Menuliskan Kisah (Cinta)

imagesIni adalah sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh kakak kelas saya. Dan yang dieritakan adalah adik kelasnya. Sebutlah si adik kelas bernama Hawa.

Dulu saat masih semester II kuliah, Hawa mendapat lamaran dari seorang Adam. Mereka ta’aruf sesuai syariat. Dan ketika memang ada kecocokan di antara mereka dan kebulatan tekat untuk menikah, maka sampai pada khitbah.

Adam dengan keberaniannya datang ke rumah Hawa  untuk mengambil alih dari orang tua. Ternyata, apa boleh dikata, ketika itu Adam yang juga belum lulus kuliah membuat keraguan bagi keluarga Hawa untuk menyerahkannya. Akhirnya, keputusan waktu itu adalah mereka akan diizinkan menikah jika Hawa sudah lulus kuliah. Bukan ketika Adam lulus, karena seingat saya saat melamar Hawa, Adam sudah semester akhir.

Lantaran, lamarannya ditolak, ‘putus’lah hubungan mereka. Mereka tidak saling sms apa lagi telpon. Mereka benar-benar berusaha menjaga hati. Pada kondisi seperti Hawa dan Adam, jalan satu-satunya untuk menjaga hati adalah meminimalisir interaksi. Apalagi didukung mereka tidak satu universitas dan tidak satu kota. Mereka benar-benar ‘off’.

Sampai suatu ketika Hawa sudah wisuda. Tiba-tiba dia ingin saja menyambung silaturahim dengan Adam. Dengan penuh keberanian juga Hawa mencoba sms Adam. Smsnya pun to the point. Kata teman saya, sms itu berbunyi ,”

Assalamualaykum. Akh, gimana kabarnya? Apakah ‘tawaran’ dulu itu sekarang masih berlaku? Sekarang saya sudah lulus.

Subhanallah, ternyata jawabnya adalah ‘masih’ dan tak lama setelah itu Adam kembali ke rumah Hawa dan tak lama setelahnya mereka pun menikah. Subhanallah, betapa mudahnya. Jodoh itu benar-benar akan datang di waktu yang tepat. Jodoh itu memang misteri yang luar biasa. Meski ia-nya telah tertulis dengan lengkap : siapa, di mana, jam, menit maupun detiknya. Dan Allah pasti akan mengatur skenarionya sedemikian sehingga semua menjadi begitu indah.

Kisah itu, bagi saya sangat menginspirasi. Saya melihatnya dari sebuah sisi, yaitu keteguhan Hawa dan Adam menjaga hati dan diri mereka hingga mereka benar-benar halal satu bagi yang lain. Kisah ini saya tulis untuk mengingatkan dan juga menguatkan saya.

^____^ cheers
Dyah Sujiati

*gambar pinjam di sini

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Jodoh and tagged , , , . Bookmark the permalink.

32 Responses to Menuliskan Kisah (Cinta)

  1. Masya Allah, insya Allah perjalanan kapalnya penuh keberkahan.

    • Kalo diawali dengan sesuatu yang hasan, Allah ikut menjaga biduknya. Yakinlah dengan itu.

      • Tepat sekali. Salah satu ciri-ciri kebarokahan-Nya adalah Allah membuka pintu rezki lebar-lebar bagi keluarganya hingga tiada masalah ekonomi baginya.
        Salah satu penyebab utama perceraian dan KDRT saat ini adalah faktor ekonomi. Perselingkuhan hanya bagian dari sebab-akibat faktor ekonomi tadi, dimana ketika salah satu dari keduanya menemukan “hal baik” yg dianggap sbg solusi hidupnya. Misalnya si istri yang sering curhat pada teman laki-laki di kantornya yg posisinya (kelihatan) lebih mapan.

  2. pitaloka89 says:

    Masya Allah…
    Terharu saya. Sampai mata berkaca-kaca…
    Co cweet sekali…

  3. kereeenn…

    oopss, salam kenal dee ^___^

  4. peta says:

    bagi saya, sekarang cinta itu terbaca cinTA.. -_-

  5. chris13jkt says:

    Itu namanya cinta sejati. Cinta yang demikian akan selalu dilimpahi berkah.

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s