Kisah Cinta Mbak Mey

Kisahnya cukup unik dan menarik untuk diceritakan. Kisah Mbak Mey dan suaminya. Mbak Mey yang saya ceritakan di sini.

Katanya, dulu saat masih SMA mbak Mey mendapat surat dari suaminya itu. Yah mungkin sebenarnya hanya surat cinta biasa anak SMA/anak ABG yang biasa kita kenal dengan cinta monyet. Tapi Mbak Mey anggap itu serius sementara sejak SMA Mbak Mey sudah paham tentang apa itu pacaran. Jadilah dia menolak dan mengatakan bahwa dia tidak ingin pacaran. Kalau mau menunggu, nanti setelah lulus kuliah lamar aku. Begitu katanya dengan tegas.

Setelah itu tidak pernah terjadi apa pun. Mbak Mey tidak pernah memikirkannya. Apalagi jaman itu hp masih jadi barang mewah. Praktis ‘the end’ mereka berdua.

Ternyata tidak demikian dengan suami Mbak Mey. Begitu Mbak Mey lulus kuliah, langsung lah suaminya itu melamar. Padahal waktu itu suaminya masih mahasiswa. Dengan proses yang cepat akhirnya mereka menikah. Kalau tidak salah ingat, hanya beberapa minggu setelah lamaran mereka menikah. Subhanallah ^^)

Rasa malu-malu, berpakaian lengkap di hadapan suami mewarnai awal pernikahan mereka.

“Kami sangat menikmati proses itu Dyah. Nikmatnya pacaran setelah menikah. Hal yang tidak akan pernah dirasakan oleh mereka yang pacaran.” Katanya padaku.

Karena masih harus melanjutkan studinya, akhirnya Mbak Mey ikut suaminya ke Jogja. Mereka tinggal di kost tapi tidak sekamar. Saya ngakak mendengarnya. Sampai saat itu, mereka belum pernah kontak fisik sampai tidak sengaja tangan mereka senggolan. Dan apa yang terjadi? Mereka sama-sama wedangen. Istilahnya orang Jawa untuk telapak tangan yang terasa panas usai memegang cabe.

“Kami ketawa saja Dyah.” Katanya. “Benar-benar menyenangkan rasanya. Dan aku pun memamerkannya pada teman-temanku yang pacaran. ‘Kalian pasti tidak pernah merasakannya bukan?’ Pokoknya banyak sensasinya. Sangat berbeda kalau seandainya sudah pacaran.”

Saya terus ketawa mendengar cerita-ceritanya. Dan ‘pacaran’ seperti itu sampai 8 bulan setelah sah sampai mereka tinggal sekamar seperti pasangan suami-istri lainnya.

“Jadi, kami pacaran selama 8 bulan.” Katanya sambil tersenyum.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Jodoh and tagged , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Kisah Cinta Mbak Mey

  1. onezonemine says:

    Editted Fin, thanx koreksinya🙂

  2. nengconny says:

    keyyeeeennnn ;-p

  3. onezonemine says:

    nengconny said: keyyeeeennnn ;-p

    mesti muppeng ;p

  4. nengconny says:

    onezonemine said: mesti muppeng ;p

    hu’uh..mupeng berat#lhoh…#ngikik

  5. rudal2008 says:

    onezonemine said: mesti muppeng ;p

    Ha…? Aku nggak bisa seperti itu hahaha…..Masa sdh nikah pisah ranjang pula…

  6. nengconny says:

    rudal2008 said: Ha…? Aku nggak bisa seperti itu hahaha…..Masa sdh nikah pisah ranjang pula…

    karena masih malu pak…:-D

  7. onezonemine says:

    rudal2008 said: Ha…? Aku nggak bisa seperti itu hahaha…..Masa sdh nikah pisah ranjang pula…

    Mereka pacaran dulu itu, macam di film Korea, hahaaTapi pacaran setelah menikah, jadi berkah, hehehe

  8. onezonemine says:

    nengconny said: karena masih malu pak…:-D

    Hahahaa, iya mungkin

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s