Arti Sebuah Kata ‘Rindu’

Kantor tempat saya bekerja terletak di tengah-tengah tambak. Jauh dari pusat kehidupan, meski kantor saya menghadap jalan utama yang menghubungkan Surabaya dengan Semarang.Termasuk warung makan, jauh dari kantor saya. Paling dekat adalah warung makan ‘Barokah’. Sekitar 200 meter dari kantor.

Kami, (saya, Dina, Bu Mus, dan Bu Ida) biasa membeli di situ. Sebab tidak ada pilihan lain. Petugas di warung itu sebut namanya Mbak Sum, berpawakan besar, tinggi, dan ‘garang’. Usianya sekitar 40 tahun. Dia adalah adik pemilik warung tersebut. Mungkin karena dia atau bagaimana, Mbak Sum itu suka sinis terutama dengan saya dan Bu Mus. Setiap kali salah satu dari kami yang datang ke Barokah, selalu ada hal yang menarik untuk diceritakan. Hampir setiap saya atau Bu Mus ke situ, selalu diomeli. Hahahaha, adaaaaa saja kejadiannya.

Beberapa hari yang lalu, saya datang ke Barokah dengan Dina. Ternyata Mbak Sum tidak nampak. Waaaah kami jadi rindu, saya dan Dina jadi merasakan rasa ‘rindu’ itu. Rindu akan kegarangannya, omelannya, gokil deh. (Soalnya kalau diomelin, kami malah ketawa, menikmati, hahaha). Ternyata benar, justru kalau tidak ketemu, kami malah kangen!

Lalu tadi pagi saya ke Barokah. Mbak Sum sudah berangkat. Lha? Saya kok senang ya melihatnya. Hahaha. Dan Mbak Sum juga tadi pagi ramah, ya meski tetap dengan kegarangannya, hehehe. Nampaknya dia juga rindu pada saya, Ahahaha

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Arti Sebuah Kata ‘Rindu’

  1. afhien says:

    diomeli gimanaa??

  2. onezonemine says:

    afhien said: diomeli gimanaa??

    Ada aja Fin. Contoh :1. Aku beli nasi kan. Ditanduki cukup banyak. Kan sayang kalau gak habis. Jadi aku bilang, “Buk nasinya sudah!” Eh apa respon orangnya? Biasanya kan gini, “Kok dikit amat Mbak?” Atau gimana lah. Tapi kalau Mbak Sum gak gitu kemarin, dia teriak gini, “Ya Allah Mbak! Mbak! Bikin aku kaget aja!” Ahahaha aku ngakak Fin2. Bu Mus beli nasi pakai balungan. Balungannya kan dipisah dalam mangkuk tersendiri. Waktu Mbak Sum ngasih ke Bu Mus itu tumpah. Harusnya kan Mbak Sum minta maaf ya, tapi itu nggak, malah nyalahin Bu Mus, Ahahaha. “Salahe, ibuke kurang tinggi!” Gitu coba?Dan masih banyak hal lain yang susah diceritakan Fin, tapi kita malah seneng ngelihatnya, ahahaha

  3. afhien says:

    afhien said: diomeli gimanaa??

    HAhahahahaaaaa…..ngekek aku naa…. hahahaa…apalagi yang pertama itu….

  4. onezonemine says:

    afhien said: HAhahahahaaaaa…..ngekek aku naa…. hahahaa…apalagi yang pertama itu….

    :Dmasih banyak yang lain juga Fin, yang lebih konyol :p

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s