Bisa Jadi

Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis, dan sporadis, namun setiap elemen adalah subsistem keteraturan dari desain holistik yang sempurna. Menerima kehidupan berarti menerima bahwa tak ada sekecil apapun terjadi secara kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak terbantahkan.  (Andrea Hirata dalam Edensor)

Terkadang, kita mengalami hal yang sepertinya sangat menyebalkan atau menyesalkan atau menyesakkan dada. Hal yang menyebabkan kata ‘seandainya tadi’ atau sejenisnya. Saya pernah menuliskannya di sini dan sini.

Namun, jika kemudian saya teringat pada kalimat yang ditulis oleh Bang Ikal (Andrea Hirata) maka saya akan berfikir lebih luas bahwa bisa jadi hal yang bagaimana itu tadi adalah rangkaian takdir yang diskenariokan oleh Dia Yang Mahatelilti Lagi Mahakreatif. Bisa jadi demikian.

Bisa jadi seseorang diberi sakit yang mendadak lalu dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil ambulan milik tetangganya adalah cara Allah menyelamatkan seorang gadis anak dari tetangganya yang lain yang pulang kemalaman yang tidak mendapat bus.

Bisa jadi seorang anak melemparkan sandalnya waktu di jalan raya adalah cara Allah menyelematkan kedua orang tuanya dari kecelakaan lalu lintas.

Bisa jadi, terjadinya kemacetan yang sangat panjang adalah rangkaian takdir Allah mempertemukan seseorang dengan jodohnya. Karena dengan kemacetan itu seorang lelaki melihat gadis keluar rumah, yang mana gadis itu adalah teman lamanya yang lost contact. #imajinasi liar:mrgreen:

Beberapa kali saya mengalami hal yang bagi saya terasa kurang sreg awallnya, ternyata itu membawa berkah. Pernah suatu ketika saya membeli hp untuk ibu dan mendapat gratis perdana IM3. Esoknya mendapat nomer baru dari teman dan saya butuh menelponnya. Saya kira nomer dia adalah IM3. Sehingga mumpung saya ada kartu IM3, saya akan menelponnya. Perdana IM3 saya sudah habis pulsa, jadi saya isi ulang. Saya isi berulang kali  namun pulsa tak kunjung masuk. Saya biarkan sampai dua jam kemudian. Lalu saat saya lihat kembali nomer teman baru saya itu, ternyata nomer dia XL! MasyaAllah! Nomernya sudah sama dengan nomer saya yang biasa saya pakai.

Pernah lagi, kemarin menjelang libur lebaran. Seorang teman tiba-tiba meminjam uang sebesar 600ribu guna membayar uang kuliahnya yang salah perhitungan. Awalnya saya agak keberatan, tapi akhirnya tidak masalah. Waktu itu memang musim menukar uang, termasuk kakak saya juga meminta tolong pada saya. Saya agak terlambat mencari penukaran, saya datang pada hari terakhir. Lebih dari 5 bank saya datangi, mereka sudah kehabisan stok. Akhirnya saya mendapat tukar uang itu di sebuah bank kecil dan penukaran uangnya pun terlalu kecil. Saya dapat pecahan 2 ribu rupiah sebanyak 600 ribu. Kakak saya tak segera membalas sms. Karena sudah tak ada bank yang memungkinkan melayani penukaran uang, saya terima saja uang tersebut. Dan ternyata kakak saya tidak mau menerima uang itu!

Maka uang itu pun akhirnya ‘saya buang’ untuk teman saya yang pinjam.:mrgreen: Dan ternyata uang itu berguna bagi teman-teman dari teman saya yang meminjam uang tadi karena mereka juga belum mendapat uang. Perfekto!

Kapan hari juga saya salah waktu pergi dengan keponakan saya. Ternyata Allah justru mempertemukan saya dengan pelangi. Jika tadi saya tidak tersasar saya tak mungkin melihat peangi itu karena arahnya di belakang saya😀

Itu hanya sebagian yang sangat-sangat kecil yang bisa saya tuliskan. Sementara komplemennya, jauh lebih banyak. Mengakui dan meyakini akan rangkaian takdir dari hal yang sangat besar hingga yang paling sederhana adalah bagian dari kebesaran-Nya merupakan merupakan subset dari bentuk keimanan. Wallahu’alam

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [QS Al An’am ayat 59]

About Dyah Sujiati

Tentang saya?! Seperti apa ya? Entahlah. Kalau saya yang nulis, pasti cuma yang baik-baik saja. Dan itu sulit dipercaya. ;) *Tapi harus percaya kalau saya seorang bloger yang tidak punya facebook*
This entry was posted in Hikmah and tagged , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Bisa Jadi

  1. dodickalfied says:

    Woooowww…keren.Like this

  2. dodickalfied says:

    Wooowww..keren keren..Like This

  3. An pernah juga mengutip QS Al An’am ayat 59 di atas, mbak… kereeen, deh, maknanya.. makjleb banget

  4. lazione budy says:

    Bisa jadi juga saya bulan ini dapat hadiah undian Honda Jazz.
    Ya kan.

  5. Pingback: Tulisan Sampah | Dyah Sujiati's Site

Thanks For Read :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s