Cinta Itu Sederhana

Cinta itu sederhana. Betul. Meski terkadang rumit juga. Tapi biarlah yang rumit itu punya ceritanya sendiri. Mari kita bicarakan yang sederhana saja. Cinta sederhana tapi penuh makna yang mungkin jika didefinisikan tak kan menemukan definisi yang komprehensif.

Cinta itu sederhana. Seperti yang pernah saya posting di sini dan di sini. begitu juga dengan orang tua saya. Dulu saat menikah, ibu berusia 17 tahun dan ayah 26 tahun. Mereka sama sekali tidak saling mengenal. Bahkan belum pernah bertemu. Mereka dijodohkan oleh orang tua masing-masing.

Waktu itu urusannya adalah menikah. Ya sudah mereka menikah. Padahal secara ekonomi, ayah saya juga belum punya persiapan yang matang. Dan ternyata sekarang usia pernikahan mereka telah 42 tahun dan memiliki tiga anak perempuan dan tujuh orang cucu.

Begitu juga dengan bibi tetangga saya. Namanya Bibi Mus. Mereka menikah tanpa saling kenal sebelumnya. Setelah menikah, mereka harus menunggu lebih dari 15 tahun hingga dikaruniai anak. Dan baru 2 tahun punya anak, paman Pasir sudah kembali pada Allah. Namun sampai sekarang, bibi Mus tidak menikah lagi. Dia seorang diri yang membesarkan buah hati mereka. Meski jika waktu itu bibi Mus mau menikah lagi, peluangnya pun besar.

Sampai sekarang, bibi Mus masih mencintai paman Pasir. Dalam banyak kesempatan, dia sering sekali bercerita yang menunjukkan betapa dia mencintai suaminya itu.

Ah, dari mereka saya belajar sesuatu. Bahwa cinta itu sederhana.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Cinta and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

7 Responses to Cinta Itu Sederhana

  1. lambangsarib says:

    Emang, baru tahu ya ?

    Kata Gus Dur, gitu aja kok repot.

    Ingat kyai Rifky di kampung pernah berucap, “orang yang sekolahnya tinggi memang jadi pinter, tapi seringkali malah menjadi repot”.

    • lambangsarib says:

      sama sekali ndak pakai repot. Akad nikah itu “gratis”, mas kawin “ngutang” juga boleh. Resepsi gak pernah dianjurkan, apalagi pakai undangan….. Hahaha…..

      Eh iya…. saya nanti kalau nikahkan anak (semoga gak lupa janji yah…., hehehe), di undangan akan ditulis begini, “kalau anda datang dengan membawa sumbangan, lebih baik tidak usah datang”. Pantes nggak yah ?

      • lambangsarib says:

        Iya sih, kayaknya sombong ya…. Tapi saya pingin banget yang datang itu gak usah nyumbang. Jadi sahabat sahabat saya yang tinggal di pinggir kali itu tidak bingung dan gamang.

        Kira kira gimana caranya menjelaskan ke teman teman ? Agar kalau datang tidak usah nyumbang ?

        Kalau Tuhan mengijinkan ya datang, hehehe…..

      • lambangsarib says:

        Aseeek, terimakasih bin matur nuwun. Ditunggu ya

    • utie89 says:

      Setuju sama om lambang.

      Aq juga smpet mikir gitu, ngga mau nyusahin org dengan ngasih amplop di resepsi aq.

      Mikirin juga gimanaaa cara ngomongnya biar ngga tersinggung dan ngga di cap sombong, tpai belom nemu gimana caranya.
      😀

  2. cinta itu….. gak perlu alasan

    • Eih…. cinta karena Allah emang sangat utama. Tapi maksudnya ini masalah hati, bukan soal cinta karena Allah….(tentang rasa terhadap makhluk-Nya). Karena bagaimanapun juga cinta itu tetep Allah yang menggerakkan yang terkadang dengan alasan yang kadang tak bisa dijelaskan….

      Ada teman (adik angkatan), dia muslimah cantik berkulit putih. Dia menikah dengan seorang lelaki dengan fisik kurang sempurna (agak bongkok jadi tingginya lumayan jauh lebih pendek, kulit item). Mungkin bagi yang melihat fisik mereka, kok ceweknya mau ya. Ini juga pernah ditentang oleh ibu-nya. Tapi karena cinta…. Mereka udah punya putra 1. Ini kisah nyata…

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s