Menatap (Hujan)

Langit mulai cerah kembali. Suara-suara gemuruh yang baru saja memekakkan telinga seolah telah pergi menjauh. Kilat-kilat cahaya yang mengalahkan sinar lampu ruangan tak lagi seperti itu. Rintik-rintik hujan pun sudah tak serapat tadi.

Aku suka menatap butir-butir air hujan yang jatuh ke tanah. Apalagi dari pintu atau jendela kaca. Dan aku sedang menatapnya kali itu. Ah, tapi bukan hujan yang ingin kubicarakan. Bukan hujan yang kutatap. Tapi itu, W 6#9# *P yang diam di sana. Dia telah kembali ke sini.

Kehadirannya seolah mengatakan padaku bahwa tuannya kini akan sangat jarang untuk datang. Perpisahan, itulah dia. Hal yang selalu membuatku bersedih. Ah, Bapak, aku pasti akan merindukan. Meski tadi aku tak sempat menatapmu kala kau melangkahkan kaki meninggalkan kami.


#Melihat hujan dari kaca

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Gallery Photo and tagged , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Menatap (Hujan)

  1. plat mobil ya?

    bapak tindak ngendi Dy?

  2. utie89 says:

    sopo kui???

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s