My First Hiking : Panderman Mountain

Mountain climbing is one of my dreams. And on Saturday, that dream came true. I climbed the Panderman mountain. Although today my body feels very tired. Be advised, I’am beginner, hahaa.😀

Gunung Panderman terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Ketinggiannya sekitar 2.000 meter dpl. Perjalanan kemarin dimulai dari Terminal landungsari. Kami naik motor sampai Desa Pesanggrahan (kalau tidak salah ingat) yang paling ujung dan motor kami titipkan di salah seorang rumah penduduk.

Sekitar jam 17:00 kami mulai mendaki dan kami tiba di Latar Ombo sekitar jam 18:49 lalu kami bermalam di sana. Dan di Latar Ombo saya hanya pindah tidur saja, hahaha. Tidak ikut acara apa pun.😀 Perjalanan kami lanjutkan jam 5:00 pagi dan sekitar jam 7 kami sampai di puncak Panderman.

Perjalanan kami bisa dikatakan lembat karena kami (saya dan Conny) adalah sangat pemula jadi rombongan teman-teman backpacker ya mau tidak mau harus sabar membersamai kami, hehehe😀

Satu hal yang menarik untuk saya ceritakan di sini adalah tentang sesuatu.😀

Sebelum tidur saya berbincang-bincang ringan dengan seorang backpacker yang dia sudah pernah mendaki beberapa gunung, termasuk ke puncak Semeru. Namanya Fafa. Dia bercerita pada saya bahwa ketika seorang perempuan menstruasi sebaiknya tidak (dilarang) mendaki gunung. Dulu, saat dia mendaki Semuru, saat hendak turun dia datang bulan. Selama perjalanan pulang dia sempat terpisah dengan rombongan sejauh 1 km dengan yang depan dan sejauh 1,5 km dengan yang di belakang. Jadi dia sendirian. Lalu pernah suatu saat lagi dia mendaki gunung apa (saya lupa) dan dia sedang menstruasi, perjalanan tim-nya tersasar di dalam hutan lebih dari dua jam.

Lalu saya, selama perjalanan berangkat, saya memang selalu terpisah dari rombongan meski awalnya bersama-sama. Karena setiap jalan bercabang, rombongan di depan saya menunggu, lalu kami berkumpul dan start mulai jalan bersama. Tetapi, selalu kami terpisah menjadi serombongan di depan saya, saya sendirian, lalu serombongan lagi di belakang saya. Karena pendakian malam hari, saya sering jalan tanpa penerangan sama sekali. Alhamdulillah, saya tidak tersasar dan masih bisa nulis lagi, ahaha!

Mendengar cerita Fafa setelah sampai di atas itu, saya baru menyadari bahwa saya memang sedang berhalangan. Tapi meski begitu, saya tetap tenang-tenang saja. Semuanya ada di bawah kekuasaan Allah, dan saya menyerahkan segalanya kepada-Nya. *Jiee

Lalu dalam perjalanan turun, saya berombongan degan sekitar 10 orang. Kami heran, jalan yang kami lalui itu sempiiiittt sekali, banyak tanaman di sebelah, dan curam. Kami pikir, jalan yang kami lalui semalam itu, meski gelap, pastilah tidak se-ekstrim ini. Dan di belakang kami maupun di depan tidak ada rombongan yang lain. Padahal kami tidak menemui satu pun persimpangan. Tapi entah kenapa kami jadi melalui jalan yang salah. Tapi akhirnya, kami menemui jalan yang seharusnya, meski agak jauh.😀

Entah benar atau tidak hal itu terjadi karena ada yang menstruasi. Jika pun benar, apa coba kaitannya? Kalau saya tidak tahu.😀 Dan semua itu tak lebih dari kebetulan saja.

OOOOOOOOOOOO

*Foto-fotonya yang narsis saja ya😀 Kalau foto pemandangan yang sempat saya jepret pakai kamera saku saya itu, saya posting lain waktu saja. Hehee

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in My Journey and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

23 Responses to My First Hiking : Panderman Mountain

  1. pitaloka89 says:

    Wah… akhirnya….
    Bareng temen2 darimana?
    Selamat terjun di dunia backpackeran. hehe…

  2. Memang kenapa kalo ada yg menstruasi?
    Gimana mitos yg berkembang di sana?

  3. j4uharry says:

    wah senangnya …T_T

    saya gagal terus mau naik gunung, bahkan bulan lalu rencana mau naik batal. dan di bulan ini malah kabarnya simpangsiur ……….

  4. lambangsarib says:

    Wah,,,, itu kulakoni tahun 90-95. Sewaktu lulus Ikatan Pelajar Pecinta Alam dan masuk menjadi tim riwa riwi Mapala gondrong.

    Asyikan susur gua mbak, suwer…..

  5. pitaloka89 says:

    mira baru denger yang kalau lagi mens itu bisa tersesat…
    Sejauh ini, aman2 saja dan ga ada yang share cerita seperti itu..

  6. Panderman Mount di Batu, Kota Malang, ya, mbak?
    hyuum.. jadi pengen menjelajah ke Jatim..
    >,<

  7. Pingback: Mengupayakan Mimpi | Dyah Sujiati's Site

  8. wah wah wah salut nih masih tetap memakai rok, mbak…🙂

  9. jampang says:

    gambarnya aja yang menunjukkan pakai rok…. ceritanya malah soal mens😛

    sepertinya ngereply balasan via email yah. bukan notifikasi. pantesan aja saya nggak pernah dapat notifikasi kalau komentar saya sudah direply. sementara saat ini saya menonaktifkan notifikasi via email😀

  10. Pingback: Gadis Desember | Life Fire

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s