Antara Kebutuhan dan Keinginan

Waktu rasanya begitu cepat berlalu. Jika hari ini berakhir, Januari telah sepertiga terlampaui. Sementara saya, belum menulis hal yang bermanfaat sama sekali😦 Bukan karena saya tak punya hal untuk ditulis, tapi memang waktu nampaknya tak mau kompromi, Hufh. Bahkan, saya sampai lupa kalau saya punya ‘mesin ketik’ yang sudah berapa lama parkir di lemari Pak Arif. Ah, entah apa kabar dia.

Hari-hari ini saya hanya bisa tengok kompi sejenak untuk mengecek email saja. Dan sekarang, ingin menulis mumpung ada sejenak waktu. Lama tak menulis membuat saya kagok. Kagok merangkai kata maupun memencet keyboard.😀 Dan? Yang akan saya tulis pun, adalah curcol! Hehehe. Maaf yaaa!

Saya, pada kondisi tertentu merupakan orang yang logis, lebih mengutamakan kebutuhan dan fungsi dari pada sekedar keinginan dan cenderung mengabaikan ‘apa kata orang’.

Bulan-bulan ini, saya memang harus berkomunikasi dengan beberapa orang melalui telepon. Kebetulan, seluruh orang yang saya maksud memiliki nomer CDMA. Teman-teman saya merekomendasikan agar saya membeli hp CDMA. Tapi saya malas. Saya lebih suka pakai GSM saja. Apalagi saya sudah punya 2 piaraan GSM. Tapi ternyata, sehari saya menghabiskan pulsa lebih dari 10 ribu! Gubrakk! Bisa kurus saya kalau diteruskan.

Akhirnya kemarin saya memutuskan beli hp CDMA. Pertama, saya ke sebuah toko. Selama ini, saya memang INGIN punya hp flip. Pertama, saya ke sebuah toko. Di sana memang ada hp CDMA flip. Tapi sayang, warnanya pink sodara-sodara! Oh NO! Lalu saya ke tempat lain. Di sana menawarkan beberapa model yang membuat saya galau. #Hiyaaa

Ada sebuah hp CDMA dengan harga 350 ribu yang fiturnya lengkap, ada kamera dan juga bisa untuk internetan. Sementara hp yang flip dengan harga 500 ribu, hanya melayani sms dan telpon saja. Saya pikir lagi. Saya BUTUH hp CDMA hanya untuk telpon. No more! Untuk sms saya pakai GSM. Kamera sudah ada di hp GSM, internetan tidak perlu pakai hp, pun di hp GSM juga bisa. Sementara, ada hp CDMA lain dengan harga 350 ribu dengan fasilitas sms dan telpon saja, tapi tidak berbentuk flip. Sedangkan saya INGIN punya hp flip.

Seharusnya, saya jika sesuai kebutuhan, saya akan membeli hp CDMA yang biasa yang 350 ribu itu. Tapi pada akhirnya saya menuruti keINGINan saya punya hp flip. Jadilah saya beli yang flip tapi hanya bisa melayani sms dan telpon saja.😀

#GJ posting😀

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Antara Kebutuhan dan Keinginan

  1. pitaloka89 says:

    Hehe.. no pink? tos deh kita…🙂

  2. j4uharry says:

    HUs, awas menghalangi jalan aja pake tos dua tangan

    #ketus

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s