Rasa Sebuah Penolakan

Ini murni saya curhat, hehehe😀

            Mbak Pat, salah saorang sahabat saya dan satu-satunya yang tinggal sedesa dengan saya. Dia kakak kelas saya satu tahun dan dia berusia 2 lebih tua dari saya. Kami bersahabat sejak saya naik kelas 2 SMA dan dia kelas 3 SMA. Dia seringggg sekali menginap di rumah saya dan dia selalu menceritakan apa pun kepada saya. Bahkan dia mengunjungi saya di Purwokerto yang memakan perjalanan satu hari dan tidak sedikit biaya. Sampai persahabatan kami menjadi icon di desa. #apadeehh!

                Waktu itu tahun 2004-2005 saat dia duduk di bangku kelas 3 SMA. Dia ingin sekali melanjutkan ke bangku universitas karena dia sangat bercita-cita menjadi guru. Impiannya sederhana, dia ingin seperti Mbak Har dan Mbak Patmi, kakak beradik di desa kami yang terbilang sukses dengan menjadi guru. Tapi sayang, kondisi ekonomi dan keluarganya tidak mengizinkan dia untuk bisa ke bangku kuliah. Dan memang, dreams will achieved when we truly believe in our heart. Sekarang dia menjadi guru dan sebentar lagi dia akan memperoleh gelar Sarjana.

                Itu sekilas tentang Mbak Pat. Karena persahabatan kami itu lah, ada janji-janji yang mungkin belum terbayar. Bagaimana pun, jarak itu selalu memisahkan. Sejak saya kuliah persahabatan kami jadi berkurang. Meski ketika saya pulang, dia selalu menginap dan curhat semua kejadian. Sampai ketika saya sudah mulai mengisi waktu di Gresik ini. Kesibukan dia sendiri pun semakin memadat, antara mengajar dan kuliah.

                Saya sempat membukukan  13 cerpen saya yang terserak selama dua bulan saya menjadi tukang ojek a.k.a pengangguran. Saya berniat memberikan karya pertama saya itu pada Mbak Pat. Hubungan kami pada waktu itu memang tidak sedekat dulu dan saya menangkap kekecewaannya pada saya. Sebab sejak pulang kuliah saya malah sering pergi dan jarang bersamanya.

                Saya berniat memberikan karya perdana saya itu spesial buat Mbak Pat. Setidaknya untuk menebus janji saya yang belum terbayar. Misal saya menginap di rumahnya. Karena itu permintaan yang sulit. Tentu, jujur saja saya sangat berharap Mbak Pat akan menerima buku itu dengan bangga. Apalagi itu adalah karya perdana saya dan dia menjadi orang pertama.

                Saat buku itu (print out kumpulan cerpen yang saya beri kover dan saya jilid seperti buku) saya berikan padanya dan mengatakan padanya sambil tersenyum, “Mbak, ini karya perdanaku dan kau adalah orang pertama yang menerimanya. Setidaknya untuk menebus janji-janjiku ya biar lunas?”

                Dan dia membalas, “Saya tidak suka dengan buku yang seperti ini.” Dengan ekspresi sangat enggan menerima kalau tidak kukatakan dia menolak.

                Degh! Hancur hati saya, sungguh. Penolakan itu membuat saya kecewa. Dan waktu itu saya mengatakan, “Ya buat baca-baca lah nanti kan bisa diceritakan ke muridnya.” Lalu pamit pulang.

                Dan dengan perasaan kecewa, saya pun pulang. Meski tadinya saya berharaap dia akan membaca lalu memberi komentar dan juga masukan-masukan. Tapi itu tidak sempat saya ucapkan.

                Entahlah, sampai sekarang saya tidak tahu alasan penolakan itu. Apakah memang karena kekecewaan dia pada saya atau yang lain. Dan sampai saat ini  pun saya tidak tahu apakah dia menyadari atau tidak jawabannya waktu itu melukai  hati saya.

                Dan hanya sebatas itu, kecewa saya hanya sesaat waktu itu saja. Setelahnya sampai kini kami tetap bersahabat seperti dulu. Dan kami tidak pernah membicarakannya sekalipun.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Rasa Sebuah Penolakan

  1. Julie Utami says:

    Sini, kirimkan untuk kenang-kenangan saya aja nak Uji.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s