Tapi Belum Dimaafkan

Awal Maret ini kebetulan saya ada kegiatan di luar kota sehingga saya tidak tinggal di kost seperti biasa. Sebelumnya, selama Februari adik-adik kost saya sedang liburan sehingga hanya saya seorang yang tinggal.

Lantaran bulan Februari itu hanya saya yang tinggal di kost, maka tidak ada acara berebut kamar mandi, hehehe. Sehingga saya pun meninggalkan perlengkapan mandi milik saya yang meliputi sabun, shampo, dan pasta gigi di dalam kamar mandi. Sampai saat saya keluar kota itu semuanya masih saya tinggal.

Lalu kemarin saat kembali tinggal di kost, saat pagi hari hendak sikat gigi, saya mendapati pasta gigi saya yang telah habis padahal saat saya tinggal masih sisa banyak. Dan dengan enteng saya pun mengambil pasta gigi yang ada di sana sesuai kebutuhan sekali sikat gigi. Saya asumsikan sebagai pengganti pasta gigi saya yang telah dipakai.

Sore hari di kantor, secara tidak sengaja saya cerita pada seorang rekan bahwa saya mau beli pasta gigi dan saya juga menceritakan kejadian tadi pagi yang lebih dari sekali saya lakukan.

“Lho mbak kok gitu?” Tanyanya.

“Saya sudah memaafkan kok Pak” jawabku sambil tertawa.

“Iya, sampeyan sudah memaafkan mereka tapi sampeyan yang belum dimaafkan oleh mereka.”

*Jleb! Saya tak bisa membantah

“Lebih baik tidak usah pakai. Dari pada seperti itu, walau sedikit.” Lanjutnya.

Astagfirullah. Benar sekali apa yang dikatakan teman saya itu. Saya terlalu sering menganggap enteng hal-hal yang terlihat sepele di mata saya. Tapi sesungguhnya esensinya lebih dari itu. Mulai dari kejujuran, merasakan keberadaan-Nya di mana pun berada, bahkan kesabaran.

MasyaAllah, rupanya masih banyak sekali hal-hal  yang nampak kecil yang harus saya perbaiki dalam diri ini😦

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Tapi Belum Dimaafkan

  1. JNYnita says:

    Wuah… begitu ya… dulu aku pernah tinggal di asrama.. pd bawa sendiri2 sih perlengkapannya, kayaknya utk urusan pasta gigi udah nyampur deh, tp klo sabun2an tetep sendiri2..

  2. sedikit apapun kita ambil barang milik orang lain,, harus ijin dulu ya mbak,,,😀

  3. jaraway says:

    hemm.. bukan hakmu iku..
    jo dibaleni.. hihihi

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s