Ternyata Sedekah itu Tidak Mudah

Saat ini nampaknya memang sudah sangat banyak ustadz atau pun motivator yang memotivasi kita untuk bersedekah. Mulai dari manfaat sedekah sampai sedekah seperti apa itu. Pun, sudah banyak cerita dan pengalaman orang yang membuktikan dahsyatnya sedekah.

Sedekah itu yang berkesan adalah pada saat diri sendiri sedang kekurangan. Malah justru seringnya Allah itu menghadapkan diri dengan orang yang butuh disedekahi pada saat diri ini harus berhitung baik-baik. Dan itulah waktu yang berat untuk memutuskan sehingga jika bisa bersedekah, rasanya sangat berkesan.

Sementara kalau saat diri ini sedang berkecukupan, memang sangat gampang untuk bersedekah (terutama dalam bentuk uang/barang). Namun, sayangnya saat berkecukupan itu bisa jadi malah jarang bertemu dengan orang yang butuh disedekahi. Ternyata, niat bersedekah itu (sebuah niat baik yang sangat sederhana dan sepertinya sangat mudah diamalkan) kalau Allah tidak ridho, kita tidak jadi bersedekah.

Pernah ini sebuah pengalaman saya. Waktu itu bulan Ramadhan. Saya mengendarai motor dan saya mendahului seorang kakek (sangat) tua mengendarai sepeda onthel. Beliau berjualan tikar. Sungguh sangat kasihan melihat beliau itu. Akhirnya, 200 meter setelahnya saya berhenti dan menunggu kakek tersebut sampai di dekat saya dan jika beliau tidak keberatan, saya ingin bersedekah sedikit rizki yang saya punya. Ternyata, 100 meter sebelum saya berhenti itu ada sebuah warung kopi dan si kakek berbelok ke sana😦

Maka tentu saja batal. Tak kuat hati saya untuk datang menuju kerumunan laki-laki yang merokok sambil minum kopi di bulan Ramadhan itu.

Itulah, ternyata sedekah itu tidak mudah. Saat ada yang disedekahkan belum tentu bertemu dengan dengan orang yang bisa disedekahi. Atau sebaiknya. Maka kesimpulannya, ketika tiba-tiba dihadapkan pada seseorang yang butuh disedekahi, sementara kita tidak sedang berada pada posisi berkecukupan, mungkin saat itulah saat termudah untuk bersedekah.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Ternyata Sedekah itu Tidak Mudah

  1. zakatcentersby says:

    setuju, Memang tidak mudah, terutama kalau sudah berhubungan dengan perkara yang ada di hati. Infaq dan sedekah memang sebuah ujian keimanan

  2. Memberi itu….hmmm. Saya kira mudah atau tidaknya tergantung dari keikhlasan kita___cukup dengan tersenyum saja. Mudah kan?

  3. Pingback: Loe Punya Otak Kagak? [1] | Life Fire

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s