This Just About Me and Chocolate

Gara-gara iseng ikut arisan di sini, tak disangka saya benar-benar dapat hadiah coklat dari Pak Edwin Sejak kecil saya memang suka sekali coklat. Dulu saat saya baru duduk di kelas 1 SD, saat itu kedua kakak saya sedang menuntut ilmu di bangku Universitas. Setiap bulan mereka pulang ke rumah dan setiap itu pula mereka memberi saya coklat. Merek yang selalu dibawakan kakak saya adalah ‘Silver Queen’.

Ketika saya diajak pergi oleh mereka maka yang saya minta pun berupa coklat. Tapi masa-masa bahagia bersama coklat itu hanya sampai saat saya kelas 5 SD. Karena setelah itu kedua kakak saya sudah menikah dan tidak lagi membelikan saya coklat. Namun demikian saya tetap menyukai coklat.

Sebagai anak yang tinggal di pelosok desa, maka mendapatkan coklat yang seperti dibawakan kakak saya itu menjadi sulit. Pun, saya juga harus nabung agak banyak untuk memperolehnya. Akhirnya saya sering beli coklat merk lain dan rasanya masih kalah dengan yang dibawakan kakak saya.

Sampai saat kuliah, saat saya lebih mudah mendapatkan coklat tersebut. Cukup dengan sekali memberi les privat saya sudah bisa dapat kemasan yang paling besar dua. Namun saat itu juga, saya jadi berat membelinya. Alasannya bisa di baca di sini dan di sini.

Sehingga saya kembali lagi, mencoba makanan coklat berbagai macam merek. Pokoknya yang ada di toko/minimarket/swalayan dan harganya terjangkau tentu saja. Hehee. NB : Segila apa pun saya terhadap makanan saya tidak/belum pernah hunting sedemikian rupa sampai harus merogoh kocek saya yang kanker atau harus mengeluarkan banyak energi untuk mendapatkannya.

Sampai saya menemukan merek lain, Cadbury. Sedikit lebih mahal dari pada yang dibelikan kakak saya. Karena saya pikir dia buatan Malaysia, jadi jauh dari alasan berat tadi. Menurut saya rasanya lebih enak dari yang diberikan kakak saya. Hmmm, senang! Ternyata? Setelah beberapa kali memakannya saya baru tahu dia juga termasuk. Sedih deh..

Saya kembali mencoba berbagai merek lagi. Hunting lagi. Sampai dapat merek ‘Lagi’e’ yang varietasnya ‘Twin’ (kalau tidak salah) rasa ‘Milk-Chocolate’. Belum ada iklannya. Atau mungkin ada tapi saya tidak tahu. Enak! Lega sekali hati saya. Di antara coklat-coklat biasa -dalam arti terjual bebas si toko/minimarket/swalayan-, dia lah yang paling enak versi lidah saya.

Ya bisa dibayangkan sendiri, betapa saya yang suka coklat ini dan baru menemukan rasa yang enak. Sebanding dengan yang diberikan kakak saya. Dan waktu itu pas ada arisannya Mbak Jar. Jadi memberi saya ide untuk mengungkapkannya dalam bentuk puisi. #Jiaaa!

Dari komen-komenan dengan Pak Edwin di puisi yang saya buat tersebut, Pak Edwin bilang bahwa ada coklat terbaik yang pernah ada dan beliau tidak pernah bohong soal coklat. Dan Pak Edwin pun mengirimkannya untuk saya.

Penasaran.

Sampai coklatnya tiba. Ada tiga varietas, selai mangga, coklat susu, dan dark. Hehehe

Enak betulll. Saya makan bersama teman-teman di kantor. Semua juga bilang, “Iya, ini enak!”

*Sempat smsan dengan Mbak Jar, katanya juga begitu. Bahkan ibunya yang tidak suka coklat sebelumnya, jadi suka sekali dengan merek itu.*

Coklat itu merek-nya ‘Monggo‘!

Dan betul, coklat paling enak yang pernah saya makan ya itu.
*kalau saya kepingin lagi, siapa lagi yang mau ngasih? maruk.org

Kata Pak Edwin ada rasa ‘Chili’ dan “Ginger’. Tapi lagi kosong. Bikin penasaran…


*maaf fotonya jelek, hehehe*

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged . Bookmark the permalink.

26 Responses to This Just About Me and Chocolate

  1. onezonemine says:

    Eh panjang bener ya ternyata? :-?Gak apa deh.*Ini review gaya saya yach, dilarang protes! yang direpyu diri sendiri. hehehe*

  2. peripathian says:

    Hahaha sering liat di sini tapi belum pernah beli. Oke saya coba beli deh ^^ *nabung dulu

  3. onezonemine says:

    peripathian said: Hahaha sering liat di sini tapi belum pernah beli. Oke saya coba beli deh ^^ *nabung dulu

    Hahaha, ya udah nabung dulu. Dan jangan lupa, kalau beli, belikan saya juga. #Lho?

  4. faziazen says:

    peripathian said: Hahaha sering liat di sini tapi belum pernah beli. Oke saya coba beli deh ^^ *nabung dulu

    ewww…di malang ada ga ya yg jual cokelat monggo?? cari ahhbiasanya makan cadbury

  5. rirhikyu says:

    peripathian said: Hahaha sering liat di sini tapi belum pernah beli. Oke saya coba beli deh ^^ *nabung dulu

    ooo coklat monggo

  6. dyasbaik says:

    peripathian said: Hahaha sering liat di sini tapi belum pernah beli. Oke saya coba beli deh ^^ *nabung dulu

    cari na dimana?jadi pengen coba in jugaaaa

  7. onezonemine says:

    faziazen said: ewww…di malang ada ga ya yg jual cokelat monggo?? cari ahhbiasanya makan cadbury

    Mungkin belum adaa #ngeceHu’um, enak Monggo, mbak .. menurutkuuu🙂

  8. onezonemine says:

    rirhikyu said: ooo coklat monggo

    Iyapz!😀

  9. onezonemine says:

    dyasbaik said: cari na dimana?jadi pengen coba in jugaaaa

    Di Jogja Mbak Dyas pasti ada.Tapi gak tahu di tempat lain😀

  10. onezonemine says:

    dyasbaik said: cari na dimana?jadi pengen coba in jugaaaa

    Pada jadi pengin..this is called promosi become horizontal :E

  11. peripathian says:

    dyasbaik said: cari na dimana?jadi pengen coba in jugaaaa

    Just in Jogja kayaknya….Ini kan yang bikin anaknya Sri Sultan…CMIIW

  12. peripathian says:

    onezonemine said: Hahaha, ya udah nabung dulu. Dan jangan lupa, kalau beli, belikan saya juga. #Lho?

    Mau yang jahe tadi? :))

  13. peripathian said: Ini kan yang bikin anaknya Sri Sultan…CMIIW

    Nope. Thierry Detournay is not Sultan’s son.

  14. onezonemine says:

    peripathian said: Just in Jogja kayaknya….Ini kan yang bikin anaknya Sri Sultan…CMIIW

    Entahlah.. Tapi salah satu bapak-bapak di kantor emang sampai ngebela-belain ke Jogja nyari itu coklat🙂

  15. onezonemine says:

    peripathian said: Mau yang jahe tadi? :))

    Mau-mau!Dipaketin yaks? :D#hahaha

  16. onezonemine says:

    edwinlives4ever said: Nope. Thierry Detournay is not Sultan’s son.

    :)Sir, i thnk i really wanna be distributor here (gresik). But I still think how to keep it fine until here.😦

  17. peripathian says:

    edwinlives4ever said: Nope. Thierry Detournay is not Sultan’s son.

    Owh, I heard the Sultan’s children thingy some years ago. Must be a rumor then🙂 Thanks

  18. peripathian says:

    onezonemine said: Entahlah.. Tapi salah satu bapak-bapak di kantor emang sampai ngebela-belain ke Jogja nyari itu coklat🙂

    Wow niattttt XDYang di Jogja malah baru tau😄 *payah

  19. peripathian says:

    onezonemine said: Mau-mau!Dipaketin yaks? :D#hahaha

    Ya tak cariin dulu deh😀

  20. onezonemine says:

    peripathian said: Owh, I heard the Sultan’s children thingy some years ago. Must be a rumor then🙂 Thanks

    Udah dijawab Pak Edwin🙂

  21. onezonemine says:

    peripathian said: Wow niattttt XDYang di Jogja malah baru tau😄 *payah

    kyaaaa😕

  22. onezonemine says:

    peripathian said: Ya tak cariin dulu deh😀

    Okay, saya menenggu paketannya. :))*Huwaahaaahaaahaaa!

  23. peripathian says:

    peripathian said: Ya tak cariin dulu deh😀

    Hmmmm…

  24. lambangsarib says:

    sumpeh…. setiap nulis kata soklat, tuts “C” berubah jadi “S”. Kenapa ya…? Mungkin tipikal sedherek sikep ya ?

  25. Pingback: Konvensional | Dyah Sujiati's Site

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s