Mencabut Anak Panah

#

#Dokter Cinta edisi mahasiswa jenjang pertama#

Orang yang sedang kena virus itu memang sedang sakit. Ya namanya juga lagi sakit. Jadi butuh perawatan khusus. Bahkan butuh perlakuan khusus. Butuh kesabaran dan banyak mengalah dalam menanganinya.

Uhm, ini bahasannya adalah virus merah jambu a.k.a VMJ. Seperti dikatakan mbak Destha bahwa orang yang lagi kena VMJ itu memang mudah dihasut oleh setan. Iya nampaknya benar. Atau lebih mudah kita kenal, lebih sensitif.

Disini kita harus objektif. Jatuh cinta itu fitrah. Justru kalau tidak jatuh cinta itu malah tidak wajar. Cuma yang namanya jatuh cinta, itu kan kejatuhan cinta. Nah kejatuhannya itu sudah di tempat yang benar atau belum? Kalau belum ya di kembalikan lagi pada Yang Menjatuhkan, yaitu Allah. Istilah kerennya adalah bagaimana kita memenej agar cinta kita suci karena Allah, ceeileh?😀

Kalau menonton film Korea juga nampak bagaimana orang yang jatuh cinta. Dalem gitu ya dan . . . ‘sakit’ rata-rata.

Orang yang kena VMG itu ibarat tertusuk anak panah. Sakit rasanya. Tapi jika dibiarkan menancap di situ, akan tetap sakit namun tak seberapa. Jika waktunya tiba, panah tadi akan menjadi penyakit yang akibatnya jelas fatal. Tapi kalau dia mau sembuh tentu harus mengeluarkan anak panah tersebut merasakan sakit yang lebih ketika panah itu dikeluarkan.

Lagi-lagi memang pilihan. Mau sembuh tapi sakit? Atau mau menikmati ‘sedikit’ sakitnya panah menancap?

Ketika panah itu dikeluarkan oleh ‘seorang dokter’ atas izin Allah, maka kalau kita ingin sembuh ya harus mengikuti apa yang disarankan oleh dokter itu, bukan?

Entah dokternya itu adalah Allah langsung atau bisa lewat sesorang yang ikhlas menolong mencabut panah. Dan bagaimanapun, ketika seseorang berusaha mencabut anak panah tersebut dan dengan cara apa pun pasti akan meninggalkan rasa sakit bagi korban.

Sakit memang. Tapi kalau panah itu sudah tercabut dan kita berusaha untuk sehat, nanti pasti jadi lebih baik.

Sepengalaman saya dulu saat masih kuliah, (Ah, jadi pengin kuliah lagi😦 #curcol :D) virus merah jambu ini menjadi virus yang paling sering mewabah menyerang teman-teman. Dan mau atau pun mengakuinya, virus itu benar-benar mempengaruhi kinerja. Baik kinerja organisasi (secara tidak langsung) maupun prestasi pribadi. Pun, dalam masa penantian yang diliputi awan kegalauan (Jiahaha! :D), virus ini juga mudah menyerang.

Jadi ibarat mencabut anak panah itu tadi, seseorang yang berusaha melepaskan diri dari virus merah jambu. Lebih enak memang kalau dokternya Allah langsung. Jadi,bagi yang merasakan gejala terinfeksi virus MJ, mintalah pertolongan pada Allah, agar dilepaskan. Begitu ya!🙂

Cheers!

*Picture taken from here

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in VMJSeries and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Mencabut Anak Panah

  1. Sebelum kena virus ayo di imunisasi di pos-pos taklim terdekat biar kebal terhadap serangan virus.

  2. lambangsarib says:

    Opera Virus Merah Jambu

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s