Backpacker kok Naik Patas?! (part 2)

Melanjutkan perjalanan kami dari kota Semarang menuju Jogja, kami kembali naik bus patas. “Backpacker kok naik patas? Harusnya kan naik truk.” Kami berencana untuk tidur selama perjalanan tersebut, namun ternyata kami tak mampu memejamkan mata. Kami tetap ngobrol dan cekikikan di bus tersebut sambil menikmati pemandangan. Kebetulan saya sudah beberapa kali melintasi jalur tersebut, jadilah saya juga soktoy menceritakan perjalan saya dulu.

Beberapa hari kemudian saya baru bersyukur ‘untung kemarin di bus kami tak tidur’. Coba kalau tidur, “Mosok backpacker kok tidur di bus? Apa yang didapat?” Hehehe.

Kami juga masih belum mendapat kepastian akan tidur di mana. Sebenarnya sudah ada tumpangan lagi, tapi jauh dari Malioboro. Padahal kami sangat ingin ke sana. Dan akhirnya kami memutuskan menginap di rumahnya. Dia adalah teman facebook Conny, Mbak Iffah. Syukron Jazakumullah Mbak ^^)

Sekitar pukul 7.30 pm kami tiba di terminal Jombor, Jogja. Kami turun bersama banyak penumpang yang lain. Conny sudah maju sementara saya tertinggal di belakangnya, kami terpisah beberapa orang. Bisa dikatakan antrian turun itu cukup lama sedang Conny sudah sangat ingin keluar. Dia melihat tulisan di jendela “PAKAI ALAT INI UNTUK KEADAAN DARURAT”. Karena dia mengira saya di belakangnya, ”Ayuk Ukh, kita pecahkan saja. Terus kita lewat situ. Ini darurat!” Dia bilang sambil ngikik dan akan memegang tangan saya. Ternyata yang di belakangnya adalah seorang ibu-ibu. Ahaha!

Selanjutnya menuju rumah Mbak Iffah kami berniat naik taksi, ternyata mahal😥 dan tak bisa ditawar pula. Masak backpacker naik taksi nan mahal? Oh No! Akhirnya kami naik ojek.😀 Dan tukang ojek mengira kami akan kuliah di Jogja sedang yang satu mengira kami akan mencari kerja ‘o’.

Setelah makan, -yang ini berasa backpacker, karena kami tinggal di rumah orang ‘asing’ dan kami diberi makan, hahaha- kami main ke Taman Pelangi a.k.a Monumen Jogja Kembali yang disulap menjadi taman hiburan di malam hari. Kami pergi bermotor dan ditemani Ukhti Lilis, salah seorang anak kost di rumah Mbak Iffah. Tiket masuk seharga 15 ribu per orang. Kami pun bersenang-senang melihat-lihat permainan yang ada. Lalu kami meminjam sepeda. 15 ribu untuk 3 kali putaran. Karena sepeda hanya untuk berdua, akhirnya kami bergantian.


Pertama adalah saya dan Ukhti Lilis. Ternyata tidak semudah yang kami bayangkan untuk mengendarainya. Kami susah payah mengatur keseimbangan. Sementara itu, ukhti Lilis justru tertawa ngakak-ngakak sampai kami hampir terjebur kolam. Hahaha. Di tengah jalan, malah ada mas-mas yang menantang kami balapan. Waw, kami bersemangat sampai keringetan balapan. Seru sekali. Subhanallah😉

Esok pagi kami melanjutkan perjalanan setelah sarapan (gratis lagi, backpacker banget, haha). Pertama adalah ke Tugu utama Jogja. Conny ingin sekali foto di sana. Tapi sayang, kami kesiangan, jadi sudah ramai kendaraan. Tak jadi foto deh.

Lalu kami ke pasar Beringharjo. Kami membeli batik kembar. Dan itu adalah kali pertama kami beli sesuatu untuk diri kami sendiri saat pergi. Sebelumnya kami sama-sama belum pernah. ^^) Dia memilih warna pink dan saya ungu.

Selanjutnya kami ke benteng Vredeburg. Ingin sekali masuk tapi kami khawatir terlarut di dalamnya. Padahal kami punya janji bertemu dengan istri Ustad Cahyadi Takariawan dan kami juga ingin ke UGM. Jadi kami hanya di luarnya saja. Lalu kami berjalan menuju halte Taman Pintar. Kami melihat bangunan di sekeliling. Bangunannya tua dan kokoh membuat kami berpikir bahwa tempat ini terkesan ‘gothic’.


Ohya, kami juga sempat berantem. Gara-garanya begini. Saya ini susaaaah sekali kalau difoto itu dapat hasil yang bagus. Intinya tidak fotogenik lah. Sementara Conny sebaliknya. Jadilah hasil foto itu jika saya fotografer dan Conny fotomodel, lumayan bagus. Kalau sebaliknya, bisa ditebak sendiri lah. Jadinya kalau saya yang difoto itu ya bisa dibilang jelek. Saya tidak puas dan Conny bilang ‘tergantung fotomodelnya’. Saya tidak setuju dan saya katakan pada Conny, “tergantung fotografernya. Fotografer yang bagus itu bisa menghasilkan foto bagus tanpa bergantung foto modelnya.” Hahaha.

Tapi itu memperasyik pejalanan kami. Dengan perjalanan ini, justru kami semakin tahu banyak tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing dan kami pun menerima. Kami saling mengalah dan memahami satu sama lain. Kami gugurkan egoisme yang ada dalam diri kami. Jujur, karakter kami sangat berbeda. Tapi Subhanallah, persaudaraan adalah tempat penyamanan berbagai karakter, bukan penyamaan. ^^) Hmmm, bagi teman-teman yang baru menikah, kami sarankan untuk backpacker saja sebagai honeymoon ;D

Setelah berjalan-jalan di daerah Malioboro, kami menuju UGM. Kami numpang sholat di masjidnya. Perjalanan dari halte sampai masjid cukup jauh. Ingin naik becak, tapi tidak ada. Hehehe!

Usai sholat kami menuju Masjid Muadz bin Jabal. Kami berjanji untuk bertemu dengan Ustadah Ida, istri dari Ustad Cahyadi Takariawan. Subhanallah, tidak menyangka, beliau bersedia meluangkan waktu bertemu dengan kami di tengah kepadatan aktivitas beliau. Dan kami pun kopdar dengan Mbak Wiwik di sana. Hmmm, menyenangkan bertemu dengan banyak orang orang.

Setelah itu kami diantar Mbak Wiwik menuju Masjid Mataram. Kami sholat dan istirahat sejenak di sana. Ada hal yang sangat mengagumkan yang kami lihat. Sekelompok kakek-kakek sedang belajar dan berdiskusi di teras masjid. Waw! Semangat belajar mereka sangat tinggi, jadi malu😥


Akhirnya tiba saat kami pulang. Saat bus datang, kami masih berada pada jara sekitar 100 meter dari bus, dan kami melihat ada banyak penumpang yang akan naik. Maka, kami pun berlari (lagi) agar kebagian tempat duduk satu bangku. Alhamdulillah dapat. Lalu, karena kami masih ketagihan menawar harga bus patas seperti saat berangkat, kami pun mencoba menawar. Sayang, kondekturnya jahat. Bukannya dapat diskon, malah kena omel, hahaha. Kami cekikikan saja setelahnya.

Ada banyak hal dan hikmah yang kami petik dalam perjalanan kami. Kami belajar banyak hal. Meski tidak semuanya bisa diceritakan dalam satu tulisan ini. Akan tetapi menjadi kenangan indah bagi kami. A moment to remember, rasanya sangat tepat untuk mewakili kisah perjalanan yang kami sebut backpacker ini. Meskipun, backpacker kok naik Patas?

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in My Journey and tagged . Bookmark the permalink.

22 Responses to Backpacker kok Naik Patas?! (part 2)

  1. puritama says:

    onezonemine said: Jadilah hasil foto itu jika saya fotografer dan Conny fotomodel, lumayan bagus.

    paham kok, paham… <—- saksi mata saat di lawangsewu

  2. puritama says:

    onezonemine said: Jadilah hasil foto itu jika saya fotografer dan Conny fotomodel, lumayan bagus.

    ngomong”…. itu poto baris akhir…yg satu tegak yg satunya kok miring…😄

  3. onezonemine says:

    onezonemine said: Jadilah hasil foto itu jika saya fotografer dan Conny fotomodel, lumayan bagus.

    Ahahaha. Asiiik Terima kasih, terima kasih😀

  4. onezonemine says:

    puritama said: ngomong”…. itu poto baris akhir…yg satu tegak yg satunya kok miring…😄

    Nah, yang tegak == emang Conny bakat fotomodelyang miring?😦

  5. aysicemutz says:

    puritama said: ngomong”…. itu poto baris akhir…yg satu tegak yg satunya kok miring…😄

    bekpekernya modal dikit ini mah…hahahaha..duh kangen jogjaaaaaaaaaa… tunggu aku ya jogja…juli ini..!

  6. onezonemine says:

    puritama said: ngomong”…. itu poto baris akhir…yg satu tegak yg satunya kok miring…😄

    Ahaha, namanya juga backpaker Mbak. Semakin hemat semakin mantabbb :E

  7. onezonemine says:

    aysicemutz said: bekpekernya modal dikit ini mah…hahahaha..duh kangen jogjaaaaaaaaaa… tunggu aku ya jogja…juli ini..!

    Ya, Jogja sudah menunggu engkau, Mbak:D

  8. nengconny says:

    aysicemutz said: bekpekernya modal dikit ini mah…hahahaha..duh kangen jogjaaaaaaaaaa… tunggu aku ya jogja…juli ini..!

    ternyata ooh ternyata….

  9. armyofroses says:

    aysicemutz said: bekpekernya modal dikit ini mah…hahahaha..duh kangen jogjaaaaaaaaaa… tunggu aku ya jogja…juli ini..!

    CIEEE

  10. onezonemine says:

    nengconny said: ternyata ooh ternyata….

    Apanya?😕

  11. nengconny says:

    onezonemine said: Apanya?😕

    kita lanjut backpaker ke kebun teh malang ntar…:-)

  12. ergiwhey says:

    onezonemine said: Apanya?😕

    kyaaaaaa…..kalo mau backpacker-an ajak2 dwonk!!! #pasangtampangmemelas

  13. onezonemine says:

    ergiwhey said: kyaaaaaa…..kalo mau backpacker-an ajak2 dwonk!!! #pasangtampangmemelas

    Ahahahaha! Itu tuh udah ada yang nawarin ke kebun teh, ;p

  14. onezonemine says:

    nengconny said: kita lanjut backpaker ke kebun teh malang ntar…:-)

    Naik bus patas lagi kan? ;p

  15. ergiwhey says:

    nengconny said: kita lanjut backpaker ke kebun teh malang ntar…:-)

    ikut….. T_T

  16. nengconny says:

    onezonemine said: Naik bus patas lagi kan? ;p

    motor lah…..:-D

  17. onezonemine says:

    ergiwhey said: ikut….. T_T

    Ayoooo😀

  18. onezonemine says:

    nengconny said: motor lah…..:-D

    Motore patas gak?Hahaha

  19. nengconny says:

    onezonemine said: Motore patas gak?Hahaha

    numpak becak ae…:-D

  20. onezonemine says:

    nengconny said: numpak becak ae…:-D

    nek becak’e patas aku gelem, wkwkwk

  21. Pingback: Tag : A Real Blogger | Dyah Sujiati's Blog

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s