Oleh-Oleh dari Bali # Episode ‘Tourism or Challenging?’

Libur imlek kemarin saya berkesempatan mengunjungi pulau Bali. Lepas kerja Hari Jum’at sore saya meluncur ke Bungurasih naik bis Wisata Komodo Jurusan Surabaya-Denpasar. Di Denpasar saya akan bertemu dengan Mbak Destha yang lebih dulu sampai. Mbak Destha sedang ikut rombongan ayahnya wisata di Pulau Bali, lalu setelah saya sampai maka Mbak Destha akan berjalan-jalan dengan saya.

Jika sesuai jadwal, saya akan tiba di Denpasar sekitar jam 6-7 am WITA. Akan tetapi, karena longweekend jalanan jadi macet. Sehingga saya sampai terminal Ubung jam 12 WITA. Selama di Bali, saya mendapat pinjaman motor dari seorang teman. Namanya Ari. Rencananya, saya akan bertemu dengan Mbak Destha di Ubung lalu kami ke tempat Ari mengambil motor. Namun karena saya datang terlambat, maka rencana pun berubah, sebab Ari bekerja jam 8 sampai jam 5 sore. Maka diputuskan kami akan ke hotel dulu tempat Mbak Destha menginap, lalu Ari akan mengantar motor setelah kerja.

Mbak Destha ke Watubulan sambil menunggu saya. Mbak Destha sempat meng-sms saya agar saya ke hotel dulu lalu kami baru jalan-jalan esok hari. Tapi saya menolak. Kalau seperti itu ya sama artinya saya pindah tidur saja. Mbak Destha tinggal di hotel Nirmala. Dia mencari alamat hotel di Google yang menyatakan posisi hotel di daerah Jimbaran, Uluwatu. Dan itulah informasi yang dia kirimkan pada Ari. Maka Ari pun meminta kami ke Universitas Udayana di Jimbaran sehingga nanti dijemput Mas Sandi dan diantar ke hotel.

Tepat saat bus saya masuk terminal Ubung, Mbak Destha jalan kaki menuju tempat tunggu. Dan bertemulah kami. Kami lalu menuju Jimbaran sesuai instruksi dari Ari. Ternyata itu tempatnya sangat jauh dari Ubung. Kalau naik taxi bisa mencapai 200 ribu lebih, kalau naik ojek 50 ribu per orang. Hia? Mahalnyo? Akhirnya kami memutuskan naik bustrans Sarbagita. Sebelum sampai halte Tohpati kami nyarter angkot. Keren kan? Haha. Niatnya mau naik ojek ke Tohpati itu, tarifnya 20ribu per orang. Ah, Mahalnya? Lalu ada sopir angkot yang menawari mengantar sampai Tohpati dengan ongkos 40 ribu. Ya kami pilih angkot lah, malah di angkot bisa ngobrol-ngobrol, ehehee.

Setelah sekitar 30 menit menunggu, akhirnya datang bustrans yang kami tunggu. Lagi-lagi, jalanan macet. Hampir 2 jam perjalanan kami di bustrans itu. Dan ternyata bustrans yang kami naiki tidak melewati Universitas Udayana. Akhirnya kami pun turun di halte terdekat (lupa namanya) dan dilanjutkan naik taxi.

Sampai di Universitas Udayana, kami bingung, kemana pintu keluarnya? Haha, parah itu. Tak lama Mas Sandi menghubungi kami lalu menemukan kami di depan rektorat. Ternyata Mas Sandi menjemput kami tidak pakai motor tapi pakai mobil pribadi dengan Mas Yoga. Wah, lengkap lah jenis kendaraan yang kami naiki.

Tak perlu banyak cincong, kami menuju hotel Nirmala sesuai alamat yang Mbak Destha peroleh dari Google. Ketemu deh hotel Nirmala. TERNYATA?! Itu bukan hotel Mbak Destha menginap. Lalu kami diberitahu satpam tentang hotel Nirmala yang satu lagi. TERNYATA! Juga masih salah! Dan hotel Nirmala yang dimaksud justru berada di Denpasar, dekat dengan terminal Ubung! Jiah! Dasar Mbak Destha! -.-” Ini lah akibat terlalu percaya pada GOOgle!

Akhirnya kami tiba di kost Ari lepas Magrib lalu kami pergi makan malam dan diantar ke hotel oleh Ari dan Mas Kadek. Nah, satu lagi, kami dibonceng (saya dengan Ari, Mbak Destha dengan Mas Kadek), baru setelah itu kami bermotor sendiri. Lengkap benar jenis kendaraan yang kami naiki. Di tambah saya naik kapal sedang Mbak Destha naik pesawat. Jadi intinya, seharian itu kami cuma keder. Bukannya mengunjungi tempat-tempat wisata tapi malah keliling tidak jelas, haha.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in My Journey and tagged , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Oleh-Oleh dari Bali # Episode ‘Tourism or Challenging?’

  1. desthaonly says:

    =DD bakat nyasar. tapi hikmahnya nadalah qt lebih berhati2, karena ternyata Krisna ada d 4 tempat!!! bayangkan kalau aq jnjian ktmu rombongan d Krisna n kgk ktmu lantaran berbeda tempat. pantesan kok qt 2 kali nglewatin krisna tapi y kok jalanannya bedo?

  2. onezonemine says:

    Iya ntu manfaatnya buat Mbak, tapi ishin sama mas Sandi yang ngantar kita mutar-muter itu -.-!

  3. Pingback: Tag : A Real Blogger | Dyah Sujiati's Blog

  4. enkoos says:

    waqaqaqaqaq…. wisata juga tho namanya😛

  5. Pingback: Pantai Indrayanti – Jogja | Life Fire

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s