Jika Kau Mencintaiku

Jika kau telah mencintaiku sebelum perjanjian agung itu terucap,
Jika kau telah menyebut namaku dalam do’amu sebelum aku jadi makmummu,
Jika kau sering terbayang diriku dalam tayangan imajinasimu sebelum aku halal bagimu,
Jika kelak malaikat bertanya padamu, “Kenapa begitu?”
Kau jawab saja sendiri dan aku berlepas diri.
Tapi kurasa tidak akan semudah itu bagiku. Aku khawatir malaikat akan tetap bertanya kepadaku tentang apa yang telah kulakukan padamu hingga membuatmu begitu.
Namun entah mengapa, aku sama sekali tak takut pada hal itu. Yang ada justru rasa bangga karena engkau dan mungkin beberapa laki-laki lain telah mencintaiku. Ah, bagiku ini semacam prestasi yang sangat membanggakan.
Aku sadar aku wanita tapi aku lupa pada wanita lain yang kelak akan menjadi pendamping hidupmu sesungguhnya. Aku lupa bahwa dia juga punya hati dan rasa.
Tahukah kau, seorang wanita sholikhah di seberang sana meminta maaf kepadaku karena kau? Karena dia merasa terluka dan kecewa olehmu yang pernah punya rasa kepadaku. Lalu siapakah yang lebih mulia? Dia yang meminta maaf kepadaku atau aku yang harus merasa lebih mulia lantaran dimintai maaf oleh seorang yang mulia? Jawablah!
Aku-Kau-Dia

Sejenak merenung, semoga diri ini bukanlah ‘aku’ di sana. Karena sekecil apa pun perbuatan kita kelak akan dimintai pertanggungjawabannya.

Sejenak berharap, semoga diri ini juga bukanlah ‘dia’ di sana yang mendapati ‘kau’. Karena janji-Nya itu pasti bahwa “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An Nur : 26)

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Others and tagged , , , . Bookmark the permalink.

13 Responses to Jika Kau Mencintaiku

  1. Hmmm..
    Menjaga hati memang ujian setiap diri, entah wanita maupun pria. Setiap jengkal yang ada di diri wanita itu adalah keindahan bagi lelaki. Menjadilah bunga yang hanya bisa dilihat satu orang saja. Orang lain tak perlu tau keindahanmu, apalagi keharumanmu. Berlaku juga untukku🙂

  2. pitaloka89 says:

    Jleb gimanaaaaaa gitu…

  3. menurutku, bukan sebagai prestasi yang membanggakan, mbak.. tapi, semacam rasa bersalah…

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s