Perpisahan, Hal yang Selalu Membuatku Menangis

Langit sore kemarin sangat kelabu dan hujan turun rintik-rintik. Sangat berpotensi membuat hati merasa sedih dan sangat mendukung yang empunya sedih untuk menangis. Termasuk saya, yang (untuk hal-hal tertentu) sangat-sangat melow.

Kemarin itu mendapat kepastian dari seorang teman. Bahwa dia benar-benar akan pergi. Hal yang sangat tidak kusukai di dunia ini, perpisahan dan ditinggalkan.

Kiranya, kurang lebih satu tahun aku mengenalnya dan kami berteman. Maret tahun lalu saat pertama saya masuk kantor dan saat itulah kami dipertemukan. Saya lupa, bagaimana kesan pertama bertemu dengannya. Yang jelas, posisi saya duduk di sebelahnya. Dan sekarang, Maret tahun ini, dia pergi.

Saya dan dia adalah bagian dari jodoh. Kami baru mengenal dan banyak perbedaan antara kami. Namun, kami cepat akrab. Nyambung. Jika bersama, selalu ada yang dibicarakan. Tak perlu bingung mencari bahan obrolan. Semuanya mengalir begitu saja. Dan itu hal yang alami dan tidak bisa dipaksakan, itulah jodoh.

Banyak hal yang kami ceritakan sehingga kami saling tahu banyak tentang satu dengan yang lain. Hingga kami memahami lalu bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Hal yang kusuka darinya, dia sering memberiku masukan dan mengingatkanku ketika aku salah. Kami juga sering bertukar berita, saling mendukung, dan memberi masukan. Apalagi sesama galauers, hahaha!
Dia juga sangat baik padaku ketika saya sedang sakit. Ketika saya butuh rekan untuk melaksanakan tugas, dia juga orang yang ringan tangan.

Kebetulan, di kantor itu hanya saya dan dia yang belum menikah. Yang lain adalah bapak-bapak dan ibu-ibu serta Mbak-Mbak. Jadi kami seperti anak bungsu di rumah. Ada banyak kenangan saat kami bersama. Di mana ada kami, di situ pasti ramai. Kebetulan kami sama-sama orang yang cuek dan kalau tertawa itu ngakak. Kami sering kencan makan siang bersama, beberapa kali makan malam, dan sering kali makan pentol tusuk di alun-alun. Terakhir Kamis malam Jum’at kemarin ditemani hujan lebat [dan waktu itu saya sudah cemas bahwa dia akan pergi ].

Beberapa kali ada pelatihan, kami sering tinggal sekamar berdua. Kebetulan memang, sehingga kami jadi punya banyak waktu untuk menceritakan hal-hal yang sifatnya ‘secret’. Pun tidak jauh dari yang pernah diajarkan Rosulullah yakni jika ingin mengenal lebih dekat dengan saudara maka menginaplah di rumahnya. Lalu saat acara pelatihan berlangsung, sering sekali kami berdua jadi artisnya. Hehehehe! Banyak hal yang menjadi kenangan dalam kebersamaan kami. Tiap kenangan akan menjadi sebuah episode tersendiri.

Sama rasanya ketika dulu saya lulus kuliah dan pulang kampung. Sedih sekali berpisah dengan kakak-kakak (kelas), sahabat-sahabat, adik-adik, sedih berpisah dengan dunia kampus, dan lain sejenisnya. Teringat kenangan-kenangan yan pernah terjadi dan juga erbayang seperti apa ke depan. Sedih sangat. Tapi kali ini, rasanya bahkan lebih sedih. Mungkin karena baru setahun berteman dan belum siap berpisah. Sedang yang dulu itu kan memang sudah ada ‘persiapan’.

Meskipun kami baru berteman selama satu tahun, tapi rasanya sangat sedih dan berat untuk melepasnya. Meski di sisi lain saya juga bersyukur karena dia mendapat pekerjaan yang dia inginkan. Sedih dan berujung pada tangis. Itulah yang terjadi. Merasa kehilangan tentu saja. Teringat hal-hal yang pernah terjadi? Itu juga dan justru membuat rasa ingin menangis semakin menjadi.

Ohya, namanya Dina. Tersusun dari huruf yang sama dengan kata Dian, seorang sahabat yang sering bersama saat kuliah dulu. Semoga Allah merahmati dan memudahkan urusan-urusanmu Mbak! Kau akan merindukanku. (Lho? )

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Perpisahan, Hal yang Selalu Membuatku Menangis

  1. afhien says:

    pas kencan…malah sms aku… :p

  2. onezonemine says:

    Iye Lhaaa, kan update status, hihihi

  3. desthaonly says:

    Iye ni orang update status via sms baen, ora papa nggo ngguyu2an *smpe gondrong aq mbacanya😀. People comes and goes

  4. faziazen says:

    sebuah kisah klasik untuk masa depan

  5. Nanti pasti Allah beri pengganti.. Jadi nambah temen lg deh ^^

  6. onezonemine says:

    Mbak Destha : Ahahaha, bukannya udah gondrong ya? Qeqeqe. #Piish😀’ ‘Hiks, tapi aku tetep sedih dan gak suka dengan perpisahan :'(Mbak Zen : Iya :'(Mbak Linda : Amiiin

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s