Kriteria

[Lagi mencoba posting apakah nanti bisa di-share atau tidak?]

Postingan ini ada kaitannya dengan yang di sini.

Setelah Nita pergi, kini tinggal Vera dan Pras pegawai di kantor itu yang masih single. Otomatis, bapak-bapak dan ibu-ibu di sana selalu saja ‘memaksa’ agar Vera dan Pras menikah saja. Padahal, di antara mereka tidak ada hubungan apa pun selain teman kerja.

Suatu hari terjadi percakapan antara Vera dengan Pak Roso yang perokok berat.

“Haduh Pak! Asapnya ini lhooo!” Omel Vera yang didatangi Pak Roso sambil menghisap cerutu.

“Ahhh tak doa’in nanti suamimu perokok!”

“No! Tidak bisa itu! Salah satu syarat utama menjadi suami adalah tidak merokok. Okelah sekarang masih rokok, tapi nanti setelah akad, say good bye dah to rokok.”

“Terus syarat lainnya apa lagi?”

“Sholat lima waktu tepat waktu. Karena nanti di akherat saja kan yang dihitung pertama kali adalah sholatnya. Bukan berarti semua sholatnya pas  adzan langsung sholat. Ukurannya Subuh. Kalau Subuh musti tepat waktu karena masalahnya dia mau bangun apa tidak. Kalau sholat lain banyak kemungkinan untuk tidak langsung, tapi selama dia berusaha menyegerakan.” #Tadi rokok kenapa jadi membahas kriteria? ##Entahlah!😀

“Lha itu Pras? Berarti dia memenuhi donk untuk jadi suamimu?” #Obrolan semakin melebar

“Iya, tidak rokok dia lolos. Sholat 5 waktu OK. Tapi masih ada satu syarat lagi Pak. Yang sepertinya, dia tidak lolos. Dan ini adalah syarat utama.”

“Apa itu?” Pak Roso penasaran.

“Syarat utamanya adalah dia harus mencintai saya!”

#Gubrakk!

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Kriteria

  1. nek banyak kriteria malah ora entuk-entuk….

    • Belum cukup….
      Kriteria materi, bukan masalah kaya banyak uang. Tapi tentang kesiapan dan kemampuan untuk bertanggung jawab atas kebutuhan istri dan anak kelak.

      Bisa cari duit buat beli beras….

  2. lambangsarib says:

    Lelaki idaman : no cafein, no nicotine, no alcohol, dan seratus deret no yang lain.
    Sayangnya, no one like it.
    Ehm….. kaboooor.

  3. utie89 says:

    hahay, setuju mbak’e, kita banyak punya persamaan persepsi nih. #ketjup

    aq juga super duper anti sama yg namanya rokok. kalau memang niat, ya berhenti dulu baru ngelamar aq.

    Jujur ya mb, *sambil bisik2, biar ngga ada yg tersinggung*, aq ngga percaya sama cowo perokok yang katanya sayang istri, sayang anak, wong nyebar racun gitu kq ngakunya sayang, .😛

    • pitaloka89 says:

      Hehe… ikutan nimbrung ah.

      Ga suka juga…
      Semoga suami2 kita ga rokokan ya…

      Eh, utie… bisa ya kopdaran?
      Minta petunjuk pak Sarib aja tuh kalau bingung *takutnya mira bingung juga😀

  4. Pingback: Sunshine Award | My sToRy

  5. Saya usul ya… Syarat utamanya adalah mencintaimu dan mencintai-Nya.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s