Ta’aruf = Beli kucing dalam Karung. Lha Kalau Pacaran?

Hmmm, ta’aruf seperti beli kucing dalam karung. Kata siapa? Apa yang mengatakan seperti itu sudah pernah taa’ruf? Lalu, bukankah pacaran tidak seperti itu juga? Menurut saya sama saja sih, pacaran juga penuh kepalsuan, penuh kejaiman.

Pacaran tidak menjamin seseorang nantinya langgeng dalam membina suatu rumah tangga. Apa sih tujuan pacaran? Banyak versi nih alasan soal ini. Apa kata mereka?

Ini Kata mereka :

  1. Supaya kenal ‘dia’ sebelum lanjut ke jenjang rumah tangga.
    Apa iya yakin kenal? Kali aja kamu ditipu, kan biasanya kalo pacaran penuh kejaiman, hayoooo?
  2. Biar lebih semangat belajar.
    Lah apakah motivasi dari orang tua belum cukup untuk membuat kamu biar semangat belajar? Hmmmm, kualat loh nanti! Ahaha!
  3. Buat have fun aja
    Hmmm, dari tujuannya aja dulu jelas cuma buat seneng-seneng aja, kasihan sekali itu pasangannya. Terus habis manis sepah dibuang?
  4. Karena aku sayang sama dia, aku gak mau kalo orang yang kusayang diambil orang
    Lahhh, kalau sayang ya harusnya dinikahi, bukan dipacari. Kalo sayang ya seharusnya jaga dia supaya gak berbuat dosa, ini malah diajak berbuat dosa?
  5. Buat taruhan aja sama temen
    Nah loh, kasihan amat pasangan yang buat taruhan, haduhhhhh! #tepokjidat
  6. Supaya gak dibilang jomblo ngenes, supaya ga dibilang ga laku
    Terus anda mau gitu cuma gara-gara kata “mereka”, terus anda memutuskan untuk melakukan pacaran? Kasihan amat. Cuma gara-gara pandangan orang anda terus memutuskan untuk “itu”. Indah dimata orang belum tentu indah dimata Alloh. Yang terpenting adalah Alloh, karena Alloh, yang memliki hidup kita
  7. Dan masih ada yang lain, silahkan kalo ada yang menambahkan.

Point-point diatas saya ambil dari pendapat orang-orang di sekitar saya dan beberapa point dari referensi yang saya baca.

Dulu waktu jaman saya masih SMP SMA lihat orang pacaran itu sepertinya enak. Enak ya ada yang merhatikan, ada temen, gak kesepian, dan berbagai alasan yang lain (sempet ada keinginan buat pacaran juga sih, hehehe. Alhamdulillah Alloh memang sayang sama hamba-Nya :D). Alhamdulillah saat kuliah saya mulai sadar, ternyata pacaran juga ga seenak yang saya pikirkan dulu. Tersadarkan juga, kalau udah umur segini sayang juga kalau buat main-main pacaran. Beberapa teman (laki-laki) juga bilang, kalo udah umur segini belum pernah pacaran, mending gak usah pacaran, sayang juga (nah loh, yang bilang gitu itu mereka pada pacaran lohhhh?).

Mari kita bermain matematika, coba hitung apa manfaat dan madhorotnya pacaran :

Manfaat pacaran :

1.

2.

3.

Dst

(silahkan isi, buat yang mau isi😀, buat referensi saya juga)

Madhorot pacaran :

1. Dilarang oleh agama sudah jelas.

2. Menghabiskan uang

3. Menghabiskan waktu

4. Menghabiskan tenaga

5. Menambah kerisauhan pemerintah (bila sampai pacarannya mengarah kepergaulan bebas)

Dst

(silahkan isi, buat yang mau isi😀, buat referensi saya juga)

 Tambahan lagi, misal kalau orang berani bergombal-gombal ria kepadamu sebelum nikah, apa kamu yakin nanti setelah nikah dia gak bakal gombal-gombal lagi sama orang lain yang tidak dia nikahi, yang sama kayak dia lakukan dulu sama kamu waktu belum nikah?

Hmmm, kesimpulannya nih ya, buat anda-anda yang lagi pacaran, sudah putusin saja terus bertobat. Buat yang sudah pernah pacaran, bertobat saja, jangan diulang lagi. Pintu maaf Alloh itu sangat terbuka lebar buat hamba-hambaNya yang memang sungguh-sungguh untuk bertaubat. Mudah-mudahan kita semua tetap dalam lindunganNya. Aminnn ya Robb!

Ditulis oleh Mainas Ziyan Aghia, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November Jurusan Teknik Kelautan.
*
Gambar dari sini

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Jodoh and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Ta’aruf = Beli kucing dalam Karung. Lha Kalau Pacaran?

  1. lambangsarib says:

    Ta’aruf dan pacaran sama sama tdk menjamin langgengnya sebuah pernikahan. Hanya keikhlasan menerima apa adanya, segala kekurangan dan kelebihan seseoranglah penentunya.

    Eh……

  2. utie89 says:

    Setuju mba..
    Pacaran itu banyak ruginya.
    Ngapainlah cape2 menjalani yg ga pasti, bikin makan ati. Mendingan kl bener2 suka mah ya langsung nikah aja. Jadi amaaaan.

    Walaupun memang betul kata om lambang, kalau taaruf tdk menjamin langgengnya pernikahan, but at least, prosesnya di awal sudah sesuai syariat, insyalloh, kedepannya akan semakin dimudahkan jalannya oleh Alloh. Lagipula, biasanya, yg mau bertaaruf ya org2 yang mengerti agama, dan biasanya lagi, org2 yg mengerti agama adalah org2 yg bertanggung jawab, yg akan mempertahankan rumah tangganya demi meraih ridho-Nya.

    Hmmm..jadi rindu sosok seperti itu..😀

  3. utie89 says:

    Setuju mba..
    Pacaran itu banyak ruginya.
    Ngapainlah cape2 menjalani yg ga pasti, bikin makan ati. Mendingan kl bener2 suka mah ya langsung nikah aja. Jadi amaaaan.

    Walaupun memang betul kata om lambang, kalau taaruf tdk menjamin langgengnya pernikahan, but at least, prosesnya di awal sudah sesuai syariat, insyalloh, kedepannya akan semakin dimudahkan jalannya oleh Alloh. Lagipula, biasanya, yg mau bertaaruf ya org2 yang mengerti agama, dan biasanya lagi, org2 yg mengerti agama adalah org2 yg bertanggung jawab, yg akan mempertahankan rumah tangganya demi meraih ridho-Nya.

    Tapi rata2 sih,kalau dari sepengamatan aq,dr kenyataan di sekeliling aq,pasangan yg memulai tahap awal menikah dg taaruf,tak pernah terdengar ada yg tdk langgeng. Alhamdulillah,smw adem ayem aja. ^-^
    Hmmm..jadi rindu sosok seperti itu..😀

  4. j4uharry says:

    Ta’aruf beli kucing di dalam karung ? emangnya mau kenalan sama kucing ?? lagian siapa yg mau nikah sama kucing ??? :-p

  5. Wiwik says:

    Ta’aruf yang niatnya untuk hubungan ke arah pernikahan, yang pasti yang namanya pernikahan akan membuka mata kita terhadap pasangan. Karena dalam proses itu pasti ada banyak hal dari pasangan yang tidak kita ketahui. Akan ada banyak ‘kejutan-kejutan’ yang mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Hanya bagaimana kita bisa saling memahami…

    Dyah lagi ta’aruf ama siapa hayoooooo……
    Cieeee….cieeeeee…….

  6. pitaloka89 says:

    Insya Allah akan indah pada waktunya… #tandaikalender

  7. Ay Sagira says:

    Temanku ga pake pacaran, langsung nikah…
    Setahun kemudian malah cerai karena ga ada kecocokan, berantem trus…padahal punya baby..
    Kaget kali karena sifatnya baru ketauan beda banget…padahal istrinya haji, dan suaminya orang alim…sayangnya pisah juga.

    Trus artinya ta’aruf itu apa ya..?

    • Dyah Sujiati says:

      Wah kasihan ya Mbak..

      arti ta’aruf kalau gak salah artinya kenalan. Lha kalau di Indonesia ini jadi istilah buat orang yang proses kenalan dan bertujuan untuk menikah, dan dalam proses itu kedua belah pihak wajib menjaga batasan karena kalau taaruf itu berarti belum sah sebagai suami istri. kurang lebih demikian mbak Ay🙂

  8. NL says:

    Urus kehidupan kita dulu sampai sudah siap untuk menikah. Toh, masih banyak ibadah yang bisa kita amalkan sebelum menikah. Terus menahan diri dan melawan hawa napsu. Kalau finansial udah ada, umur udah emas, baru langsung tanya ke calonnya, “Ukhti, insyaallah aku mau membangun rumah tangga. Kalaupun Allah sudah menyediakan pilihan akhwat untukku, aku mau kamu jadi yang pertama berkenalan denganku. Kamu bersedia apa tidak?

    Sebenarnya lebih bagus langsung ke bapaknya atau minta dikenalkan ke bapaknya, “Ukhti, aku ingin mempunyai rumah tangga yang sakinah, mawadah dan warrahmah. Sepertinya kita berdua sudah cukup umur untuk berkenalan. Aku ingin berkenalan denganmu melalui orang tuamu, ukhti.”

    Sesampainya di rumah si Dia, itu yang menjadi pertanyaan. Mungkin mentalku belum setinggi itu. Namun ingat selalu kalimat, “tiada daya dan upaya, kecuali dari pertolongan Allah SWT”.

    Asmara itu dibawa santai aja. Toh, sebenarnya gak urgen-urgen amat kalau ekspektasi kita gak tinggi-tinggi. Mungkin ini karena sinetron, bacaan dan media lainnya yang seolah mengatakan, “Asmara itu urgen loh, awas kalau kamu salah pilih pasangan, bisa-bisa hidupmu sengsara.” Padahal hidup kita ini penuh sekali dengan pilihan. Salah pilih jurusan, menderita. Salah pilih kerja, menderita. Salah pilih ucapan, menderita. Asmara bukan satu-satunya aspek.Oleh karena itu jadilah benar-benar bijaksana dan cerdas terlebih dahulu.

    Don’t think about right woman/man, but think how to be a right man/woman.

    …………. wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik. wanita yang baik untuk laki-laki yang baik pula……………-Q.S. An-Nuur 26-

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s