Aku, Penyebab Kemacetan!

Jiahh, judulnya jelek banget yach? Dan kayak gitu kok dijadikan judul? Kayaknya saya ini orang yang tak tahu aturan ya dan malah ‘bangga’?

Tidak, tidak demikian. Ceritanya begini. Saya sempat dua kali menyebabkan kemacetan sesaat, panjangnya tak lebih dari satu kilometer kok .

Yang kedua dulu. Waktu saya usai belanja. Plastik belanja saya ternyata tidak cukup kuat dengan isinya. Saya memang menggantungkan plastik itu di motor. Akibatnya, plastik itu sobek dan belanjaan saya jatuh di tengah jalan.

Waktu itu jalanan agak padat, jadi saya pun mengendarai motor pelan. Sehingga saya pun langsung meminggirkan motor untuk kemudian mengambil belanjaan yang jatuh.

Karena jatuhnya tepat di tengah dari jalur kiri, belanjaan saya menghalangi sebuah sedan Yaris. Yaris itu berhenti dan menunggu saya mengambil belanjaan saya yang jatuh. Waa so sweet #Huekk!

Yah, karena menunggu saya jalan dari pemberhentian motor sampai mengambil belanjaan dan menepi dari jalan yang kira-kira butuh waktu satu menit, ternyata di belakang Yaris itu sudah mengantri belasan lebih kendaraan yang mau lewat. Hehehe

Yang pertama saat saya masih jadi guru. Kejadiannya sekitar November 2010. Waktu itu saya hendak ke warnet yang ada di sebelah barat jalan raya. Sementara saya berada di sebelah timur. Posisi warnet memang di kawasan pasar, jadi lalu lintas kendaraan memang agak padat dan laju kendaraan pun lembat.

Saya menyeberang jalan menuju warnet. Saya tengok mobil dari arah kanan sudah lumayan sepi. Saya pun melangkahkan kaki ke badan jalan. Sampai di tengah, saya berhenti sejenak karena dari arah kiri masih banyak kendaraan. Saya memilih untuk berhenti menunggu mereka melintas lebih dahulu. Dari posisi saya berdiri tepat di tengah jalan menghadap lurus ke warnet, tepat lurus di belakang saya, sebuah becak parkir dan memakai sedikit badan jalan. Akibatnya, jarak antara saya dengan becak tidak memungkinkan sebuah mobil untuk lewat.

Ada mobil Toyota Rush waktu itu yang dia tak bisa melintas. Sayangnya, sopir tidak mengklakson agar saya sedikit maju atau pun mempercepat penyebrangan. Mobil itu diam berhenti. Tentu saja diikuti dengan mobil selanjutnya. Dan sekitar ada lebih dari 7 mobil yang berhenti menunggu saya lewat. Wow! Saya kaget saat sempat nengok ke kanan. Dan bahkan, 7 mobil itu adalah mobil-mobil berkelas dan masih cling-cling. Seingat saya, setelah Toyota Rush yang tepat di samping saya ada Nissan grand Livina, dan di belakangnya berbaris mobil-mobil cling!

Kalau teringat kejadian itu, berasa saya jadi artis! Hahaha

*Lagi GJ, jadi posting yang GJ juga😀

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Aku, Penyebab Kemacetan!

  1. lambangsarib says:

    yaris – rush – grand livina inget detil bangeeet. Lha trukku paling depan, paling gedhe emang gak kelihatan yah ?

    Itu loh warna merah, bak kayu tinggi, rodanya enam. Aduuuh,….. priben tho…

    Hehehe

    • lambangsarib says:

      wah sering miss persepsi nih bu ustadzah…..

      yang ngendarai cling itu cuma sopir, 5 tahun kedepan ya tetep nyopir.

      yang nyopir truk itu pengusaha transportasi sedang merintis bisnis, lima tahun kedepan jadi juragan.

      Eh maaf, bukan mau merendahkan profesi sopir looh…, sejatinya saya alumnus sopir truk yang masih konsisten megang setiir.

      lanjut nulisnya yah….

  2. pitaloka89 says:

    haha… mira dalam 1 hari pernah menjatuhkan barang lebih dari 1 kali ditengah jalan. Dan kendaraan2 terpaksa berhenti… tapi jadinya ga enak.

  3. Julie Utami says:

    Saya kalau nyebrang juga ati-ati kok, mending berdiri lama di pinggiran jalan daripada nekad maju, takutnya malah ketabrak. Dibilang wong kampung ya silahkan aja, paling sayanya mrenges hehehehe……

  4. Ay Sagira says:

    ngalahin si komo dong…kekekekek…

  5. j4uharry says:

    Kirain si pengemudi.turun terus d bantu.beresin.barang yg tetcecer d jalan

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s