Menikmati Proses Belajar

Kemarin saya pergi ditemani seorang teman. Sebut namanya Putri. Dia menemani saya keliling wilayah tugas dan dia yang mengendarai motor. Sebenarnya, dia belum ahli mengendarai motor. Jadi, sesungguhnya kemarin itu saya sedang melatih adrenalin saya. Bagaimana tidak? Putri belum bisa belok kanan, belum begitu ingat soal aturan lalu lintas, dan jika berhenti masih sering kelewat. Belum lagi ditambah paranoid saya terhadap truk besar yang banyak melintas di jalur itu. Wow!

Hal yang mengagetkan saya adalah ketika Putri mengatakan bahwa dia memang sedang belajar. Dia sedang melatih dirinya untuk menjadi wanita yang betul-betul bisa mengendarai sepeda motor dengan baik dan benar. Lhaa? Baru latihan kenapa langsung terjun ke jalan provinsi  yang begitu banyak kendaraan dan truk besar? Ya salam!

Tapi dengan bahasa Putri yang mengatakan bahwa dia sedang ‘menikmati proses belajar’ membuat hati saya sedikit berubah haluan. Baiklah, sebut saja saya mengalah. Saya harus mendampingi dan menemaninya dalam proses ini. Ah ya, proses. Kata itu yang membersamai perjalanan menuju sebuah tujuan. Sukses atau pun tidak atau tercapai tidaknya tujuan tersebut, akan tetap terasa nikmat bila seseorang menikmati prosesnya. Seperti halnya temanku Putri, dia menikmati proses pembelajaran itu.

Kalimatnya tentang proses itu mengingatkan saya pada sebuah kejadian. Waktu itu saya sedang mengikuti pelatihan. Kebetulan, pada awalnya instruktur menyampaikan materi dengan cara yang sangat tidak saya suka. Dan itu langsung berimbas pada minat belajar saya. Minat belajar saya langsung hilang 100% bahkan mines. Asli, saya protes pada diri sendiri yang tidak bisa memahami cara instruktur menyampaikan. Ujung-ujungnya, saya terus mengomel dan mengeyel pada sang instruktur. Kenapa begini kenapa begitu harusnya begini harusnya begitu. Dan itu semakin membuat saya jauh dari proses belajar itu sendiri. Saya, tidak bisa menikmatinya, tidak bisa menikmati proses itu.

Lalu pikiran saya melompat pada masa saya menjadi guru. Saya sering dengar bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan tidak disukai. Mainset seperti itu memang banyak tertanam pada pikiran banyak orang yang saya temui. Entah siapa yang memulai dan menanamnya. Padahal jika menikmati proses belajar matematika (atau pelajaran apapun) itu akan terasa menyenangkan. Seperti proses Putri belajar mengendarai motor dengan baik dan benar, meski risikonya adalah nyawa. *lebay

Kembali pada Putri menikmati proses belajar, juga membuat imajinasi saya melompat lagi pada jaman saya kelas 1 SD hampir 20 tahun yang lalu *Ya ampyun? Ternyata sudah selama itu kah? * Saat itu saya langsung masuk SD tanpa melalui TK. Dan entah berapa hari kemudian saya baru mulai mengenal abjad. Ah waktu itu, sekolah terasa menyenangkan. Lebih banyak saya bermain dan memukuli kepala teman-teman lelaki saya terutama yang rambutnya tipis. Maafkan aku ya teman

Hal yang sangat berbeda dengan anak-anak sekarang. Baru TK sudah lancar membaca. Bahkan masuk SD sudah di-tes. Ohh, saya jadi membayangkan betapa mengerikannya kata ‘tes’ itu bagi anak-anak dan juga para orang tua. Padahal baru akan masuk SD. Apakah itu proses yanga harus dinikmati? Entahlah, di pikiran saya sekarang justru terjadi perlompatan banyak hal tentang proses dan pendidikan juga sistemnya. Terkadang hal-hal itu berlarian di kepala saya dan membuat saya jadi memikirkannya. Padahal saya saat ini berada di posisi yang jauh sangat dari hal-hal tersebut pun tidak ada yang menyuruh saya memikirkannya. Dan mendadak saya jadi pusing sendiri. Lalu saya pun membuang jauh-jauh pikiran itu. Entahlah, sejauh ini saya hanya protes lalu mengomel tapi tidak menawarkan solusi.

Baiklah, sepertinya tulisan saya semakin tidak fokus. Jadi biarlah. Haha. Saat ini saya sebatas hanya bisa berharap, semoga pendidikan dalam arti sekolah formal yang tak jauh kata dari belajar, menjadi sebuah proses yang bisa dinikmati. Seperti halnya temanku Putri tadi.

Cheers ^___^Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Menikmati Proses Belajar

  1. utie89 says:

    aku pun saat ini belum terlalu menikmati proses “penantian”ku.😦:mrgreen:

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s