Jilbab Itu Bukan Jaminan dan Bukan Ukuran

Saat ini, jilbab sudah menjadi budaya dalam masyarakat kita. Bahkan karena kreatifnya manusia jaman sekarang, jilbab itu kini tersedia berbagai macam model.

Jilbab itu (definisi saya biar sepaham) adalah kain yang digunakan untuk menutupi rambut dan sekitarnya. Ada yang sekitarnya itu luas dan ada yang tidak terlalu. Maksud saya ada yang panjangnya cukup menutup rambut dan leher dan apa pula yang panjang berkibar-kibar menutup dada.

Saya sering mendengar orang atau melihat orang yang mendengar atau melihat [?] orang yang kelakuannya kurang terpuji sementara dia berjilbab kemudian berkomentar, “Kelakuan macam itu buat apa pakai jilbab? Mending tidak usah saja!” Selain itu, saya juga sering mendengar bahwa lebih baik kelakuannya benar dulu baru berjilbab. Pun, saya sering menemui orang yang berekspektasi lebih terhadap orang yang berjilbab. Juga sering menemui orang yang menyayangkan orang yang belum berjilbab atau jilbabnya belum syar’i.

Kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari jilbab yang dia kenakan. Saya pernah menceritakan perjalanan saya berjilbab di sini. Semuanya butuh proses. Sekitar 3 tahun saya berproses untuk berjilbab seperti sekarang. Maka kita tidak bisa menyayangkan mereka yang belum berjilbab atau pun yang jilbabnya yang masih lepas-pasang. Karena dia masih proses. Ets, bukannya saya membenarkan yang tidak berjilbab lho ya Saat dia berjilbab, dia akan dapat pahala karena menjalankan kewajiban dan saat dia tidak memakainya, ya dia harus mempertanggungjawabkannya kelak.

Ada beberapa teman saya yang belum berjilbab namun dia justru lebih berhati-hati dalam menjaga makanan. Dia tidak mau makan di luar yang tidak ada label ‘halal’-nya. Soal lebel itu asli atau palsu [?] itu menjadi tanggung jawab pemasaknya, yang jelas kita sebagai konsumen berusaha menjaga kehalalan makanan. Ada lagi teman saya yang juga belum berjilbab tapi dia rutin sekali sholat malam. Nah, inilah yang saya maksud dengan jilbab itu bukan ukuran.

Pun sebaliknya, jilbab bukanlah sebuah jaminan. Bahwa setiap yang berjilbab harus lebih ini lebih itu. Bahkan lebih ekstrim lagi semaikin panjang atau lebar jilbab yang dikenakan seseorang, dia akan mendapati tuntutan yang begitu banyak dari masyarakat sekitar. Itu terasa tidak adil memang.

Karena jilbab itu bukan jaminan juga bukan ukuran kesholikhahan seorang wanita. Jilbab tidak berkaitan dengan sikap ataupun perilaku seseorang. Jilbab adalah kain pelaksana syari’at. Saat dikenakan, pengenanya mendapat pahala dan sebaliknya.

Lalu bagaimana dengan yang berjilbab macam punuk unta atau yang berjilbab tapi pakaiaannya ketat? Itu tanggung jawab kita juga untuk menjelaskannya dengan baik pada orang yang bersangkutan karena dia sedang berproses. Lalu bagaimana juga jika dia berjilbab dengan tujuan bergaya saja? Dia juga sedang berproses dan niat yang salah bisa diluruskan.

Cheers ^___^
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Jilbab Itu Bukan Jaminan dan Bukan Ukuran

  1. utie89 says:

    setuju dech sama kamu.
    Tapi gimana yaa???
    Aku sendiri kadang masih suka berekspetasi begitu.😦
    walaupun saat si jilbaber khilaf, aku masih bisa memahami dan tidak terlalu menjudge bgt, tapi image begitu tuh susah diilangin.

    Tanyalah para ikhwan itu, mereka mesti milihnya para jilbaber, jarang ada yg ngelirik si jilbab ga bener walaupun mungkin akhlaknya tergolong baik.
    Bikin aku rada hopeless dapet pria sholeh.
    Huwaaaa….😥

  2. Pingback: Tak Perlu Alasan | Dyah Sujiati's Blog

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s