Surat Cinta Jasmine untuk Rose

Gadis mawar dan gadis melati. Pribadi yang mungkin nampak berbeda seperti bedanya mawar dan melati. Lalu takdir mempertemukan mereka dalam batas ruang dan waktu hingga mereka kembali terpisah. Tapi cinta itu telah tumbuh dan aroma wanginya telah merebak di taman kehidupan.

Surat cinta ini ditulis oleh Jasmine, si gadis melati untuk Rose, si gadis mawar.

buliran air yang mulai menitik dari langit membuat aku kembali pada sebuah mimpi dimana kita masih berbagi..

debu-debu tanah yang terpecah gelisah membawa aku pada saat-saat kita menancapkan cita bersama..

dekapan bumi yang kian membeku menjadikanku terpaku, mengingat betapa hangatnya ukhuwah kita..

Ukhti… kugoreskan kisah ini untukmu…

 Taman 1
“Rose..” Seorang ukhti dengan wajah tegas mengulurkan tangannya padaku. Dengan penuh penasaran aku menatap matanya, “Jasmine..” ku ulurkan pula tanganku.

Itulah perkenalan awalku dengan seorang ukhti yang ketika membuat suatu karya tulis dia akan menuliskan nama penanya dengan nama “Ukhti Rose”, kebetulan yang manis fikirku.. karena –seperti dia- dalam nama pena ku pun terdapat sebuah bunga, “Jasmine al-Farasyah”

 Taman 2
“Ukhti.. Saya udah di kampus Anti. Tapi disini gerbangnya belum ada yang di buka. Anti cepetan ksini ya..”

MasyaAllah… ko bisa ya aku lupa.!! Ku lihat lagi jam tangan ku, 06.00 WIB. Bergegas aku berjalan, mungkin setengah berlari. Ya, aku harus berlari karena jarak kost dan kampusku kurang lebih memakan waktu 15 menit, sedangkan Rose sudah menungguku disana. 06.00 WIB, tak lebih sedikit pun dia meng-sms ku. Tepat seperti waktu yang kami sepakati.

 Taman 3
“Sebaiknya kita membagi mimpi kita dulu Ukh. Sepertinya itu akan lebih mempermudah kita dalam menyusun strategi di medan baru kita ini.”. aku tersenyum dan mengangguk.

Dari pagi hingga menjelang siang kami membagi mimpi.. Saling menunjukkan karya.. Lalu memulai menyusun visi dan juga mimpi. Bagiku, ini merupakan waktu yang singkat bagi kami untuk bisa saling mengenal. Tapi luar biasa, dengan mudah kami bisa saling mengerti.

Dan ini  merupakan modal kami di medan dakwah yang satu ini. Jurnalistik UKKI 2010.

Taman 3
Kampus kami yang berada di beda kota membuat kami sedikit terbatasi dalam berkoordinasi. Namun itu bukan halangan bagi kami. Meski Rose tidak memiliki media yg biasa kita kenal dengan sebutan FB, namun kami masih memiliki media-media elektronik  dan dunia-dunia maya yang lain. Ya, kerja kami akhirnya lebih banyak mengakrabi layar monitor, namun tak masalah bagi kami, karena yang kami hadapi adalah ‘tulisan’. Dan bagi kami, ketika niat masih untuk menolong agama Allah, maka Allah pun tak kan pernah enggan membantu kami.

Taman 4
Tulisan telah terkumpul –dan tak lepas dari bantuan fihak lain juga- akhirnya buletin siap disebar. Rose menjemputku di kampusku dengan sepeda motornya lalu kami pun mulai menjelajahi semua fakultas –dan jurusan- di Universitas Jenderal Soedirman tercinta.

Oh ya, meski satu universitaas jangan bayangkan kampusku dan kampus Rose memiliki jarak yang dekat. Karena kampusku terpisah lagi jauh ke arah timur. Aku di Fakultas Teknik, Purbalingga. Rose di  Purwokerto.

Taman 5
Karena dakwah, maka ukhuwah kami pun kian nyata dan semakin terasa indah.

Jarak yang jauh justru menjadi menjadi sebuah pengikat bagi kami. Hal yang satu ini lah yang kemudian mengakrabkan kami. Ya, karena alasan jarak akhirnya kami membuat ‘jadwal berkunjung’. Sekali aku yang menentukan tempat setelah itu Rose yang menentukan, begitu terus-menerus secara bergantian. Dan akhirnya dengan cara itu kami bisa memaknai ukhuwah kami lebih indah. Kami bisa bermalam di kost ku, bisa bermalam di kost Rose, kami juga berkunjung ke rumah saudara Rose, gedung B kampus teknik, masjid MIPA, mushola teknik, dan hmm… masih banyak lagi yang kami jadikan sekre kedua setelah Sekre UKKI di PKM Unsoed.

 Taman 6
Keindahan ukhuwah kami tak sebatas hanya itu, dalam waktu singkat kami bisa menangis dan tertawa bersama. Ada satu hal lagi yang mengikat kami. Perjuangan dakwah. Ya.. Kami memiliki waktu khusus untuk berbagi kisah tentang bagaimana awal kami menapaki jalan penuh warna ini. Dan hal tersebut akhirnya bisa saling menguatkan kami. Karena tepat sekali, Kekasih Sejati kami selalu memberikan ujian cinta tepat sesuai dengan kadar kemampuan hambaNya. Luph U Allah..

Taman 7
Rose semakin intensif ke Purbalingga. Namun.. intensitasnya ini bertambah bukan karena pekerjaan kami, ini karena ia harus berkonsultasi dengan dosen pembimbingnya yang juga memberi kuliah di Teknik.

Taman 8
Hari ini Rose akan mengadakan seminar hasil. Di tengah-tengah para penduduk matematika aku duduk seperti anomali. Namun bukan itu yang membuatku gelisah. Kegelisahanku adalah karena aku tahu sebentar lagi Rose harus meninggalkan aku sendiri.

Taman 9
Wisuda Rose. Aku memilih tak hadir. Bukan karena aku menganggap itu tak penting, namun aku tahu aku tak akan kuat jika berada disana. Afwan ukhti..

Taman Ukhuwah Penuh Cinta..
Coba antum/antuna tebak berapa lama episode ukhuwah kami di atas? 4 bulan. Perkenalan kami di bulan Februari dan subhanallah.. Rose wisuda di bulan Juni. Hanya 4 bulan namun aku telah memiliki seorang ukhti yang luar biasa, aku telah memiliki sebuah ukhuwah yang sangat indah, aku telah memiliki kisah yang tak kan pernah terganti. Dan antum/antuna tau itu karena apa? Karena dakwah. Kami diperkenalkan dalam dakwah, kami disatukan karena visi yang sama, dan kami diikat karena kesamaan cinta pada jalan yang sama.

“Thank You Allah.. Kau selalu memberikan yang terbaik untukku.”  ^_^

Gambarnya minjem lagi:mrgreen: dari sini

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Cinta and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

31 Responses to Surat Cinta Jasmine untuk Rose

  1. utie89 says:

    dan disinilah aku, sang teratai yang hanya bisa berandai.

    jangan-jangan ini antara dirimu dengan mba ul yaa.. *curiga cemburu*:mrgreen:
    emang persahabatan sejati itu adalah persahabatan yang dilandasi karena Alloh.😉

  2. Indahnya ukhuwah. Berkah-Nya akan menyinari sekelilingnya.

  3. Jadi ingat pas saya dan seorang teman di Ternate sama sama menulis buku berjudul “Kekuatan Memaafkan”, sama-sama mengakrabi layar monitor🙂

    Betapa jarak tidak akan mampu memisahkan persahabatan yang terjalin erat, namun jika hati sudah berjarak, antar tetangga pun bakal enggan menyapa

  4. Hahaaa.. ini toh? kite aje belum face to face. Bukan begitu dy? Kebetulan aje kita mengalami kegalauan yang nyata. Haahaaa

  5. lambangsarib says:

    putih putih melati, alibaba
    merah merah delima, pinokio
    siapa yang baik hati, cinderela
    slalu disayang mama

  6. jasmine al-farasyah says:

    Ukhti.. Kangen..

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s