Di Antara Batasan dan Proses Itu Ada Ujian


Dulu saya pernah berdiskusi dengan mbak Linda tentang ‘pelanggaran-pelanggaran’ selama penantian. Begitu banyak fenomena yang kami temui yang membuat sesak dada ini bernafas. Ada banyak orang yang kami kenal, bahkan sebagian adalah orang yang dekat dengan kami.

Saya bersyukur kepada Allah karena ujian yang diberikan kepada saya dalam masa penantian ini tidaklah terlalu berat. Allah hanya menyuruh saya bersabar dan berusaha. Dan Allah tidak membenturkan saya pada pilihan-pilihan yang sulit atau pun berurusan dengan virus merah jambu. Karena siapapun jodoh saya, sesungguhnya ia telah tertulis di Lauhul Mahfudz. Mau dengan cara dengan cara yang baik maupun dengan cara yang haram, orang yang akan jadi suami saya ya tetap itu.

Maka saya pun berharap agar nanti jika saya sudah dipertemukan dengan calon suami, saya bisa menjaga hati sampai kami benar-benar halal satu untuk yang lain. Karena saya tahu, pada proses pertemuan, perkenalan, sampai ijabqobul masih ada batasan-batasan yang tidak boleh saya langgar.

Dan proses itulah yang nampaknya berat. Mungkin karena adanya asumsi bahwa saya pasti akan menikah dengannya, maka tidak masalah jika saya melanggar batasan tersebut. Padahal bisa jadi masih ada kemungkinan yang lain.

Ada beberapa akhwat yang begitu kuat ia menjaga diri dan hati tetapi goyah pada saat proses menuju pernikahnnya. Dulunya dia begitu tegas dan sungguh-sungguh menjaga prinsip. Namun, setelah lamaran yang berarti itu belum sah sebagai suami istri, dia telah begitu banyak melanggar batasan. Ya, batasan itu berbeda penafsirannya. Mereka yang sudah paham sampai di mana batasan itu, dia tahu di mana posisinya saat melanggar.

Saling panggil ‘sayang’, ‘umi-abi’, menanyakan setiap waktu kegiatan-kegiatannya, saling curhat, dan lain-lain sepertinya sulit dihindari. Entah siapa yang memulai, entah si akhwat atau si ikhwan. Akan tetapi seharusnya, jika benar-benar mencintai maka yang satu harus menghentikan yang memulai. Mengajaknya bersabar, hingga benar-benar halal.

Mengutip analogi dari Ustad Salim A. Fillah tentang membuat sup. Sup itu akan benar-benar nikmat jika dimakan setelah matang dan dibuat dengan racikan bumbu-bumbu sesuai dengan aturan. Ibaratnya, setelah lamaran itu berarti semua siap, sayur-sayur beserta bumbu. Proses mengolah sayur itu sampai menjadi sayur sop siap saji, itulah proses antara lamaran sampai ijab qabul. Jika selama proses itu sudah dikurang-kurang bumbunya, tentu sopnya tak kan sempurna bukan?

Ya, di dalam proses menuju pernikahan itu memang masih ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Dan itu adalah ujian dari Allah. Maka, dia harus memilih untuk lulus atau justru melanggarnya.


*Tulisan ini semata-mata saya tulis untuk melegakan hati saya dan akan menjadi pengingat bagi saya untuk sekuat tenaga menjaga hati ketika saya berproses nanti. Kan malluw kalau udah pernah menulis begini?!

*Gambarnya dari sini

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Jodoh and tagged , . Bookmark the permalink.

25 Responses to Di Antara Batasan dan Proses Itu Ada Ujian

  1. onezonemine says:

    *Maaf jika tulisan ini aneh dan di sini tidak ada referensi ilmiah yang saya sertakan. Tapi teman-teman bisa melihat/membacanya di twitter Ustad Fellixsiaw. Saya menemukan di jurnal kawan MP tapi saya lupa id-nya. Dan juga buku-buku yang ditulis Ustad Salim A. Fillah, Ustad Udik Abdullah, Ustad Fauzil Adhim, dll

  2. faridazp says:

    Semoga tetap dlm penjagaan Allah🙂

  3. onezonemine said: Maaf jika tulisan ini aneh dan di sini tidak ada referensi ilmiah yang saya sertakan

    It’s logical enough.

  4. onezonemine says:

    faridazp said: Semoga tetap dlm penjagaan Allah🙂

    Aminn.. Doain ya Mbak🙂

  5. onezonemine says:

    edwinlives4ever said: It’s logical enough.

    Thanks so much, Sir🙂

  6. edwinlives4ever said: It’s logical enough.

    Iya. Orang beriman pasti diuji dengan ujian yg sesuai dengan kadar keimanannya. ˆ⌣ˆ

  7. onezonemine says:

    langitshabrina said: Iya. Orang beriman pasti diuji dengan ujian yg sesuai dengan kadar keimanannya. ˆ⌣ˆ

    Iya, dan semoga kita bisa istiqomah ya Mbak.#eh itu gambar senyumnya pakai apa? ˆ⌣ˆ

  8. jaraway says:

    langitshabrina said: Iya. Orang beriman pasti diuji dengan ujian yg sesuai dengan kadar keimanannya. ˆ⌣ˆ

    ujian memang.. *sering dapet cerita..

  9. desthaonly says:

    langitshabrina said: Iya. Orang beriman pasti diuji dengan ujian yg sesuai dengan kadar keimanannya. ˆ⌣ˆ

    duh, sulitnya menjaga hati, letaknya tersembunyi, tapi geraknya nampak sekali. =) hati hati bawa hati. smg Allah memberkahi, amiiin

  10. nengconny says:

    langitshabrina said: Iya. Orang beriman pasti diuji dengan ujian yg sesuai dengan kadar keimanannya. ˆ⌣ˆ

    makanya ukh….ikuti cara ane..:-D

  11. onezonemine says:

    jaraway said: ujian memang.. *sering dapet cerita..

    Iya, dan itu berat.Ibarat orang puasa, udah 15 menit lagi buka sedang hidangan sudah tersaji di depan mata. berat kan?

  12. onezonemine says:

    desthaonly said: duh, sulitnya menjaga hati, letaknya tersembunyi, tapi geraknya nampak sekali. =) hati hati bawa hati. smg Allah memberkahi, amiiin

    Maksudnya apa ya Mbak? -.-a:p

  13. onezonemine says:

    nengconny said: makanya ukh….ikuti cara ane..:-D

    Ha? Cara apa?Yang ‘habis Isyak’ itu?hadehh dasar korban novel -___-

  14. nengconny says:

    onezonemine said: Ha? Cara apa?Yang ‘habis Isyak’ itu?hadehh dasar korban novel -___-

    iyooo habis isya’hehehe…

  15. onezonemine says:

    nengconny said: iyooo habis isya’hehehe…

    ya, semoga dimudahkan.

  16. nengconny says:

    onezonemine said: ya, semoga dimudahkan.

    Amin *teriak kenceng :-Dsama pak dokter😛

  17. onezonemine says:

    nengconny said: Amin *teriak kenceng :-Dsama pak dokter😛

    komen OOT ;p

  18. desthaonly says:

    onezonemine said: Maksudnya apa ya Mbak? -.-a:p

    gk tau tuhh, sy juga binun (- -)??

  19. onezonemine says:

    desthaonly said: gk tau tuhh, sy juga binun (- -)??

    Jiyaaaa?Haduh anda ini bagaimana, Mbak?Sy sudah bersiap membaca jawaban yang panjang eyyy

  20. yrproduction says:

    desthaonly said: gk tau tuhh, sy juga binun (- -)??

    pengen baca, tp msh kerja

  21. onezonemine says:

    yrproduction said: pengen baca, tp msh kerja

    Ya sudah, setelah kerja ke sini lagi aja🙂

  22. yrproduction says:

    yrproduction said: pengen baca, tp msh kerja

    ceritain aja bisakah?

  23. onezonemine says:

    yrproduction said: ceritain aja bisakah?

    Bisa.Mau kapan? :p

  24. onezonemine says:

    yrproduction said: ceritain aja bisakah?

    Na itu kan udah cerita, hishh -__-“

  25. pitaloka89 says:

    Sip!! Mantap. Hehe…

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s