Ketemu Jodoh di Angkot

Minggu pagi 4 Maret 2012, entah yang keberapa aku naik angkot hijau jurusan Wilangun. Aku hendak pulang ke rumah yang seharusnya dan sewajarnya itu tinggal naik bus dari depan kantor lalu turun di Babat. Di Babat, biasanya dijemput kakak. Perjalanan sekitar 1 jam 15 menit kalau arus lalu lintas lancar dengan ongkos 5 ribu rupiah. Akan tetapi, kemarin itu aku sengaja memutar pantura, yaitu Gresik-Wilangun-Paciran-Tuban-Bojonegoro-Babat yang menghabiskan waktu 7,5 jam. #Settres?#

Aku naik angkot menuju Wilangun agar dapat tempat yang nyaman di bus yang menuju Paciran. Karena sebenarnya bus itu bisa si-stop dari depan kantor, tapi seringnya sudah penuh.

Terlepas dari berapa usiaku saat ini, sebagian besar teman-temanku sedang dalam masa galau, sehingga aku pun ikut-ikutan #Eaaa# Karenanya, aku selalu berusa mengambil ibrah dari setiap peristiwa yang aku lihat atau alami. Sesederhana apa pun itu. Seperti Minggu kemarin di angkot itu.

Di perempatan Kebomas, ada seorang mas-mas naik, Sebutlah namanya Mas A. Wajahnya nampak kusut dan sedikit galau (kalau boleh kubilang demikian). Dia menjepit rokok di antara dua jarinya. Begitu dia naik, dia melihatku dengan wajah dan tatapan yang sangat galak padanya. Mungkin aku orang paling seram yang ditemuinya sejak dia membuka mata hari itu. Mas A sepertinya sadar bahwa aku tidak menyukai rokoknya. Dia lalu melempar keluar sisa rokok di jarinya itu. Tak lama kemudian, ekspresiku tak sejudes tadi. Legalah hati Mas A. Hehehe.

Lalu di perempatan Sentolang (setelah Kebomas) ada Mas B naik. Dia duduk di sebelah Mas A, tapi jaraknya agak berjauhan karena angkot sangat-sangat longgar.

Baru duduk, Mas B menelpon seseorang. Kurang lebih begini yang diucapkannya, ” Aku pusing. Aku sudah cari orang. Dapat sih. Tapi mereka tidak mau berangkat hari ini. Ya nggak tau lagi. Susah cari orang itu. Sudah kubilang, 75 per hari.”

Suara Mas B keras dan terdengar jelas. Saya sebenarnya tidak memperhatikan dan tidak tertarik sama sekali. Tapi ternyata Mas A tidak. Dia menoleh pada Mas B.

“Mas, sampean nyari orang ya? Saya mau Mas.”

Mas B sedikit kaget dan spechless.

Kerja bangunan kan?”

“Eh iya!” Mas B mengangguk dan senang. “Sampean tukang atau kuli?”

“Tukang. Mengerjakan apa Mas?”

“Pagar. Sampean sudah bawa ganti?”

Saya tidak tahu Mas A akan kemana. Akan tetapi dia berpakaian rapi meski wajahnya nampak kusut dan galau.

“Belum.” Mas A menggeleng.

“Tapi bawa KTP?”

“KTP saya sudah mati. Tinggal SIM”

“Oh tidak apa-apa nanti saya yang tanggung. Sekarang ikut saya langsung ya?”

“Iya!” Jawab Mas A sambil tersenyum dan mengangguk serta menjadi ceria.

Subhanallah, semudah itu Allah beri pekerjaan untuk Mas A dan sekaligus pertolongan bagi Mas B. Setelah percakapan itu mereka lalu mengobrol, menanyakan asal-usul, dan lain-lain. Saya sempat dengar, kalau proyek yang dipegang Mas B itu berkesinambungan. Kalau kerja Mas A bagus, Mas A bisa lanjut.

Begitu tiba di perempatan Veteran mereka turun. Saya lihat mereka menyebrang dan berjalan beriringan. Padahal tadi awalnya Mas A akan turun di Wilangun.

Begitulah skenario Allah yang Indah dan Tak Terduga. Benar-benar Allah Maha Keren lagi Maha Kreatif! Entah bagaimana, yang jelas (menurut saya) itu adalah bagian dari rangkaian takdir kehidupan yang panjang ke depan. Mas A, Mas B, dan pekerjaan itu adalah jodoh.

Dan hal itu membuat saya semakin yakin betapa Maha Kuasa Allah dan Allah pasti punya skenario tersendiri untuk mempertemukan saya dengan jodoh saya, juga teman-temanku dengan jodoh mereka masing-masing.

#Maaf kalau hal itu ‘terlalu sederhana’ untuk sebuah analogi yang luas#

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Jodoh and tagged , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Ketemu Jodoh di Angkot

  1. faziazen says:

    ya Allah, 7,5 jam perjalanan

  2. onezonemine says:

    faziazen said: ya Allah, 7,5 jam perjalanan

    Iya, Hehehe, galau Mbak, hehehe

  3. faziazen says:

    faziazen said: ya Allah, 7,5 jam perjalanan

    untungnya selamat sampai rumah

  4. onezonemine says:

    faziazen said: ya Allah, 7,5 jam perjalanan

    Iya Alhamdulillah

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s