bertanya-tanya, kenapa nenek tua itu masih meminta-minta? Bukankah seharusnya dia menikmati masa tua di rumah sambil bermain dengan cucunya? Tidakkah mereka punya anak? Dan pertanyaan itu terjawab sudah. Memang ada sebagian dari orang yang meminta-minta itu benar-benar tak punya pilihan.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Tanpa Pilihan

  1. afhien says:

    Sama na…tiap jum’at sepanjang jalan ke kantor ya itu2 aja yg minta… Mau ngasih kok ga ikhlas gara2 pnh baca pengemis pengahsilanya gilaaaa lebih dr gaji pns sebulan, ga ngasih liat raut mukanya yang udah tua kasian….

  2. onezonemine says:

    afhien said: Sama na…tiap jum’at sepanjang jalan ke kantor ya itu2 aja yg minta… Mau ngasih kok ga ikhlas gara2 pnh baca pengemis pengahsilanya gilaaaa lebih dr gaji pns sebulan, ga ngasih liat raut mukanya yang udah tua kasian….

    hahha, dilema memang fin, kalau liat yang udah tua. tapi ya itu, ada yang emang udah kebiasaan dari muda, jadi sebenarnya dia kaya. tapi ada juga yang memabg tak punya pilihan, seperti yang aku verifikasi itu😦

  3. Pingback: Mungkin Saja | Dyah Sujiati's Blog

  4. lazione budy says:

    di sebuah kampung di Indonesia ada mayoritas warganya adalah pengemis.

    Miris kan mendengarnya. Yang hebatnya mereka bukan orang miskin.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s