Pilih Aku atau Dia!

Hidup memag tak lebih dari sekedar pilihan. Begitulah kalimat yang sering saya dengar. Ada benarnya. Sayangnya, banyak hal yang terjadi dalam hidup justru ia-nya ‘terpilih’. Terpilih dalam keterpaksaan yang saya maksud. Bukan seperti makna terpilih yang sering kita dengar. Ya, meski yang terlanjur terpilih itulah yang terbaik. Maka, jika boleh saya memilih saat ini, saya ingin melarikan diri dan menyendiri di tepi laut. Memandang indah laut luas yang terbentang sejauh mata memandang. Atau duduk di dekat jendela sambil memandangi hujan yang turun. Tentu, tentu dengan berkhayal. Haha. Ah, bukan. Berdiam, berintrospeksi diri, juga memberi ruang untuk imajinasi saya yang merupakan akibat dari apa saja yang menjadi stimulus melalui mata saya. Setidaknya, sejak tahun ini bertanggal.

Banyak hal yang nampak di mata, terdengar di telinga, yang meminta waktu dan menjadi tanggung jawab untuk diselesaikan. Hal-hal itu menjadi kata-kata atau frase-frase atau kalimat-kalimat yang bertebaran secara acak di tayangan imajiner saya. Pun hal-hal yag menggelitik otak saya untuk semakin berimajinasi dan menuntut tambahan referensi. Semua itu sepertinya telah berkolaborasi menjadi semacam parade kata-kata yang entah bagaimana cara barisnya. Dan kurasa, semua itu hanya minta satu hal dariku. Waktu.

Mereka hanya meminta waktu untukku diam sejenak, merangkainya, dan menuliskannya. Hanya itu. Sayangnya, aku tidak punya pilihan. Meski aku tetap berharap lain suatu saat nanti dia akan menjadi milikku. Pilihanku saat ini adalah bersabar, bukan?

Ah ya ampun, itu sepertinya terlalu bertele-tele. Haha. Tapi jujur, itulah yang sedang terjadi padaku. Maka biarlah kuceritakan sesuatu. Setidaknya ini mengurangi peserta parade kata-kata acak yang berkeliaran di imajinasiku. Meski pada akhirnya menjadikan tulisan ini hanya intermezzo belaka.

Siang tadi aku menemui beberapa orang. Salah di antaranya memegang cerutu dan asapnya beterbangan tercium oleh hidungku. Rokok memang telah membuat ku tak kuat, tak kuat untuk diam. Haha. Siapa pun yang menyalakannya, saya tidak peduli.

“Pak… Bau rokok njenengaann” Kataku manja pada si bapak perokok. Ini seni berkomunikasi kataku

Lalu dengan ikhlas yang dipaksa, si bapak mematikan rokoknya.

Seorang bapak yang lain protes. “Besok kalau suami sampean rokok gimana? Hayoo!”

“Syarat utama untuk jadi suami saya adalah bukan perokok Pak.” Jawabku dengan senyum

“Kalau dia suka rokok?”

“Ya sudah, tidak usah nikah dengan saya!” Jawabku lagi dan kususul dengan tawa. Si bapak kaget! Lalu saya lanjut, “Hidup ini pilihan Pak. Tinggal pilih saya atau dia (baca:rokok)?”

Akakaka😆

NB :
1. Syarat menjadi suami saya adalah bukan perokok. Dalam arti jika selama ini merokok, maka sejak akad nanti dia harus bercerai dengan rokoknya. #Penting gak sih?:mrgreen:
2. Saya percaya bahwa kata adalah do’a. Maka harapan saya, kata-kata saya saat membicarakan soal suami dan rokok juga menjadi do’a yang baik. Amin

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Pilih Aku atau Dia!

  1. utie89 says:

    aamiin.
    “Anti perokok”. Itu prinsip.:mrgreen:

    setuju berjuta2 kali pokoknya. Yang masih merokok, jangan harap bisa jadi suamiku.

    Mendingan menikah sama cowo ngga merokok walaupun dia berakhlak baik, kaya, tampan dan beriman ketimbang menikah sama cowo perokok.😆

  2. Reblogged this on あさぎえんぴつ 'Asagi Enpitsu' and commented:
    catatan yang refreshing, mbak! ^_^
    kujuga berpikiran sama.. kalau dia memang mencintai kita sebagai pasangan hidupnya, maka cintai dulu dirinya dengan menjaga kesehatannya dan orang di dekatnya😀

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s