Aku Dipanggil ‘Ibu’

                Kemarin, sekitar jam 9 pagi seusai saya mengantar kakak saya berangkat ke sekolah tempat dia mengajar, saya mampir ke sebuah warnet. Kebetulan, pengasuh keponakan saya sedang ada urusan jadi dia izin. Konsekuensinya, saya pun mengajak Nia (keponakan saya yang baru berusia 3 tahun) ikut. Jadi yang ke warnet itu adalah saya yang menggandeng Nia kecil. Mmmm kalau lihat dari belakang kami, orang ya akan menyimpulkan bahwa kami adalah sepasang ibu dan anak.

                Warnet yang saya tuju adalah sebuah warnet yang dulu saya pernah melamar untuk bekerja di sana. Sekitar Januari 2011 waktu itu. dan waktu itu saya bertemu dengan pemiliknya langsung. Kami sempat mengobrol beberapa saat meski telah dengan sangat halus menolak saya bekerja di warnetnya. Hehehehe.

                Kemarin itu saat saya ke warnet kebetulan tuan warnet sendiri yang sedang menjaga. Saat melihat saya untuk pertama kalinya, saya menangkap kesan bahwa bapak itu lupa-lupa ingat. Dia mungkin sedikit mengenali wajah yang pernah melamar pekerjaan di  tempatnya. Tapi saya rasa dia tidak akan ingat persis kapan waktu pertemuan itu dan sudah berapa lama dari sekarang. Dansaya rasa bapak itu ingin menyapa saya lebih lanjut. *GRmodeON

                Eitss, ternyata saya sedang dibuntuti oleh seorang anak kecil. Dan saya pikir si bapak itu pun mengira Nia adalah anak saya. Hahha! Saya juga menangkap kesan keheranan di wajah bapak tersebut.

                “Bukankah itu gadis yang dulu melamar kerja padaku? Kenapa sekarang sudah punya anak?” Kira-kira demikian ekspresi wajahnya jika dikatakan.

                Kejadian itu singkat, hanya beberapa detik dari saya berada di pintu yang berjarak kurang dari dua meter sampai saya tiba di tepi meja.

                Saya pun tersenyum dan si bapak menjawab, “Silahkan, Bu! Banyak yang kosong.”

Edisi GJ (lagi). Karena lagi GJ, akhirnya postingan saya kebanyakan sekarang pun banyak yang GJ. Walau virus GJ itu sudah lama muncul dan menyebar, tapi nampaknya baru-baru ini saya terinfeksi juga. *Berapologi😀

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Aku Dipanggil ‘Ibu’

  1. ayanapunya says:

    aku mah udah keseringan dipanggil ibu. bahkan pernah tuh waktu ngantertin adikku bikin surat sehat di puskesmas buat syarat masuk sma-nya, aku dikira ibunya :))

  2. Julie Utami says:

    Saya sama anak saya kalau jalan berdua malah dikira kakak-beradik hehehe…….

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s