Cinta Segitiga

Banyak hal yang terjadi, banyak hal yang saya lihat, banyak hal pula yang saya dengar. Sekali lagi, kesemua itu seolah telah berkolaborasi membentuk parade kata-kata yang bersusun acak di imajinasi saya. Dan semua itu tetap butuh satu yakni waktu. Mungkin suatu saat nanti saat waktu sudah menjadi milikku #sok sibuk banget deh?# dan parade itu tak usai-usai, akan saya coba untuk merangkainya, merapihkan barisannya, dan semoga menjadi sesuatu yang bermanfaat. Haha. #Klise

Maka sekarang, biarlah saya mengurangi peserta parade ini dengan menuliskannya. Meski kali ini yang akan saya tulis tetap bukan sesuatu yang bermanfaat, sekedar tulisan bodoh belaka. Hanya untuk melegakan sedikit ruang hati saya yang sumpek(?). Benarlah pepatah bilang, menulis itu melegakan hati.

Kisah Pertama.

Seorang gadis yang pethakilan, sering bercanda (pada masa tertentu) tapi suka ngomel, terkadang berbicara dengan manja. (apakah itu saya?). Suatu hari gadis itu bersama dengan 2 rekannya. Seorang bapak paruh baya dan seorang mas-mas. Sore hari si bapak pulang dan meninggalkan gadis itu dengan mas-mas dan banyak orang lainnya. Jam 7 malam, si mas-mas menerima telpon lalu telpon itu diberikan pada si gadis.

Orang dalam telpon : Assalamualaykum Mbak.

Si gadis mendengar suara orang di telpon dan mengira orang yang berbicara adalah si bapak yang baru saja pulang tadi sore. Lalu ia menjawab, “ Wa’alaykumsalam Pak”

Orang dalam telpon : Bagaimana kabarnya Mbak?

Si gadis mengartikan bahwa si bapak menanyakan kondisi si gadis saat ini setelah beberapa waktu dia tinggal, mungkin semacam pertanyaan “Apakah sudah beres pekerjaan yang di sana?”, maka dengan manja si gadis menjawab : Saya kangen si bapak…

Dan ternyata? Orang dalam telpon bukanlah si bapak melainkan staf dari kabupaten sebelah! Oh my God! She is so stupid! Haha!

Kisah Cinta Segitiga.

A dan C seorang laki-laki yang masih single. Mereka seumuran. B seorang gadis yang berusia 10 tahun lebih muda. Fakta di lapangan bicara bahwa A menyukai B sedangkan B justru menyukai C. Orang-orang menyebut kisah cinta  semacam mereka sebagai cinta segitiga. Maka kisah cinta ini menjadi segitiga sempurna saat  C justru menyukai A. (?)

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Intermezzo and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Cinta Segitiga

  1. utie89 says:

    😆
    gokilllll…

    Btw, time is yours beib.
    Yg perlu dilakukan hanyalah berdamai dengannyaa.. #apasih😛

  2. Kisah cinta terlarang… si B dan C kudu di rukyah

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s