Budiman Ed. 2

Lanjutan cerita yang di sini.

Setelahnya, saat saya menghapusi sms yang tidak penting menurut saya, termasuk sms dari Budiman. Tapi salah pencet sehingga memanggil Budiman. Buru-buru saya tutup. Eh tak lama dia sms : Kenapa miscall? kenal aku nggak?

Dan waktu itu saya tidak sempat membalasnya sampai saya tiba di kost saat Magrib.

—–

Dulu jaman kuliah, saya punya teman sekelas yang tinggal terdekat dengan kost saya, namanya Wa. Dia anak yang rajin dan saya pun sering meminjam catatannya. Dan sering juga kami berdiskusi bersama. kami sering gantian menginap di kost juga. Entahlah, saat kuliah dulu, saya justru paham materi saat saya belajar dengan teman-teman. Dan untuk sahabat Wa ini, dia bahkan pernah membantu saya mencuci pakaian saya agar kami belajar bersama. Hwahaha! Saya nakal banget ya😛

Sejak saya lulus, hubungan kami benar-benar putus. Saat saya berganti nomer, sepertinya dia tidak mendapat sms dari saya. Kemudian juga ganti nomer. Jadi hilang sudah jalur hubungan kami.

Sampai beberapa waktu yang lalu, saya tiba-tiba teringat padanya dan ingin menyapanya. Lalu saya pun mendapat nomernya dari teman yang lain.

Saya : Assalam. Wa, gimana kabarnya?🙂 lama banget nggak pernah silaturrahim.

Wa : Wassalam. Alhamdulillah baik. Ini cp ya?

Saya : Ih pake ‘cp’? Sok swit :p

Saya pun tergoda untuk menggodanya. Akhirnya kami sms-an GJ, dan nampaknya dia sangat kesal pada saya. Sedangkan saya semakin sennanggg menggodanya Sayangnya saya sudah menghapus sms-sms itu. Lalu besoknya saya mengsms Wa : met ciang Wa. Wa, maaf ya aku belum bisa katakan siapa diriku sekarang. InsyaAllah dalam waktu dekat. Doain ya. Pokoknya love you dech! And thanks for all🙂

Jelas, Wa makin penasaran. Dan tiap dia bertanya, selalu kujawab dengan jawaban-jawaban yang GJ begitu, ahahaaa!

—–

Kembali ke Budiman. Lepas Magrib saya membalas smsnya : Maaf saya tidak punya teman sekolah yang bernama Budiman. Dan maaf juga soal misscall gak sengaja kepencet. Tq

Tak lama Budiman membalas : Oh gitu. So q juga minta tolong kalau g ada urusan jangan misscall atau sms ke nomer yang belakangnya 278.. but if u need her, u must be introjust ur self identity,, no silent.

Saya? Ngakak baca sms-nya. Dan nomer yang belakangnya ‘278’? Ohhh ternyata itu nomer Wa!

Ck ck ck! Saya tambah ngakak! Wa alias Budiman ini masih belum profesional menggoda orang rupanya. Hak hak hak !

Saya pun membalas : Owh are u her boyfriends? Ow ow ow i have just to know. Congrats ya! This was a great news😀

Wa/Budiman : Hahaha@@its ox man.. Do u like her?

What! Saya tambah ngakak! lalu saya balas : I dont know. Give me time, i will think about it first.

Wa/Budiman : Ohya.. Who is your name?

Saya : My name? Ah, sorry, its secret until now. But i promise i will tell u or her about me as soon as possible i can. Sorry😦

Wa/Budiman : Hmmm, nevermine. i think your privation. But …

Saya : Thanks for ur understanding. And apologize about it.

Wa/Budiman : U are welcome. I know it.

Saya : Thanks. I think u are a kind people.

Wa/Budiman : Why u can tell me that i am good (Mungkin maksudnya why you cannt tell me if u think i am a good people?)

Saya : Ah dear, sorry about it😦
i promise i will do as soon as possible. Just pray for it yach! Ur pray will very helpfull🙂

The End. Hahhaa. Suatu saat nanti kalau sudah waktunya, saya akan beritahu sahabat saya soal saya itu siapa dan semoga dia tidak nyasar lalu nyasar lalu membaca tulisan ini. Hehehehe

^__^ v

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Budiman Ed. 2

  1. lambangsarib says:

    Enake ngguyu opo ora ya …?

  2. Wiwik says:

    ih…. bu dokter gitu ya
    tak bilangin wa lho….

  3. pitaloka89 says:

    Walah….
    Kalau rha yang digituin. Pasti udah marah mencak2. #kayaknyasih

    Soalnya pernah dibegitukan juga…
    Kayaknya sih kalau mira memang karena pernah ngusilin orang juga. Ga lagi2 deh tapi, takut kena ke diri sendiri lagi. Hehe…

  4. Pingback: Budiman Ed. 3 | Dyah Sujiati's Blog

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s