Bunda

Bunda, salah satu kata yang saya agak bagaimana gitu setiap mendengarnya. Entahlah, aneh menurut saya. Bagi saya, kata ‘bunda’ itu jika dipanggilkan pada seseorang, kesannya orang tersebut sok keibuan. Entahlah. Apalagi setelah melihat banyak poster calon bupati/walikota beberapa kabupaten/kota yang menempel di tepi jalan. Hmmph, bikin tambah gimana gitu. Tapi malah sekarang jadi judul postingan saya -__-‘

Dan? Ternyata salah seorang teman kantor saya yang sekarang sedang hamil, nanti anaknya sudah lahir maka anaknya akan memanggil ‘Bunda’! Whoooaaa!

Namanya Mbak Ilma. Dia termasuk orang yang menikah tanpa pacaran. Prosesnya cepat. Dan satu hal yang saya tidak lupa darinya, dia pernah menjadi orang yang menjadi tempat curcol saya saat saya sedang diuji sesuatu.😀 Dan saat itu dia benar-benar memberi apa yang saya butuhkan. Dia tetap menguatkan saya tapi dia juga menyadarkan saya saat saya tertipu oleh ‘positive thinking’ saya yang tidak pada tempatnya.🙂

Ziyaaah, mungkin nanti saya harus membiasakan telinga mendengar kata ‘Bunda’.😦

*postingan tidak penting, kumat lagi, hehee

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Others and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Bunda

  1. lambangsarib says:

    enakan nikah tanpa pacaran daripana udah pacaran gak nikah. eh…..

  2. Ay Sagira says:

    aneh ya, koq ga suka ama kata bunda..
    kalo aku mah seneng dipanggil begitu walopun aku belum punya anak..
    dan jika punya anak pun aku akan menyuruh mereka memanggilku bunda..
    bukan ibu, bukan mamah..
    ibu itu bagus, sayangnya semua orang yang sudah ibu-ibu dipanggil ibu semua, takutnya malah salah panggil..
    sedangkan mamah adalah bawaan orang bule yang masuk ke sini, ga cocok buat orang kita..
    apalagi mamih…sangat tidak cocok..
    masih mending umi..

    Dyah manggil ibunya apa memangnya?🙂

  3. n0bita says:

    yawis simbok aja.. kalo aku manggilnya simbok, terlihat ndeso.. dan memang saya orang desa..😀 lebih enjoy dengan kata simbok, dan jadi terasa lebih akrab jadinya..

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s