Memancing di Titik Terendah

Malam itu lepas Isya’ Mister menelpon Lady. Kebetulan mereka teman sekantor. Lady adalah staf Mister. Mister adalah lelaki yang sudah beristri dan memiliki dua orang anak, sementara Lady adalah gadis 20 tahunan yang masih single.

Hubungan Mister dan Lady bisa dikatakan cukup dekat, yeah semacam kakak beradik atau sahabat. Mister menelpon Lady lantaran ada permasalahan pribadi yang ingin dikonsultasikannya pada Lady. Kebetulan lain adalah posisi Mister yang sedang dinas luar kota yang diperpanjang sampai batas waktu yang tak bisa dipastikan.

Selesai membahas permasalahan Mister, seperti biasa obrolan mereka merambat seperti sedang di kantor. Kebetulan Mister ini orang yang gokil dan kalau bicara itu lucu, konyol, berputar-putar bikin jengkel. Sementara Lady adalah gadis yang juga gokil, tegas, dan sedikit jahat.

Perhatikan percakapan Lady dengan Mister di bawah.

Lady : Mister, kata Pak Ya, harusnya Mister itu dibawain mas kawin. Hahaha!

Mister : Lho ini sudah bawa Lady. Seperangkat alat sholat, kan?

Lady : Haha! Kalau saya sih nggak mau, Mister!

Mister : Kalau Avanza, mau?

Lady : Dua ya?

Mister : Lho kok dua? Bagaimana naiknya? Ya tidak bisa itu.

Lady : Bisa, yang satu ditarik tambang di belakang.

Mister : Nggak bisa dunk..

Lady : Ya kalau begitu, naik ya Mister? Rush aja bagaimana?

Mister : Kamu mau ta?

Lady : Ya tergantung siapa dulu yang memberi.

Mister : Ya yang sedang ngomong sama kamu ini Lady!

Lady : Ah, saya tidak mau kalau Mister yang ngasih. Ribet dan urusannya bisa panjang nanti.

Mister : Tidak, tinggal buat laporan saja ke kabupaten sebelah.

Lady : Males ah Mister, kabupaten sebelah jauh dari sini.

 -*-

Percakapan di atas menurut saya cukup sensitif. Siapa yang memancing? Bisa Mister, bisa juga Lady. Jika keduanya baik Mister atau Lady berada di titik terendah keimanan, percakapan itu bisa menjadi cikal bakal VMJ a.k.a  virus merah jambu.

Ya, memang kelihatannya sangat sederhana kalimat-kalimat di atas. Tapi hati, siapa yang tahu? –to be continou, saya ulas di kesempatan lain saja analisisnya😀

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Memancing di Titik Terendah

  1. j4uharry says:

    Wew …. Ada yg sedang mancing…Tarik ulur…..tarik ulur ahahha

  2. utie89 says:

    VMG ??? typo kah??

  3. woh.. dadi eling qn mu jaman kae.. hehehe

  4. titantitin says:

    gaksehat juga yah sebenarnya hubungan si lady sm mister meski mister udh menikah ;d

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s