Jangan Memancing ‘Cinta’

Bismillah, sekedar share saja.

Kebetulan, dalam hal ini ada dua orang sahabat saya. Sebutlah Miss. A dan Miss. B

Miss A bekerja di sebuah lembaga bimbingan belajar. Secara kebetulan, pengelola lembaga adalah seorang perempuan yang sudah bersuami. Singkat cerita, suami pengelola itu punya nomer hp Miss A. Awalnya suami itu mengsms Miss A. Mereka bercanda via sms dan saling membalas. Lama-lama mereka saling curhat. Sebenarnya Miss A hanya menganggap suami itu sebagai bapak. Tapi semakin lama ternyata sms-n itu berlanjut sampai pada hubungan lebih.

Miss A ini masih tetap menanggapi sampai si laki-laki itu memintanya makan malam bersama. Gubrakk! Padahal sudah punya istri.

Akhirnya, sahabat saya Miss A memutuskan keluar dari lembaga. Dan men-stop hubungannya dengan suami pengelola lembaga itu. Semua sederhana, berawal dari sms.

Lalu Miss B. Dia juga punya teman seorang laki-laki yang sudah menikah tapi usia masih muda. Sekarang laki-laki itu LDR dengan istrinya.

Sebenarnya hubungan antara Miss B dengan temannya itu sebatas rekan kerja. Biasa saling sms terkait pekerjaan. Tapi biasa, sms itu pun berlanjut dengan bercanda.

Dan pada hari kedua, sebuah sms dari laki-laki itu untuk Miss B berbunyi, “Lagi sibuk apa nih Mbak? Atau aku panggil dek saja? Hehee”

Uhm, bukannya saya dan Miss B ini lebay, tapi kami rasa sms itu sudah berarti lebih. Ada ‘acara mancing’ di sana. Meski hanya perubahan pemanggilan dari ‘Mbak’ menuju ‘Dek’.

Beda ceritanya jika dari awal sudah memanggil Dek. Sebab orang Jawa Timur itu tidak enak memanggil orang tanpa kata depan.🙂

Jika memang dari awal sudah panggil Dek, its Okey. Tapi mereka awalnya bertemu di lingkungan kerja. Dan etika tak tertulisnya, Miss B memanggil laki-laki itu ‘mas’ dan laki-laki itu memanggil Miss B ‘Mbak’.

Jika kemudian laki-laki itu berubah memanggil ‘Dek’. Berarti ada sesuatu di sana. Di sana, di hati laki-laki itu. Entah apa maksudnya. Atau hanya sekedar ‘menguji ketahanan’ Miss B juga bisa. Sebab saya juga seorang perempuan yang lebih didominasi perasaan sementara laki-laki lebih didominasi logikanya. Tapi menurut saya, laki-laki pun punya sisi ‘kecil’ di hatinya yang terkadang tak bisa dikalahkan oleh logikanya.

Bukan kemudian Miss B itu GR, tapi saya mendukung dugaannya. Sebab itu pula, Miss B memutuskan untuk tidak menanggapi sms itu dan membiarkannya begitu saja. Tidak menjawab dengan jawaban yang juga memancing. Entah itu memancing ke arah yang buruk dalam arti akan mengganggu kinerja mereka juga tidak memancing ke arah yang buruk lainnya dalam arti memberi pupuk ‘hubungan yang ingin diciptakan laki-laki itu’.

Jadi memang harus bisa segera menyadari posisi, apakah yang kita lakukan itu memancing atau kita sedang dipancing😀

Cheers!

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Cinta and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Jangan Memancing ‘Cinta’

  1. Waspadalah… Waspadalah…
    Dari kalimat tulisannya saja sudah tidak bisa “menundukkan pandangan”

    • Betul. Tunjukkan dg bahasa yg mudah dimengerti kalo menunjukkan ketidaksukaan. Misalnya tidak menjawab sms-nya. Atau menjawab dg kalimat tertutup, yg tidak ada peluang untuk berlanjut balas.

  2. j4uharry says:

    Hati-hati jaga HATI ekstra hati-hati

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s