Terkena Kutukan ‘K’

‘Saya mau nitip makan pakai lauk cumi(k)’

‘Hei, penghapusku di sini sekarang di mana(k)?’

‘Saya mau ke GeKaBe(k)’

Begitulah rasanya setiap kalimat yang diucapkan Mbak Natria seorang kawan saya, terdengar selalu seperti diakhiri dengan konsonan ‘k’. Kami sering tertawa mendengarnya dan menjadi bahan bercandaan di antara kami. Namun sayangnya, tanpa kami sadari kami justru (sempat) mengikutinya.  Maka dengan senang Mbak Natria justru berteriak, “Rasakan! Kalian sudah terkena kutukan saya!”

Ya, cerita itu hanya analogi. Betapa sering kita mengatai seseorang, sementara tanpa sadar kita sendiri justru telah melakukannya.

*Reminder my self !

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , . Bookmark the permalink.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s