Waw! Innalillahi!

“Terus, gue musti bilang wow gitu?” Sebuah kalimat tanya yang cukup panjang namun begitu mudah dihafal, ditiru, dan diterapkan dalam kehidupan sejak kemunculannya di layar kaca sebagai kalimat biasa dalam iklan dan ternyata menjadi membludak pemakaiannya.

Saya termasuk korbannya, meski saya belum pernah bertanya seperti itu pada lawan bicara atau lawan sms saya. Yang ada ya saya yang ditanyai, haha. Atau saya langsung bilang ‘WoW’ kalau memang itu hal yang di luar biasa. Hehee

Kalau ada yang tanya pada saya, “Terus, gue musti bilang wow gitu?” maka jawab saya, “Ya bilang saja lah. Tinggal bilang kok.” Atau “Tanya mulu, kapan bilangnya?” Atau “Za ampyun 2013 getho lho! Mau bilang Waw aja masih tanya?”

Kemarin sempat disms anak yang pernah PKL di kantor dan dia menanyakan alamat FB.

Saya : Belum beli FB, Kim! Haha!

Kim : Hari gene bulum punya FB, mbak?!

Saya : Terus kamu mau bilang Waw ya? Bilang aja Kim, gak usah tanya :p

Kim : Waw!

Hehehe.

Lain lagi dengan keponakan saya, dia terlalu boros memakai kata ‘Waw’. Di jalan yang bergelombang yang membuat penumpang terpental-pental dia teriak ‘waw’-‘waw’ melulu. Haiyaaah!

Lalu berkaitan dengan saya, saya jadi tertular keponakan. Beberapa waktu yang lalu saat saya naik bus dan kebetulan saya duduk di kursi paling belakang dan semua yang di sekitar saya adalah bapak-bapak, baik berdiri maupun yang duduk. Tiba-tiba bus menghantam batu besar (atau lubang besar?) di jalan raya. Semua penumpang terlempar ke atas dan  terkejut sangat.

Saya sontak berteriak, ‘Waw!’ sementara bapak-bapak itu justru berteriak, ‘Innalillahi!’

Astagfirullah, saya langsung sangat malu dan harus segera berinstrospeksi. Beginikah? Kata-kata yang dengan mudah meluncur dari lisan ini dalam keadaan yang darurat dan mendadak? Bagaimana jika tiba-tiba Tuan Izroil datang dan mencabut nyawa dari tenggorokan saya? Apakah saya akan mengatakan ‘Waw!’? Tentu saya tidak mau.

Apa yang kita ucapkan secara refleks pada saat mendadak, darurat, dan terdesak, sebenarnya saat itulah kita belajar dan berlatih mengucapkan apa yang seharusnya diucap kala diri ini sampai di batas penantian on the way home ini.

Wallahu’alam.

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , , . Bookmark the permalink.

38 Responses to Waw! Innalillahi!

  1. ayanapunya says:

    klo saya malah kadang kelepasan bilang “jeez” atau “omaigod”😥

  2. Heheee,.. suka suka dengan perenunganmu ini dy.. *ternyata bisa merenung jugak toh:mrgreen:
    Kalimat spontan yang terkadang menunjukkan itulah kita .o_O..
    Gak tau, aku kok gak sukaaa sekali dengan kalimat itu ya “So guwe harus bilang wow gitu?”
    ih, risi sekali di telinga😀

  3. titantitin says:

    hampir gakpernah bilang ituu ;d
    dan suka paling bawel kalo ada org latah aneh2, hehe ^^

  4. pitaloka89 says:

    Dilatih dari sekarang say..

  5. Mari berlatih menjaga lisan dengan bijak.

  6. emang sekarang yg lagi booming adalah “wow” dari pada “inalillahi”😦

  7. nah looo.. kesindir deh.. qiqiqi

  8. j4uharry says:

    saya kenal kalimat tanya itu

    Saya : Belum beli FB, Kim! Haha!
    🙂

  9. utie89 says:

    ada yang bilang, spontanitas seseorang, itulah akhlaknya.🙂
    aku dulu rajin, selalu, tiap kaget, kesandung, barang jatuh, ngucapnya “Innalillahi”, sampe-sampe ada orang nimpalin “siapa yang meninggal mba??” –_–”

    terus entah sejak kapan, latahnya jadi ngga islami, kata innalillahinya diganti “e copet”, kalau kata temenku, gara-gara keseringan gaul sama kru debbie.😆

    payah dah ah😦

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s