Show All Pascanikah

Menikah. Sesuatu yang sangat penting dalam hidup sebagian besar orang. Ia-nya menggenapkan separuh agama. Dan proses untuk menjadikannya nyata pun tak mudah meski juga tak sulit-sulit amat. Proses inilah yang menjadi perjuangan tersendiri bagi mereka yang berkomitmen untuk menikah benar-benar karena-Nya. Karena dalam proses menuju pernikahan, masih ada batasan-batasan yang masih harus dijaga.

Dalam tulisan ini saya ingin menulis khusus bagi mereka yang telah mengerti bahwa tidak ada pacaran kecuali setelah menikah. Mereka yang saya tahu telah berusaha sekuat hati untuk menjaga interaksi.

Bahwa sebelum seorang perempuan dan laki-laki asing belum menjadi mahrom, mereka berusaha semaksimal untuk bisa menjaga bahasa dan interaksi. Meski keduanya sedang dalam proses menuju pernikahan. Jika kontak fisik adalah hal sangat mudah untuk dihindari, tapi kontak maya melalui sms maupun jejaring sosial terkadang menjadi ujian tersendiri. Bersyukurlah bagi mereka yang benar-benar telah berhasil melalui cobaan itu. Hingga mereka telah halal satu bagi yang lain.

Ada sebuah fenomena yang terjadi di media jejaring sosial yang paling banyak dipakai orang. [?] Kebetulan seorang teman mengamatinya karena saya sendiri tidak memiliki akun pada jajaring sosial tersebut. Dan kemudian dia menceritakannya pada saya.

Katanya, saat ini merebak status maupun foto dari banyak pasangan suami-istri yang mengumbar kemesraan mereka melalui jejaring sosial itu. Wah wah wah!

Suami-istri yang saya maksud di sini adalah sebagaimana saya sebut di atas, khusus mereka yang telah mengerti bahwa tidak ada pacaran kecuali setelah menikah. Mereka yang saya tahu telah berusaha sekuat hati untuk menjaga interaksi. 

Katakanlah ada suami-istri yang baru menikah kemudian mereka meng-upload semua foto pernikahannya yang berdua dan mesra. Atau suami yang mengucapkan ‘terima kasih honney-ku’ dan lain sejenisnya. Tidak ada salahnya bukan? Toh mereka sudah menikah ini.

Segala sesuatu yang baik jika tidak di tempat dan waktu yang tepat akan menjadi sesuatu yang tidak benar bahkan sia-sia. Termasuk hal yang saya sebut itu. Suami-istri punya tempatnya sendiri untuk saling mengekspresikan rasa kasih sayang di antara mereka. (Ini di luar segala sesuatu yang terjadi di antara suami-istri haruslah dilandasi kasih sayang. Paham maksud saya kan?).

Saat mereka ingin saling mengucapkan terima kasih atau kecintaan pada pasangannya itu bisa diucapkan secara langsung. Kalau misal sedang berjauhan bisa melalui telpon. Kalau sedang tidak punya pulsa bisa sms. Atau kalau ingin menjadi pasangan yang romantis, bisa lah menulis surat cinta lalu letakkan di sampingnya saat ia tidur. Atau kalau mau lebih romantis, bisa lewat kurir sekalian ada parsel bunga. Atau jika berkesempatan bisa ngedate keluar. Jika memang ingin mengabadikan memon tersebut dengan foto, it’s fine. Akan tetapi, foto-foto itu tempatnya adalah menjadi konsumsi pribadi mereka dan bisa diwariskan pada anak-cucunya kelak. Tak perlulah itu diekspose menjadi konsumsi publik.

Dan termasuk foto pernikahan, terutama dengan adegan mesra. Itu merupakan foto yang menurut saya adalah benda pribadi yang mahal yang cukup diri sendiri yang menikmati.

Dan soal nge-date. Katakanlah seperti makan mi ayam berdua di kedai dekat pasar malam. Meski kini sudah menjadi suami istri yang berarti sudah halal melakukan apa saja, kembali pada waktu dan tempat. Tempat umum adalah milik umum. Kita punya hak dan kewajiban pada orang lain di sekitar kita. Kita punya kewajiban menghargai keberadaan mereka. Pun kita juga punya kewajiban menjaga hati dari perbuatan pamer dan riya’.

Semoga kita menjadi orang yang cerdas nan bijak yang bisa menempatkan diri. Amin. Wallahu’alam.

Ah Dyah, lagi-lagi kau membicarakan tentang pernikahan. Sedang kau sendiri belum juga menikah? >.<

Cheers, ^____^v
Dyah Sujiati

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Menu Motivasi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Show All Pascanikah

  1. Reblogged this on あさぎえんぴつ 'Asagi Enpitsu' and commented:
    ulasannya bagus, mbak Dyah..
    buat renungan buat masa menikah nanti, ya ^_^
    ‘menjaga hati’ sebelum dan sesudah hubungan halal tercipta.

    kadang juga iri saat melihat foto2 mesra pernikahan teman di media sosial.. hihi.. positifnya sih pengen ‘menyegarakan’ tapi negatifnya sih bisa bikin iri..
    siip,deh..
    semoga bisa mengambil hikmah yang baik.

    salam kenal😀

  2. Terima kasih di atas info ni… dah share kat fb… moga2 ramai lagi yg dapat manafaat dari karya awak…

  3. Pingback: O.J.T #1 Pertemuan | あさぎえんぴつ 'Asagi Enpitsu'

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s