Hanya Ingin [?]

Belakangan ini saya merasa jadi artis #gubrak# dengan membuat postingan yang sengaja saya tutup komennya. Sampai-sampai ada yang menanyakan viaemail, ‘kenapa?’. Hahaha.

Yach, saya hanya ingin saja seperti itu. Sejujurnya, saya ini sedang ingin mengeluh #istigfarDyah!#. Padahal saya sangat tidak suka membaca tulisan orang yang berisi keluhan seolah dirinya adalah orang yang paling menderita sedunia. Misalnya lupa belum sempat makan, lagi terkena flu, sedang tumbuh jerawat, [atau kalau perlu lagi sakit panu?]. Seolah dirinya adalah orang yang paling butuh untuk diperhatikan dan dikasihani. Dan itu berlanjut pada sebuah generalisir yang saya ciptakan sendiri atas orang orang tersebut. Dan secara sporadis saya menyimpulkan bahwa dia orang yang pesimis dan tidak menyenangkan.

Saya tentu tidak sedang seperti itu. Saya hanya harus memotivasi diri agar diri ini tidak terjebak dalam kemalasan. [?] Saya mengeluhkan penyakit malas yang bersemayam dalam diri saya. Bagaimana kah saya bisa mengusirnya? Alih-alih saya saya ingin seperti si A yang telah memberi banyak kemanfaatan di lingkungannya dan telah banyak berkarya, alih-alih  tersepona dengan si B yang yang begitu disiplin dalam melakukan apa pun termasuk dalam bekerja sehingga dia menjadi aset yang berguna bagi negara, alih-alih saya ‘iri’ pada si C yang sudah menghafal sekian lembar surat cinta, dan masih banyak lagi. Tapi justru saya masih akrab dengan kemalasan yang sebenarnya ingin saya usir sejauh-jauhnya. Arrrggggghhh?@#$%^&*() Belum lagi kalau teringat pada si D yang malam ini kedinginan di dekat pasar, teringat pada si E yang belum tentu bisa tidur lantaran berfikir besok dia dan keluarganya makan apa, huwaaa masih banyak lagiii. Pantaskah jika aku? #tidak bisa bilang😥

Dan kali ini, sesungguhnya ada banyak file yang harus saya pindahformatkan[?]. Belum lagi melihat jadwal bulan depan [? Besok kali!] yang kelihatannya banyak item. Akan tetapi, karena saking banyaknya, itu membuat saya lemas duluan. Justru jadi malas mengerjakannya. Dan buktinya? Saya malah nulis tulisan GJ yang tidak bermutu seperti ini. Hanya ingin menulis saja karena di alam imajiner saya justru bertebaran banyak kata-kata yang semakin menambah kegalauan saya[?]. Menulis hanya untuk memenuhi ‘hanya ingin’ seperti saya menutup komentar pada postingan sebelumnya karena ‘hanya ingin’.

Dan saya tidak mau ‘mengusir malas’ menjadi sesuatu ‘hanya ingin’. Lalu bagaimana caranya?😦 #Alamak! Sudah berapa kali aku tanya macam ni? -__-

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Others. Bookmark the permalink.

14 Responses to Hanya Ingin [?]

  1. Alhamdulillah… sekarang sudah bisa komen di sini🙂

  2. utie89 says:

    aku juga sama.
    Susyaaaaaaahhhh banget mengusir malas. -_-”
    di kantor, kl kebanyakan kerjaan yang njelimet, ya aku tinggal dulu, charge pikiran dan tenaga.

    Tapi kalau soal BW, kalau udah banyak notif di email aku, ujung2nya tak delete semua.😆

    gimanaaaaaa yaaaa ngilangin malaaassss…
    Kayaknyaa bener katamu Dy, butuh cepet2 nikah. #eh

  3. Semoga nggak malas lagi ya, diganti nikah, eh rajin hehehe

  4. Hahaaa dy diiiyyy.. Kau itu memang gak perlu tempat penyaluran bakat talk aktifmu di jejaring sosial. karena penyaluranmu itu sudah terpenuhi di dunia nyata.:mrgreen:

  5. kenapa mbak,,, ???😀

  6. *menehi nota biaya ajar nutup komen =)))))

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s