Jamaah Dengannya

Beberapa waktu lalu saya mencoba menghubungi suami Mbak Destha untuk meminta no hpnya lantaran no dia tidak bisa saya telpon ataupun saya sms. Saya pikir, jika saya menghubungi mbak Destha lewat email maupun jejaring sosial miliknya akan mengakibatkan waktu penantian yang cukup lama. Itu pun jika masih beruntung. Dalam arti, mbak Destha akan mendapat sedikit ilham untuk mengecek email satu per satu yang belum di baca di inboxnya. Dan peluang dia untuk itu adalah seperti peluang saya makan ayam mentah [?]. Nyaris tidak mungkin. Haha!

Dalam hal ini, saya mencoba menghubungi suami Mbak Destha melalui akun Facebook-nya. Saya meminjam akun Facebook keponakan saya untuk itu. Tapi sampai sekarang ternyata belum ada kabar juga >.<

Ah memang, suami itu cerminan dari istrinya, haha! #upz

Eh kenapa saya jadi membicarakan mbak Destha dan suaminya? Lantaran saya meminjam Facebook keponakan saya itu, saya keterusan jadi facebookwalking [?] melihat apa-apa yang sekiranya ditulis oleh teman-teman saya. #Nah kan? Jadi keterusan?# Dan entah bagaimana urutan ceklak-ceklik saya sampai pada status yang ditulis seseorang. Entah siapa pula orang itu, saya tak tahu! Hehe.

Status yang ditulisnya, “Jamaah with husband. Sungguh indah dan menenangkan”

Karena di Facebook itu tidak ada penunjuk waktu yang menyertakan tanggal peng-upload-an status, saya menyimpulkan sendiri bahwa status itu ditulis seusai mereka jamaah shalat wajib.

Lalu apa urusannya dengan saya? Tidak ada! Hehe! Hanya saja, seusai membaca status itu, secara sadar namun pelan dan halus, ada sebaris kalimat harapan yang mampir di hati saya. Saya berharap, kelak jika saya sudah menikah, saya tidak sholat berjamaah dengan suami saya ketika sholat wajib. Ini dalam keadaan normal maksud saya, bukan dalam perjalanan atau hal-hal lain di luar kebiasaan. Saya berharap, kelak suami saya adalah seorang lelaki yang akan meramaikan masjid di setiap jamaah sholat fardlu.

Tidak terlalu berlebihan kan harapan saya?:mrgreen:

#Gejala kumat😆

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Jamaah Dengannya

  1. utie89 says:

    tidak berlebihan kook..
    Malah yaa, aku diwanti-wanti sama ibu,
    “mba nanti kalau udah nikah, pas azan sholat terdengar, suaminya usir aja, jangan boleh di rumah, suruh ke masjid!”😆

    etapi, bisa saja kan si dia yang membuat status itu ternyata berjamaah di masjid bareng suaminya saat sedang melancong.😛

  2. ah saya juga pengen kayak gtu mbak…😀

  3. amiiiinnnn mba dyah hehehe

  4. mmamir38 says:

    “Saya berharap, kelak suami saya adalah seorang lelaki yang akan meramaikan masjid di setiap jamaah sholat fardlu.”
    Semoga!

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s