HP Hilang, Jodoh Datang!

Assalamualaikum. Dear friends, ini Dyah. This my second number. But my XXXs numb still active. I have bought new phone. And the phone is same with before. :D”

Begitulah bunyi sms yang saya sebar kepada beberapa teman untuk mengabarkan nomer baru saya. Tapi yang sebenarnya penting untuk saya kabarkan adalah hape baru saya yang bentuknya sama persis dengan hape sebelumnya. Hehehe, entahlah saya suka betul dengan model hape yang saya punya ini.

Ada yang menjawab, “Sama dengan sebelumnya? Alamak!”

Ada juga yang menjawab, “You will confuse to different the number bcz same phone. :D”

Hape punya saya itu hape (bukan China) paling murah lhoo. Harga cuma 150 ribu rupiah. Merknya Samsung. Memori cukup banyak. Baterainya kuat bisa tahan sampai satu minggu. Kalau dipergunakan untuk telpon bisa berjam-jam. Kalau untuk sms juga demikian kuat. Sudah berkkali-kali jatuh dari ketinggian lebih dari 1,5 meter, still OK until now. Kuat betul dah tu hape! Dan yang paling saya suka, hape ini cuma melayani sms dan telpon saja. Itu yang saya butuhkan dari sebuah hp.

Dulu, ketika saya mau membelikan hape untuk ibu, saya sih tidak berniat membelikan hape dengan type yang sama dengan saya. Waktu  itu saya iseng bertanya pada penjual hp, “Mas, harga hp yang paling murah berapa?  Tapi bukan hp China.”

“150 Mbak.”

“Kaya gimana?”

“Seperti ini Mbak.” Jawab Mas penjual sambil menunjukkan hp yang masih dalam kemasan tersegel.

“Eh?” Saya sedikit kaget. “Hapenya kaya gini kan Mas?” Tanyaku sambil menunjukkan hape yang kupegang.

“Iya, Mbak.” Jawab Mas penjual sambil tersenyum-senyum (entah apa maksud senyumannya)

Meski demikian, ternyata banyak yang minat untuk membelinya.

“Ganz billig.. Moechte auch.” (Murah banget, mau juga dong) Kata seorang teman.

Tapi sayang, saat terakhir saya beli kemarin harganya sudah tidak 150 ribu lagi. Tapi naik menjadi 170 ribu lantaran barangnya langka.

Saya beli hape itu bulan Mei 2010 lantaran hape saya kondisinya sudah sangat kritis. Selama dua tahun penuh dia menemani hari-hari saya. Sampai Mei 2012 kemarin terjadi tragedi. Si hape kecemplung bakso yang saya makan T_T

Suara saya jadi tidak terdengar lawan bicara di seberang. Tapi untuk hal lain seperti mengirim dan menerima sms, serta mendengarkan suara orang di seberang  masih lancar.  Meski sebelumnya dia sudah pernah jatuh berkali-kali dan tetap baik-baik saja, nampaknya tragedi itu mengantarnya ke tempat peristirahatan.

Akhirnya saya membeli hape baru, dengan type sama tentu saja. Sebab yang saya utamakan adalah fungsinya plus saya sudah tahu ketangguhan hape macam itu. Sayangnya, saya tidak mendapat warna yang sama. Yang tragis itu berwarna silver dan yang baru berwarna merah. Sedikit kecewa sebenarnya.😀

Tiga bulan si merah menemani saya sampai  akhir Juli tepatnya hari ke-4 puasa, se merah meninggalkan saya. Dia hilang T_T

Saya tak tahu dia jatuh di bus atau di jalan. Saat saya sampai di rumah, baru saya tahu dia hilang. Saya telpon dengan nomer ibu saya, masih nyambung sampai jam 8 malam saya telpon sudah tidak aktif. Kemungkinan besar, sudah ditemukan orang. Sebab dia tidak akan mati sendiri/kehabisan baterai karena baru saya charger malam harinya.

Zia, seandainya, saya orang lain yang menemukan hp, pastilah saya akan kasian melihat belasan miskol dari nomer yang bertuliskan “Ibu”. Minimal itu. Seandainya tidak ada miskol pun, saya akan melihat nama-nama kontak  yang memungkinkan untuk dihubungi dan saya kembalikan itu hape. Apalagi model hape kaya punya saya, sangat tidak untung menemukannya.

Tapi sayang, bukan orang yang berfikiran seperti saya yang menemukan hape itu. Sedangkan bagi saya, hanya ada dua hal yang harus saya lakukan. Mengikhlaskan hape itu pergi a.k.a kehilangan nomer kawan-kawan dan sms-sms yang bagus. Meski sedikit berharap ada keajaiban sih.

Dulu waktu saya kehilangan chip kartu dengan ukuran sekecil itu yang hilang di pinggir jalan raya, yang secara logika akan hilang tertelan bumi atau terguyur hujan, ternyata masih kembali pada saya sekitar 4 hari setelah hilang. Karena itu, saya berharap ada keajaiban juga dengan hilangnya hape ini.

Misalnya hape itu ternyata ditemukan oleh seorang perwira TNI AD yang sholeh. Dia punya pikiran yang sama dengan dengan saya untuk mengembalikan barang kepada pemiliknya. Iseng-iseng dia buka sms-sms baik di inbox atau sent item. Ya dengan sedikit kecerdasan untuk mengkonstruksi sms berdasarkan waktu, dia akan mendapati saya seorang (yang nampak) menyenangkan, lucu, juga baik hati*Hwakakakak! Promosi :D*. Lalu dia semakin ingin menemui saya. Jadilah dia menghubungi nomer Ibu saya. Lalu dia mengantarkan ke rumah dan… kami berjodoh! Ya! Hape hilang, jodoh datang! Begitulah kira-kira yang saya bayangkan. *Penghayal kelas hiu😀. Tapi itu mungkin saja kan? **Maksa!

Ih bahasan saya dan alur tulisan ini jadi aneh. Tapi tak apa lah, yang penting sudah ada bagian yang nyambung dengan judul. Semoga tetap ada ibroh-nya. *Maksa lagi!

Kembali ke soal hape saya. Karena si merah sudah hilang, saya mencoba mengaktifkan kembali si silver yang tragis tadi. Alhamdulillah! Ternyata dia berfungsi normal kembali. Rupanya, dia hanya butuh istirahat sejanak. Wah, saya senang bukan main. Akhirnya saya kembali memakainya lagi.

Karena kartu saya bikin tekor, sementara ganti nomer agak sulit bagi saya, maka saya memutuskan membeli hape satu lagi dan memelihara satu nomer lagi. Dan hape baru itu sama persis-sis dengan sebelumnya!😀

Meski mendapatkannya agak sulit. Hampir saya menyerah untuk membeli model lain, ternyata saya masih berjodoh dengan model ini.

Lucu juga melihat seseorang dengan dua hape yang kembar.😀

Image

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to HP Hilang, Jodoh Datang!

  1. ghazwanie says:

    berharap dua hape itu kelak punya anak.. #eh?😀

  2. Julie Utami says:

    Hahahaha…….. kok sama sih kayak tante? Tante juga selalu beli yang murahan yang penting kan bisa buat SMS dan telepon doang hahaha….

    *ngrebut satu dari tanganmu*

  3. matahari_terbit says:

    ooo.. dadiii.. perwira TNI AD sing sholeh *gagalpaham =))

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s