Rindu

Rindu. Satu kata yang kini memenuhi sebagian besar ruang hatinya. Bahkan tayangan imajiner yang ada di bayangnya pun tak luput dari kata itu. Aktivitas-aktitasnya yang padat tetap tak mampu mengusir kata itu. Bahkan, semakin banyak aktivitasnya semakin besar kata itu mempengaruhi jiwanya.

Setiap kali dalam perjalanan, entah saat mengemudi atau menjadi penumpang, kata itu seperti tak mau tertinggal di tempat awal. Kata itu tetap pergi mengikuti. Sejauh  apa pun berlari, sejauh itu pula kata itu mengejarnya. Sejauh mana pun tempat yang dikunjungi, kata itu selalu membersamai.

Penantian, ya penantian itu yang telah lebih melebihi empat kali bumi berputar mengelilingi matahari. Penantian itu yang akhirnya membuka banyak sekali ruang di persinggahan waktu. Meski selama ini, nampaknya jalan yang kau lalui lurus-lurus saja, tak banyak kelokan, tak banyak kerikil yang mengganggu, bahkan hampir tak ada persimpangan. Tapi engkau Rindu, kini telah merindunya dalam perjalananmu, kau merindukan ujung jalan penantianmu.

Ah bukan ujung, seharusnya itu dinamakan. Itu hanya batas, batas untuk memulai sebuah kehidupan baru. Kehidupan baru bersama orang yang kau rindu. Bersamanya membangun sebuah peadaban dengan pondasi-pondasi yang selama ini telah engkau persiapkan sedikit demi sedikit.

Rindu, kau gadis yang seharusnya kuat. Rindu, seharusnya kata itu tak perlu singgah di persinggahan waktumu lalu mengikutimu ke mana arah engkau melangkah. Rindu, seharusnya, ya seharusnya, kau tidak berhenti di persinggahan itu. Rindu, jika memang kau terpaksa, sangat terpaksa untuk berhenti, seharusnya, tak kau biarkan saja dia melintas. Bahkan jika sangat terpaksa dia melintas waktu itu, seharusnya tak perlu sedikit pun kau melihatnya, melihat apa yang ada padanya, yang akhirnya membuatmu merindunya.

Rindu, apa yang sebenarnya kau rindu darinya? Percayakah engkau pada semua itu? Apakah karena itu kau merindunya? Karena sholat Subuhnya yang selalu berjamaah di masjid, meski dingin masih menusuk di kota dia tinggal? Karena sholat lainnya yang selalu dia upayakan tepat waktu? Karena mulutnya yang tak menghisap cerutu? Hanya karena itu? Atau selain itu adakah yang lain? Dia, yang jika kau memakai sepatu kesayanganmu dengan hak 10 centinya, tak kan lebih tinggi darimu.

Dia, yang kau temui di perputaran matahari yang ketiga sejak kau mulai menapaki jalan penantian. Dia, yang menyusulmu meski hujan deras mengguyurnya. Dia, yang menemuimu di rumah pamanmu. Dia, yang telah berjumpa denganmu tak lebih dari jari yang ada di tangan kirimu. Dia, yang bertemu denganmu tanpa banyak kata. Dia, yang sama dengan semua teman lelakimu yang hanya mengirim pesan ucapan selamat hari raya.

Rindu, jika kata ini kemudian menjelma menjadi dirinya, mengisi ruang waktu yang kau miliki, tidakkah kau belajar dari masa lalu? Rindu, bagaimanakah jika itu akan berujung pada luka dan kecewa seperti kala itu? Tidak kau telah paham batas dari sebuah rindu? Jika kini kau merindunya, tidakkah itu ‘sama’?

Rindu, engkau telah tahu batas kata itu. Maka kini, kau hanya perlu kembali menapaki jalan penantianmu. Jika, jika dia adalah yang tertakdirkan menjadi obat untuk rindumu, kalian akan bertemu di batas jalan itu.

*GJ Eddition (again)😀

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Others and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Rindu

  1. lambangsarib says:

    ooo…. o rindu. Kalau tidak salah eddy silitonga.

  2. destha says:

    Sisi romantis seorang dyah…

  3. indu selalu menemani jiwa mengantar raga meraih harapan. Sukses selalu ya mba.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s