Mampir dan Jodoh?

Mungkin kami berjodoh atau menjadi bagian dari jodoh itu sendiri. Sejak awal kami bertemu di dunia maya, percakapan kami lancar dan mengalir begitu saja hingga akhirnya kami saling bertukar nomor hape. Komunikasi kami pun makin sering melalui sms. Apalagi bagi saya yang memiliki hape yang hanya melayani sms dan telpon dan saya pun tidak memiliki akun di jejaring sosial seperti facebook atau twitter dan sejenisnya, maka saya sering mengupdete status atau share aktivitas terkini viasms. Dan dia, menjadi salah seorang yang menerima sms status saya tersebut.

Pertama kami berkenalan adalah awal tahun 2012. Jadi baru sekitar 1,5 bulan ini kami saling berkomunikasi. Kami belum pernah bertemu meski ia sudah melihat foto saya dengan jelas tapi saya belum, karena foto di jejaring sosial miliknya sangat kecil jadi tidak jelas raut wajahnya. Tapi entah, saya nyaman-nyaman saja bercerita padanya. Bahkan tentang hal yang cukup rahasia, yaitu tentang impian saya.

Dia berasal dari Denpasar dan sedang kuliah S2 di Bandung. Kemarin dia berangkat dari Bandung untuk pulang ke Denpasar dalam rangka liburan. Dia memberitahu saya viasms. Lalu tadi sore saya baru tahu kalau ternyata dia naik bus Pahala Kencana lewat Pantura. Wah? Jelas itu lewat Gresik. Dan kantor saya menghadap jalan utama yang pasti dilewati bus tersebut.

Entah dengan alasan apa yang tak bisa didefinisikan, saya ingin melihat dirinya secara langsung. Saya berharap, jika nanti bus yang dinaikinya melintas di depan kantor saya, maka dia akan berdiri melambaikan tangannya untuk saya. (Seperti yang dulu pernah terjadi waktu saya dari Purwokerto melewati rumah sahabat saya di dekat Purbalingga yang menghadap jalan raya. Dia menunggu saya di depan rumahnya dan begitu bus yang saya naiki melintas, saya melambaikan tangan. Jadi saya bisa melihatnya dan dia pun melihat saya. Bahagia rasanya, seolah waktu berhenti untuk kami. Memberi kami kesempatan untuk saling menyapa walau hanya sepersekian ribu detik.) Saya hanya berharap seperti itu saja. Kebalikan dulu, saya yang diam menunggu sedang dia di bus melambaikan tangannya untuk saya. Jadi kami bisa saling melihat satu sama lain. Itu sudah cukup untuk melepas rindu. Sederhana sekali bukan?

Awalnya saya mendapat informasi dari seorang teman kalau jam 5 sore posisi di Sumedang maka akan melintas Gresik pukul 2 atau 3 dini hari. Ah, sempat kecewa diri ini. Ternyata Allah Maha Penyayang, bus melintas Gresik jam 7 lewat. Saya sudah stand by di kantor, sambil terus memegang hape untuk mengetahui keberadaannya. Kantor saya berada setelah pom bensin kalau dari arah Semarang. Biasanya, di pom tersebut bus berhenti. Entah mengisi BBM, ada penumpang yang ingin ke toilet, atau menurunkan penumpang –karena memang di situ tempatnya-.

Saya menunggunya sambil sarapan, tiba-tiba dia sms katanya sudah di pom. Saya langsung berlari keluar meninggalkan makanan saya. Saya menuju pom dan tidak melihat ada bus Pahala Kencana. Lalu dia menelpon ternyata di pom yang sebelah barat lagi. Tak lama setelah itu dia sms katanya baru lewat pos polisi. Wah sudah sangat dekat itu! Saya mendongak dan melihat bus Pahala Kencana dari arah barat. Bus mendekat dan saya lihat tulisan di depannya ‘BANDUNG-DENPASAR’. Pasti ini! Seru saya dalam hati.

Dari luar, saya pun melihat ada orang berlari turun tergesa-gesa. Akhirnya kami bertemu. Bahagia sekali rasanya. Sementara pek kernet menurunkan bawaan penumpang yang turun, kami berpelukan dan menjadi kehebohan. Pokoknya sangat senang. Lalu saat dia naik bus dan bus mulai berjalan saya melambaikan tangan untuknya. Subhanallah, benar-benar tidak menyangka. Dia dari Bandung mau ke Denpasar dan mampir sejenak di Gresik.

Mengutip kalimat yang ditulisnya, “Kalau jodoh pasti dimudahkan itu menurutku, sesulit apapun prosesnya, diri dan hati ini merasa lapang dan kuat untuk menjalaninya. Hmm,, sesulit apapun prosesnya, hati kita menerimanya dengan mudah.” Termasuk dalam hal teman, pekerjaan, tempat tinggal, atau apa pun jika kita merasa mudah dan cocok, itulah jodoh. Seperti yang terjadi di antara kami. Dan mungkin hanya terjadi pada kami. Saya dan Mbak Linda Shabrina namanya, teman mp.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Pertemuan (Kopi Darat) and tagged , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Mampir dan Jodoh?

  1. puritama says:

    “… kami berpelukan dan menjadi kehebohan.”wah…rasanya baru kali ini ada yg seperti ini.’kopdar’nya sekilas begitu saja lewat bis…😀

  2. onezonemine says:

    puritama said: “… kami berpelukan dan menjadi kehebohan.”wah…rasanya baru kali ini ada yg seperti ini.’kopdar’nya sekilas begitu saja lewat bis…😀

    Ahahaha, kopdar yang berbeda kan? hehehe

  3. afhien says:

    puritama said: “… kami berpelukan dan menjadi kehebohan.”wah…rasanya baru kali ini ada yg seperti ini.’kopdar’nya sekilas begitu saja lewat bis…😀

    hihihihiiiiiiiiiii

  4. onezonemine says:

    afhien said: hihihihiiiiiiiiiii

    😀

  5. afhien said: hihihihiiiiiiiiiii

    hehe, maaf y mb aq sempet brfikir yg aneh tadi.

  6. rindupurnama says:

    afhien said: hihihihiiiiiiiiiii

    Owh..teh Linda to yang dmaksud..Baru tau kalo teh Linda orang Denpasar..hehe

  7. aysicemutz says:

    afhien said: hihihihiiiiiiiiiii

    aku ketemu suamiku via chatting🙂

  8. onezonemine says:

    afifahthahirah said: hehe, maaf y mb aq sempet brfikir yg aneh tadi.

    Ahahaha, #manggut-manggutknp bisa?

  9. onezonemine says:

    rindupurnama said: Owh..teh Linda to yang dmaksud..Baru tau kalo teh Linda orang Denpasar..hehe

    Iya. ihihihi, baru tau yaa🙂

  10. onezonemine says:

    aysicemutz said: aku ketemu suamiku via chatting🙂

    Ohya?cerita dunk Mbak?

  11. bundel says:

    aysicemutz said: aku ketemu suamiku via chatting🙂

    Aih……. menyenangkan sekali ya nak?1Subhanallah, kalau Tuhan yang berkehendak walau bagaimana pun juga pasti terjadi🙂

  12. aysicemutz said: aku ketemu suamiku via chatting🙂

    Numpuk2 bgt ni d hp bacanya –a

  13. onezonemine says:

    bundel said: Aih……. menyenangkan sekali ya nak?1Subhanallah, kalau Tuhan yang berkehendak walau bagaimana pun juga pasti terjadi🙂

    Iya Bu bethul sekali :)Dan setelah pertemuan itu kami jadi seringggg sekali telpon dan curhat2an, hehehe

  14. onezonemine says:

    langitshabrina said: Numpuk2 bgt ni d hp bacanya –a

    ya Hp-nya jangan ditumpuk-tumpuk dunk Mbk >.<Hehehe

  15. Pingback: Tag : A Real Blogger | Dyah Sujiati's Blog

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s