Ketika Allah ‘Telah Memberi’

Ini pengalaman yang saya dapat dari perjalanan bersama Lia, adik kelas saya waktu kami mbolang ke  Curug Ceheng. Sekitar awal tahun 2010 kalau bukan akhir 2009.

Kurang lebih, beginilah yang dikatakannya;

“Manusia itu diciptakan berbeda-beda. Ada yang apa ada yang bagaimana. Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, salah satunya ada yang paham dan mau bergabung di barisan ‘perubahan’. Ketika dia sadar akan suatu kemungkaran namun tak mampu berbuat apa pun menurutnya, sebenarnya saat itu dia sedang dihadapkan pada pilihan : apatis atau berjuang. Diam atau bergerak.

“Ketika perasaan itu muncul dan sulit untuk diterjemahkan memang akan ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan itu juga akan menyebabkan kemungkinan-kemungkinan  yang lain. Salah satu kemungkinan itu adalah berfikir bahwa diri ini lemah, tak mampu berbuat apa pun, tidak ada gunanya tahu maupun tidak tahu. Justru kalau boleh memilih, lebih tidak tahu saja. Dari pada tahu tapi tak bisa berbuat apa-apa. Bahasa kasarnya, lebih enak menjadi orang desa saja. Hidup dengan damai sentosa. Tak perlu banyak ambisi, kompetisi, juga si si lainnya. Orang-orang di desa ramah dan peduli. Pengetahuan mereka juga tidak terlalu luas, seluas desa itu sendiri. Jadi tidak perlu pusing memikirkan orang lain. Mereka hidup penuh syukur. Huu betapa enaknya.”

Tapi biar bagaimana pun jiwa yang sudah tahu itu tetap tidak bisa berbohong. Dia akan terus mencari kemana jiwa harus berlabuh (Wiii). Tenanglah kawan, hal kecil apa pun yang kau perbuat itu adalah potongan puzzle kehidupan, tanpa mu, kehidupan ini tidak utuh, tidak lengkap. Sekecil apa pun itu dirimu. Seperti film yang dibuat Mas Danang Ambar Prabowo yang berjudul ‘Pembuat Jejak’

Sahabat, sebenarnya ketika Allah telah memberi tahu mu tentang sebagian dari semua ini, sebenarnya Allah telah memberimu kesempatan untuk memilih. Dan jika kamu memilih bergerak dan berjuang, maka sesungguhnya Allah sudah memilihmu untuk menjadi salah seorang prajurit di ‘barisan perubahan’ ini. Jangan bilang pada dirimu, “ Iya, tapi aku belum siap.”

Jangan katakan itu. Karena jika Allah sudah memberi tahu mu, mungkin Dia telah melihat kesiapan pada dirimu.

Jadi kau harus tentukan pilihanmu untuk ‘BERGERAK!’

Regards, Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Ketika Allah ‘Telah Memberi’

  1. lambangsarib says:

    Tuhan sudah banyak memberi, tapi kita ne sing angel ngerti. Itu katane loh ya

  2. Julie Utami says:

    “Ada yang apa ada yang bagaimana.”

    Ini maksudnya gimana nih nak Uji?

  3. Ikakoentjoro says:

    Aku terinspirasi banget sama videonya Danang Ambar P. Aku juga udah list impianku, tapi ga’ sampai 100 sich🙂

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s