Apakah (Layak) Disebut Backpacker?

Menurut teman-teman, apa arti atau makna backpacker? Sepertinya akan banyak dan bias. Setahu saya backpacker berasal dari kata backpack atau tas ransel. Betul kan?😀 Dan kalau menurut hemat saya, backpacker adalah sebuah perjalanan ke suatu tempat (baru) untuk menjelajahi tempat tersebut dengan biaya sehemat-hematnya dan tentu saja banyak hal baru yang dialami, kalau bisa dengan minim pengetahuan.

Maka, perjalanan ke tempat sanak-saudara dengan rute yang jelas dan naik kendaraan yang pasti, menurut saya itu bukan backpacker. Beberapa waktu yang lalu saya membaca secuah buku yang berisi kumpulan tulisan pemenang lomba tentang ‘perjalanan’. Ada sebuah tulisan yang menceritakan perjalanan ke tempat saudara dengan rute yang jelas dan kendaraan yang pasti dan penulis menyebut dirinya seorang backpacker. Hmm saya merasa sedikit keberatan. #Lho? Dasar Dyah sewot mungkin ya! Owowowow! #Sudahlah🙂

Lalu kemarin saya pergi dengan seorang teman. Kami ke Tanggulangin. Tempat yang kami kenal sebagai pusat pengrajin tas dan sepatu kulit. Tujuannya adalah saya ingin memesan sepatu hak 10 cm dengan model dari saya sendiri dan kaki saya diukur, biar nyaman dan pas.

Jam 2 siang kami berangkat dari Gresik dan naik bus jurusan Wilangun. Lalu kami menunggu bus jurusan Malang hampir satu jam! Seharusnya kami turun pojok tol Porong. Tapi karena tidak tahu dan baru baca plang arang ‘Tanggulangin’ saat bus hendak jalan, kami harus turun di Siring, yang berarti mengulang  jalan -__-‘. Dan itu pun kami buat heboh karena saat bus berhenti kami masih terjepit di tengah-tengah O_O

Karena kami pikir angkutan jarang, selesai menyebrang kami berlari-lari mengejar Bison yang sudah berangkat. tapi akhirnya tersusul. Setelah itu kami bertanya pada seorang ibu untuk sampai ke tempat (pengrajin) sepatu. Ibu itu menjawab untuk naik angkot. Karena lama, kami ditawari naik becak 5 ribu rupiah. Waw murah sekali. Apalagi kami sempat membaca ‘2 kilometer lagi’. Tapi ternyata, bapak becak hanya mengantar kami ke showroom yang jaraknya tak sampai 500 meter. Haiyaaahhh.

Lalu kami bertanya lagi dan mendapat informasi ternyata tempat yang kami tuju masih jauh dan harus naik becak. Dan kami naik becak lagi denga ongkos 10 ribu. Tempatnya benar-benar jauh dan menyebrang jembatan tol. Sesampainya di sana, ternyata kami salah lagi. Bahwa di Tanggulangin bukan tempat pengrajin sepatu kulit, melainkan tas kulit!

Hmmm baiklah, jadi kami hanya ngeluyur saja. Dan saat mau kembali, ternyata tidak ada angkutan maupun becak atau ojek yang mangkal. Seharusnya tadi kami meminta bapak becak untuk menunggu. Toh, menunggu juga tidak minta ongkos, hehehe. Jadi? Pilihannya hanya jalan kaki lebih dari 2 kilometer, dan jelas kami tidak ingat jalurnya. Kalaupun jalan kaki, bisa lebih dari setengah jam dan waktu sudah hampir Magrib.

Ternyata Pak Satpam baik hati, dia mengantarkan kami sampai jalan raya. Sayangnya, kami 2 perempuan dibonceng satu kali dan kami tidak ada yang pakai jaket. Hikz hikz.😦 Tapi emang darurat kok #berapologi

Dan sesampai di Bungurasih sudah jam 19:30 dan penumpang bus ekonomi berdiri sehingga kami memilih menumpang patas.

Lalu, apakah perjalanan saya dengan teman itu layak disebut backpacker? #Nah lo!?

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in My Journey and tagged , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Apakah (Layak) Disebut Backpacker?

  1. darurattt kepiyee.. ckck..

  2. ayanapunya says:

    yg penting seruu… hihi

  3. bukan backpaker… tapi becaker

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s